Mendadak Selir

Mendadak Selir
17 : Membuat Obat dan Racun


__ADS_3

Xia Ming Yue membuka matanya, ia melihat Kaisar Xiowen perlahan lahan menutup matanya kembali..


"Semoga Yang Mulia, tidak melihatnya dengan jelas.."


Xia Ming Yue membuka baju Kaisar Xiowen, kemudian tubuh Kaisar Xiowen di baringkan dengan posisi tengkurap. Xia Ming Yue terkejut melihat luka Kaisar Xiowen yang sudah hilang. Luka luarnya menghilang hanya tinggal luka dalamnya batin Xia Ming Yue..


ia kembali membaringkan tubuh Kaisar Xiowen dengan posisi terlentang.


Pasti ini ada kaitannya dengan Klan Hitam, rasanya aku ingin membunuhnya batin Xia Ming Yue...


"Yang Mulia..." ucap seseorang yang tak lain adalah Selir Chu..


Selir Chu menghampiri Kaisar Xiowen, ia menatap tajam Xia Ming Yue kemudian tatapannya jatuh pada genggaman tangan Xia Ming Yue.


Selir Chu langsung memisahkan tangan Xia Ming Yue dengan Kaisar Xiowen secara kasar.


"Gara gara kamu Yang Mulia seperti ini.." bentak Selir Chu..


Plaakkk...


Xia Ming Yue menampar keras Selir Chu..


"Berninya, kamu menamparku di depan Yang Mulia.." bentak Selir Chu, ia memegang pipinya yang terasa panas..


"Itu pantas untukmu, kamu tidak memiliki kesopanan, Yang Mulia sedang sakit kamu malah berteriak,, prajurit !! seret Selir Chu keluar.." teriak Xia Ming Yue..


Kaisar Xiowen perlahan lahan membuka matanya, ia mendengar semua pertengkaran Selirnya..


Selir Chu menoleh, ia menatap Kaisar Xiowen yang membuka matanya, lalu mendekat..


"Yang Mulia, sudah sadar hamba sangat khawatir.." ucap Selir Chu menangis tersedu sedu..


Xia Ming Yue menoleh, ia menatap Kaisar Xiowen.


"Pergilah, aku tidak apa apa, aku butuh istirahat." ucap Kaisar Xiowen lemah.


"Tapi Yang Mulia..."


"Apa perlu aku menyuruh prajurit menyeret mu." bentak Xia Ming Yue..


Selir Chu menatap tajam Xia Ming Yue.. "Awas kamu.." ucap Selir Chu berlalu pergi..

__ADS_1


"Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue menatap khawatir Kaisar Xiowen..


Kaisar Xiowen yang melihat Xia Ming Yue khawatir ia tersenyum bahagia..


Lebih baik aku sakit saja, aku merasa bahagia jika ia khawatir..


"Dingin.." lirih Kaisar Xiowen, tubuhnya mulai kedinginan lagi..


Xia Ming Yue, langsung mencari selimut, ia menyelimuti tubuh Kaisar Xiowen yang menggigil..


Xia Ming Yue kalang kabut, ia tidak tau harus bagaimana lagi..


Selang beberapa saat Xia Ming Yue menemukan sebuah ide..


Tapi ia ragu melakukannya..ia menatap Kaisar Xiowen yang menggigil,,


Kemudian Xia Ming Yue, memasuki tubuhnya ke dalam selimut, memeluk Kaisar Xiowen begitu erat..


Xia Ming Yue menggenggam tangan Kaisar Xiowen, ia menyalurkan kehangatan pada tubuh Kaisar Xiowen.


Kaisar Xiowen menatap Xia Ming Yue, ia tersenyum, menaruh kepalanya di leher Xia Ming Yue..


Wajah Xia Ming Yue memerah,,


Beberapa saat kemudian, terdengar nafas teratur Kaisar Xiowen, Xia Ming Yue milirik mata Kaisar Xiowen,, Dengan hati hati ia bangun,, melepaskan genggaman tangannya.


Kaisar Xiowen membuka matanya..


"Jangan pergi, Yue'er.." lirih Kaisar Xiowen di bibir pucatnya..


Xia Ming Yue menghela nafas, ia kembali menggenggam tangan Kaisar Xiowen kemudian membaringkan tubuhnya..


Kaisar Xiowen tersenyum, ia memeluk erat Xia Ming Yue, seakan tidak ingin melepaskannya..


Xia Ming Yue mengelus kepala Kaisar Xiowen,, Kaisar Xiowen mendongak kan kepalanya..


"Terimakasih.." ucapnya kemudian memejamkan matanya..


Pada malam harinya,,


Xia Ming Yue berniat akan keluar istana, ia melepaskan pelukannya..

__ADS_1


Lagi lagi Kaisar Xiowen terbangun..


"Yue'er..."


Xia Ming Yue menoleh..


"Yang Mulia, tidurlah hamba masih ada urusan sebentar.." ucap Xia Ming Yue datar, ia keluar dari kediamannya..


Sampai di luar Xia Ming Yue melihat Jenderal Xi dan Pangeran Bai yang sedang berjaga..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Jenderal Xi menunduk hormat.


"Kakak ipar bagaiman keadaan Yang Mulia?" tanya Pangeran Bai khawatir..


"Yang Mulia sudah membaik, kalian berjaga disini aku akan keluar sebentar.." ucap Xia Ming Yue kemudian ia meleset pergi..


Pangeran Bai dan Jenderal Xi yang melihatnya sangat terkejut..


Xia Ming Yue menuju ke hutan ia mencari bunga wisteria dan jamur kuning serta bisa ular dan kalajengking...


Selang beberapa saat Xia Ming Yue langsung ke gua, setelah menemukan bahan yang ia cari..


Ia mengeluarkan Leo..


"Leo aku butuh api mu, untuk memanaskan racun ini.." ucap Xia Ming Yue..


"Ternyata Tuan tau juga agar racun itu lebih cepat membunuh orang dan orang yang menggunakan api ku juga bisa menjadikan obat.." ucap Leo..


"Benar Leo, jika cairan ini dicampurkan dengan pedang atau panah jika orang lain tidak meminumnya makan akan menjadi racun, tapi jika orang lain meminumnya maka akan menjadi obat." ucap Xia Ming Yue tersenyum sinis.


Kemudian Xia Ming Yue mencampurkan jamur kuning serta bunga wisteria,, setelah itu ia mengambil bisa ular dan kalajengking lalu memanaskannya dengan api Leo.


Setelah beberapa saat Xia Ming Yue menatap kendi yang telah mendidih,, ia menutup kendi tersebut kemudian menuju ke Kekediaman Kakek Ying..


Sampai disana ia memasuki ruang bawah tanah..


Tanpa basa basi Xia Ming Yue membuka penutup kendi tersebut.


"Lumuri pedang kalian dengan racun ini dan mulai sekarang kalian harus keluar berpatroli di Ibu Kota, lindungi semua orang.." perintah Xia Ming Yue dengan tegas..


"Dan minumlah racun itu, tubuh kalian harus kebal terhadap racun, ingat ! kalian harus menggunakan topeng.." perintah Xia Ming Yue..

__ADS_1


Para bawahnya mengambil secangkir racun yang di bawakan oleh Xia Ming Yue,, merekapun meminumnya,, suara teriakan terdengar di ruangan bawah tanah..


Setelah memberikannya Xia Ming Yue kembali membawa kendi tersebut, ia pulang ke istana.


__ADS_2