Mendadak Selir

Mendadak Selir
32 : Hukuman.


__ADS_3

"Hormat hamba Selir Xia, maaf hamba harus memeriksa semua kediaman karna Permaisuri keracunan.." ucap Jendral Yen menunduk hormat..


"Silahkan !"


Jendral Yen mengangguk, para prajurit pun menggeledah kediaman Xia Ming Yue..


Selang beberapa saat, salah satu prajurit menemukan sebuah botol kemudian memberikannya pada Jendral Yen..


Tepat di waktu bersamaan Kaisar Xiowen, Tabib istana, Pangeran Bai dan Selir Chu datang ke kediaman Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue memejamkan matanya, ludahnya terasa kering, ia berharap hatinya kuat menghadapinya..


"Hormat hamba, Yang Mulia. Hamba menemukan ini.." ucap Jendral Yen menunduk hormat ia menyodorkan sebuah botol..


"Periksa.." ucap Kaisar Xiowen menatap Xia Ming Yue.


Tabib istana lalu mengambilnya, ia mencium cairan yang ada di botol tersebut..


"Hormat hamba, Yang Mulia. Ini adalah racun yang sama.." jelas sang Tabib..


Semua orang terkejut, Xia Ming Yue meremas hanfunya.. "Keluar !" teriak Kaisar Xiowen.


Semua orang menunduk hormat. Merekapun meninggalkan Kaisar Xiowen dan Xia Ming Yue..


"Katakan ! apa kau yang melakukannya?"


"Yang Mulia sudah melihatnya.."


Kaisar Xiowen menatap tajam Xia Ming Yue, tatapan mereka saling bertemu..


"Apa yang harus aku lakukan pada mu Selir Xia, aku kurang apa ? aku sudah berusaha memperlakukan mu dengan baik, bahkan aku mulai mencintai mu, tapi kenapa kau membuat ku kecewa.." bentak Kaisar Xiowen..

__ADS_1


Xia Ming Yue kaget mendengarkan bentakan Kaisar Xiowen. Xia Ming Yue langsung memalingkan wajahnya..


Kaisar Xiowen menghampiri Xia Ming Yue, ia mencengkram dagunya dengan kasar. Kaisar Xiowen melihat ke arah mata Xia Ming Yue.


Kenapa ? kenapa ? di matanya tidak ada penyesalan ataupun ketakutan batinnya..


Kaisar Xiowen menghempaskan cengkraman nya dengan kasar.


"Mulai saat ini, tinggalah di istana dingin dan jangan pernah berharap untuk keluar.." ucap Kaisar Xiowen dengan penuh penekanan berlalu pergi..


Xia Ming Yue menunduk.. "Adik aku percaya kau tidak akan melakukannya.." ucap Selir Chu ia memeluk erat Xia Ming Yue..


"Benar Kakak ipar, kami tidak percaya.." timpal Pangeran Bai..


"Tapi buktinya.."


"Tidak Xia'er apapun yang kau lakukan pasti ada alasannya.." ucap Selir Chu ia melepaskan pelukannya menatap Xia Ming Yue.


"Adik tenanglah, aku akan memohon pada Yang Mulia agar tidak menghukum mu.."


"Terimakasih Kakak, aku tidak apa apa.." balas Xia Ming Yue dengan tersenyum.


"Baiklah Kak, jaga dirimu."


Xia Ming Yue menunduk, kemudian ia berlalu pergi mengganti hanfunya dengan hanfu polos putih yang hanya di bantu oleh pelayan Fu..


"Xia'er aku percaya kau tidak akan melakukannya.." ucap pelayan Fu..


"Terimakasih Bibi.."


Xia Ming Yue keluar dari kediamannya, ia menatap seluruh kediamannya..

__ADS_1


Selir Chu dan Pangeran Bai menatap Xia Ming Yue, merekapun mengantar Xia Ming Yue ke istana dingin.


Di kejauhan Kaisar Xiowen melihat Xia Ming Yue dari arah jendelanya, menuju istana dingin.


"Kenapa ? kenapa ? kau melakukannya, aku tidak percaya." ucap Kaisar Xiowen..


Disisi lain..


Permaisuri Lan Ning yang mendengarkan sebuah kabar baik..


ia tertawa..


"Baiklah, pelayan Lu berikan 10 kain emas pada semua pelayan ku, hari ini aku sangat senang, akhirnya aku bisa menyingkirkannya.." ucap Permaisuri Lan Ning tersenyum licik...


Malam harinya di istana dingin..


"Xia'er ini makanan yang dikirim dari istana, kau harus makan jangan sering memandang bulan. Bulan tidak akan jauh meninggalkan bintang.." ucap pelayan Fu terkekeh, melihat Xia Ming Yue yang duduk di jendelanya menatap sang Bulan..


Saat pelayan Fu membuka penutup makanannya, mereka terkejut melihat nasi dan sayur.


"Apa apaan kenapa mereka hanya memberikan kita makanan seperti ini.." ucap pelayan Fu dengan kesal..


"Tunggu disini, aku akan meminta pelayan dapur untuk memberikan makanan yang enak.."


"Tunggu Bibi kau tidak perlu melakukannya, kita makan seadanya, tapi aku masih kenyang Bibi makan saja.." ucap Xia Ming Yue tersenyum.


"Bibi tunggu disini, aku akan keluar sebentar.."


"Baiklah, jangan sampai ketahuan, kau butuh udara segar.."


Xia Ming Yue mengangguk, ia keluar melalui jendela tadi...

__ADS_1


__ADS_2