Mendadak Selir

Mendadak Selir
21 : Kembalinya Permaisuri..


__ADS_3

Sampailah Xia Ming Yue di sebuah kediaman, ia menatap di sekelilingnya yang sudah sepi..


"Apa ini tempatnya ?" tanya Xia Ming Yue..


"Benar, Nona.." jawab San.


"Baiklah, ayo kita cari kamarnya.."


Xia Ming Yue turun dari dahan pohon, di ikuti kedua pengawalnya.. ia mengintip setiap jendela.


Xia Ming Yue mengibaskan tangannya, memeberi kode bukan dia..


Sampailah di kamar ketiga, Xia Ming Yue tersenyum.. Perlahan lahan ia membuka jendela, ia masuk sendiri sementara kedua pengawalnya menjaga di luar..


Xia Ming Yue mendekati ranjang, ia tersenyum ternyata dirimu disini..


Permaisuri Lan Ning, merasa gelisah dalam tidurnya, ia bangun..


Tubuhnya gemetar ketakutan melihat Xia Ming Yue..


Permaisuri Lan Ning ingin berteriak, Namun Xia Ming Yue langsung membekap mulutnya.


"Tenanglah, jangan berteriak. Aku orang baik, aku di utus oleh Yang Mulia." ucap Xia Ming Yue.


Permaisuri Lan Ning mengangguk mengerti..Xia Ming Yue melepaskan tangannya di mulut Permaisuri Lan Ning..


"Permaisuri, aku datang kesini hanya menjalankan titah Yang Mulia, maka kembalilah ke istana.." ucap Xia Ming Yue dengan tegas.


"Tapi, itu tidak mungkin, Yang Mulia sudah menyakitiku, dia berjanji hanya aku seorang,, Tapiii.."


Permaisuri Lan Ning menutupi wajahnya yang mulai menangis..


Hiks hiks ...


"Aku sangat mencintai Yang Mulia.."


"Jika kamu mencintainya, maka jangan bodoh." bentak Xia Ming Yue..


"Tapii..."


"Kejadian dulu itu salah paham, Selir Xia tidak tidur dengan Yang Mulia, padahal kamu melihat jelas mereka tidak dalam keadaan telanjang, berarti mereka di jebak.." jelas Xia Ming Yue dengan tegas. "Dan kamu juga tau, aku sudah menemukan pelayan, dia di suruh oleh Selir Chu membuat Selir Xia Ming Yue tak sadarkan diri, dia juga menjebak Yang Mulia, jadi pulanglah jika kamu mencintai Yang Mulia.."

__ADS_1


"Tidak mungkin Selir Chu melakukan semua ini.."


"Jadi maksud mu, Selir Xia kegatelan ingin tidur dengan Yang Mulia.." bentak Xia Ming Yue mengepalkan tangannya..


Susah sekali meyakinkan Permaisuri ini batin Xia Ming Yue, mana urusan ku belum kelar..


"Apa lagi yang kamu pikirkan ? berfikirlah dengan baik, besok bawahan ku akan menjemputmu.." jelas Xia Ming Yue ia langsung meleset pergi..


Xia Ming Yue menuju ke hutan dekat gua, ia duduk termenung di dahan pohon..


"Nona, apa Nona yakin ?"


"Maksud mu..." tanya balik Xia Ming Yue ia melirik San yang duduk di dahan pohon di sampingnya..


"Apa Nona tidak merasakan sakit ?" tanya Yan


Degg..


Xia Ming Yue memegang dadanya, ia menghela nafas..


Hati ini sakit, karna pemilik tubuh sebelumnya..


"Bagaimana dengan latihannya ? jika kalian telah selesai mempelajari Kitab itu datanglah ke istana untuk melatih prajurit, jangan lupa suruh bawahan kalian menjemput Permaisuri Lan Ning." kata Xia Ming Yue datar ia meleset pergi menuju kediamannya.


Ke esokan harinya,,


Semalaman Xia Ming Yue hanya menopang dagu dengan duduk termenung..


"Xia'er..." sapa pelayan Fu, ia berlari menuju Xia Ming Yue..


"Ada apa Bibi ?" jawab Xia Ming Yue dengan wajah lesunya..


"Permaisuri Lan Ning sudah kembali, ia di antar oleh dua orang bertopeng, sungguh hebat orang bertopeng itu menemukan Permaisuri Lan Ning.."


Pelayan Fu menatap lekat Xia Ming Yue.


"Apa kamu takut ?" tanya pelayan Fu.


"Siapa yang takut Bi, ayo kita menyambutnya.." ucap Xia Ming Yue..


Sampai di aula istana,,

__ADS_1


Xia Ming Yue melihat Permaisuri Lan Ning berpelukan dengan Kaisar Xiowen..


Deg...


Xia Ming Yue menghentikan langkahnya, ia menelan ludahnya susah payah, tanpa di izinkan air matanya membasahi pipinya..


Xia Ming Yue memalingkan wajahnya, ia menghapus air matanya..


Air mata sialan, aku tidak mengizinkan mu keluar..


Xia Ming Yue menghampiri mereka yang masih berpelukan.


"Hormat hamba, Permaisuri.." ucap Xia Ming Yue menundukkan badan..


Permaisuri Lan Ning dan Kaisar Xiowen melepaskan pelukannya, mereka sama sama menatap Xia Ming Yue...


"Terimakasih, karna Permaisuri sudah kembali.." ucap Xia Ming Yue..


Permaisuri Lan Ning tersenyum, ia memeluk Xia Ming Yue..


"Selanjutnya, jangan pernah menggoda Yang Mulia, kamu tau Yang Mulia mencintaiku, bukan mencintaimu.." bisik Permaisuri Lan Ning..


Xia Ming Yue mengepalkan tangannya, ia menggertakkan giginya..


Dasar tidak tau malu, aku bersusah payah mencarimu,, tapi tidak tau berterimakasih,, rasanya aku ingin menyobek mulut mu...


Xia Ming Yue tersenyum sinis di balik cadarnya.


"Tenang saja Permaisuri, aku bukan perempuan murahan, sebaiknya Permaisuri berhati hati dengan Selir Chu.." ucap Xia Ming Yue dengan lembut.


"Baguslah, jika kamu sadar diri.." balas Permaisuri Lan Ning, tersenyum licik.


"Hormat hamba Permaisuri.." ucap Selir Chu menunduk hormat..


Permaisuri Lan Ning melepaskan pelukannya, ia memeluk Selir Chu dengan erat..


"Aku juga merindukan mu, Adikku.." balas Permaisuri Lan Ning..


"Selir Chu, aku sudah kembali. Jadi jaga sikap mu dihadapan Yang Mulia, aku tidak akan melepaskan siapapun yang mendekati Yang Mulia." ucap Permaisuri Lan Ning tersenyum sinis..


Selir Chu yang mendengarkannya, ia mengepalkan tangannya..

__ADS_1


__ADS_2