Mendadak Selir

Mendadak Selir
16 : Terluka.


__ADS_3

Ke esokan paginya,,


"Xia'er bangun, ini sudah siang.." ucap Pelayan Fu mengguncang tubuh Xia Ming Yue..


"Aduh Bibi aku masih ngantuk.." balas Xia Ming Yue ia membelakangi pelayan Fu.


Pelayan Fu memegang kepalanya, ia merasa pusing melihat tingkah laku Xia Ming Yue yang tidak mudah di bangunkan.


"Baiklah, Bibi sudah menyiapkan air, jika sudah bangun segeralah mandi.." ucap pelayan Fu ia langsung pergi..


Beberapa menit kemudian....


Xia Ming Yue bangun, ia langsung mandi..


Selesai melakukan semua aktivitasnya ia bergegas ke halaman belakang istana..


Xia Ming Yue menatap kolam yang ada di depannya, melihat banyaknya ikan mas.


Xia Ming Yue duduk di pinggir kolam kemudian ia mencelupkan kedua kakinya..


Ia tersenyum ketika ikan itu memakan kakinya..


Dari atas salju turun, kini musim dingin telah datang..


Xia Ming Yue menatap ke atas,, memejamkan matanya, ia merasakan salju turun ke wajahnya..


Xia Ming Yue terkejut, ketika seseorang memakaikan jaket di tubuhnya,, ia membuka matanya..


Betapa kagetnya ia melihat Kaisar Xiowen tersenyum..


"Kenapa kamu diluar, musim dingin tidak baik untuk tubuhmu." ucap Kaisar Xiowen lembut.


"Untuk apa Yang Mulia kesini ?" tanya Xia Ming Yue, ia menatap ikan di depannya..


"Tidak ada, aku hanya ingin melihat keadaan mu.." jawan Kaisar Xiowen mengelus kepala Xia Ming Yue..

__ADS_1


"Hormat hamba, Yang Mulia. Maaf hamba membiarkan Yang Mulia kedinginan." ucap pelayan Fu, ia merasa bersalah membiarkan Xia Ming Yue keluar dari kediamannya..


"Tidak Bibi ini salah ku,, aku hanya ingin duduk disini." ucap Xia Ming Yue, ia menoleh pelayan Fu..


"Pergilah,," perintah Kaisar Xiowen datar.


Pelayan Fu menunduk hormat, ia meninggalkan Kaisar Xiowen dengan Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue berdiri, ia memakai kembali sandalnya..


"Terimakasih, Yang Mulia." ucap Xia Ming Yue, ia bermaksud meninggalkan Kaisar Xiowen, namun lengannya di pegang oleh Kaisar Xiwoen..


Ia menarik Xia Ming Yue, mencium bibir Xia Ming Yue dengan lembut..


Xia Ming Yue melotot, ia langsung meronta ronta meminta di lepaskan.


Kaisar Xiowen melepaskan ciumannya, ia menatap lekat Xia Ming Yue yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Apa maksud Yang Mulia, mencium ku.."bentak Xia Ming Yue..


"Salah, karna aku adalah istri terbuang. Jadi jaga batasan Yang Mulia, jika perlu jangan pernah berubah akan sikap Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue kemudian ia berlalu pergi..


"Maaf..." ucap Kaisar Xiowen membuat Xia Ming Yue menghentikan langkah kakinya..


"Yang Mulia, Xia Ming Yue yang dulu telah mati, kini Xia Ming Yue baru, ia berbeda dari Xia Ming Yue yang dulu.." ucap Xia Ming Yue datar.


"Tapi bagaimana pun juga kamu adalah istriku,, dan akan tetap Yue'er ku, Yue'er masa kecilku."


"Yue'er mu telah mati..." ucap tegas Xia Ming Yue, ia meninggalkan Kaisar Xiowen yang diam membeku...


Kaisar Xiowen mengepalkan tangannya, dari kejauhan sebuah anak panah menuju ke arah Xia Ming Yue, Kaisar Xiowen yang melihatnya, ia langsung memeluk Xia Ming Yue dari arah belakang, panah itupun menancap di dada Kaisar Xiowen.


Xia Ming terkejut, perlahan lahan tubuh Kaisar Xiowen lemas, dengan sigap Xia Ming Yue memeluk tubuh Kaisar Xiowen.


"Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue,,

__ADS_1


"Yue'er.." lirih Kaisar Xiowen kemudian tak sadar kan diri..


Xia Ming Yue memapah tubuh Kaisar Xiowen ke kediamannya di bantu oleh Kasim Mu..


Sampai di kediamannya, Xia Ming Yue perlahan lahan membaringkan tubuh Kaisar Xiowen. ia memeriksa denyut nadinya..


"Racun Es" ucapnya melotot tajam...


"Cepat panggilkan Tabib.." teriak Xia Ming Yue khawatir..


Kasim Mu langsung memanggilkan Tabib..


Selang beberapa saat Tabib itupun datang..


Tabib itupun, memeriksa denyut nada Kaisar Xiowen..


"Yang Mulia, racunnya sudah menyebar ke jantungnya, hamba rasa..."


"Diam ! cepat berikan obatnya." bentak Xia Ming Yue..


"Yang Mulia, hamba akan membuat resep. Tapi hamba tidak tau akan bertahan berapa lama." ucap Tabib istana..


"Kalian keluar, jika ada yang kesini jangan biarkan masuk..." ucap Xia Ming Yue datar.


Xia Ming Yue menatap Kaisar Xiowen yang telah menggigil, bibirnya telah berubah warna kebiruan..


Xia Ming Yue mengeluarkan pedang apinya..


"Leo, aku butuh bantuan mu, untuk menghangat tubuh Yang Mulia." ucap Xia Ming Yue.


"Hamba akan melakukannya tuan,,tapi hamba tidak bisa menyembuhkannya secara cepat, hanya saja perlahan lahan.." ucap Leo ia kemudian masuk kedalam telapak tangan Xia Ming Yue..


Xia Ming Yue menghembuskan nafas, ia memegang tangan Kaisar Xiowen, kemudian menyalurkan kehangatan Leo...


Kaisar Xiowen perlahan lahan membuka matanya, ia melihat Xia Ming Yue memejamkan matanya, memegang tangannya..

__ADS_1


"Yue'er.." lirih Kaisar Xiowen..


__ADS_2