Mendadak Selir

Mendadak Selir
11 : Kemarahan..


__ADS_3

Kasim Mu yang mendengarkan penolakan dari Xia Ming Yue, ia sangat terkejut,, ia tidak percaya Xia Ming Yue menolak ajakan Kaisar Xiowen,, padahal dulu Xia Ming Yue selalu mengintip Kaisar Xiowen dari jauh. Berharap ia akan menoleh atau pun menyapanya. Namun kenyataanya sekarang berbanding balik..


"Tapi, Yang Mulia..."


Kasim Mu melirik Xia Ming Yue yang asik bercerita dengan Pangeran Bai.


Xia Ming Yue melirik Kasim Mu. "Kenapa masih disini ? sana cepat pergi.." bentak Xia Ming Yue menatap tajam..


Tatapan Selir Xia sangat menyeramkan batin Kasim Mu...


Ia menunduk hormat kemudian berlalu pergi..


Pangeran Bai menatap Xia Ming Yue, ia merasa heran akan sikap Xia Ming Yue yang menolak ajakan Kaisar Xiowen.


"Kakak ipar kenapa menolak ajakan Yang Mulia? bukankah Kakak dulu mengharap ajakannya.." tanya Pangeran Bai.


"Dulu aku memang mengharapkannya,, tapi aku bukan Xia Ming Yue yang dulu, yang rela mengemis cintanya. Hah, hidupku sudah cukup menderita, aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama." jawab Xia Ming Yue menatap Pangeran Bai.


Disisi lain..


Kasim Mu ragu ragu masuk ke ruang perjamuan untuk menyampaikan pesan Xia Ming Yue,, baru kali ini ia merasa masuk ke kandang singa yang siap menerkamnya kapan saja..


Kasim Mu menghembuskan nafas. ia masuk dengan tubuh gemetar..


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Kasim Mu menunduk hormat.


"Dimana dia ?" tanya Kaisar Xiowen datar.


Sementara Selir Chu keheranan, ia tidak tau siapa yang yang di cari Kaisar Xiowen.

__ADS_1


"Se,, Selir Xia menolak, Yang Mulia." jawab Kasim Mu terbata bata.


Braaakkk...


"Beraninya dia menolak ku.." ucap Kaisar Xiowen ia langsung pergi menuju kediaman Selir Xia..


Selir Chu yang melihatnya sangat terkejut, bahkan pertama kalinya ia melihat Kaisar Xuowen marah karna penolakan Selir Xia, setaunya ia tidak pernah mengajak Selir Xia untuk perjamuan.


Selir Chu langsung mengikuti Kaisar Xiowen..


Dari kejauhan Kaisar Xiowen melihat Selir Xia tertawa puas dengan Pangeran Bai, ia mengepalkan tangannya, menatap mereka dengan tajam...


"Yang Mulia telah tibaaa..."


teriakan sang Kasim menghentikan aktivitas Xia Ming Yue dan Pangeran Bai. Merekapun menoleh..


Semua orang yang berada di kediaman Xia Ming Yue terkejut dengan kedatangan Kaisar Xiowen.


"Aku ingin berbicara dengan Selir Xia.." ucap Kaisar Xiowen..


Merekapun menunduk hormat, meninggalkan Kaisar Xiowen dan Selir Xia kecuali Selir Chu yang hanya diam..


"Selir Xia, rupanya aku terlalu memanjakan mu. Beraninya kamu menolak undangan ku. Nyali mu sungguh besar Selir Xia, aku sudah berbaik hati mengundang mu." bentak Kaisar Xiowen menatap tajam Xia Ming Yue yang mengabaikannya.


"Yang Mulia, jangan memarahi Selir Xia seperti ini.." ucap Selir Chu memegang lengan Kaisar Xiowen, sementara di dalam hatinya ia tersenyum kemenangan.


"Apa kamu tidak pernah di ajarkan sopan santun, Hah. Pantas saja kamu bersedia menaiki ranjang ku, apakah dirimu semurah itu Selir Xia.." teriak Kaisar Xiowen, hatinya sangat marah ketika mengingat ia tertawa senang dengan Adiknya, Pangeran Bai.


Braakkk...

__ADS_1


Xia Ming Yue memukul mejanya, ia menatap tajam Kaisar Xiowen..


"Mohon tarik kembali ucapan Yang Mulia.." ucap Xia Ming Yue dengan suara penuh penekanan, ia menghampiri Kaisar Xiowen.


"Yang Mulia bilang, hamba murahan dan Yang Mulia bilang hamba tidak tau tata krama.." ucap Xia Ming dengan pelan, ia mengeplkan tangannya.


"Yang Mulia semenjak aku menikah dengan Yang Mulia, pernahkah Yang Mulia menginjakkan kaki di kediaman ku, bahkan Yang Mulia membuang ku, menaruh ku kediaman yang paling jauh, disini pun tidak ada penjagaan. Aku sangat tau tata krama tapi Yang Mulia lah yang mengubahnya dan perlu Yang Mulia ingat sewaktu dulu kita tidur di ranjang yang sama, apa Yang Mulia melepaskan pakain Yang Mulia? sama halnya dengan ku yang tidak melepaskan pakain ku.." teriak Xia Ming Yue ia menunjuk pada dirinya, ia mengingat tentang kejadian yang menimpanya melalui ingatan sebelumnya.


"Dan Yang Mulia, tidak menyelidikinya dengan jelas, bahkan karna pengakuan seorang pelayan saja Yang Mulia percaya, bisa saja pelayan itu di suap oleh seseorang. Benar Yang Mulia aku dulu mencintai Yang Mulia, tapi sekarang yang ada di dalam hatiku kebencian, kebencian dan kebencian.." teriak Xia Ming Yue menatap tajam Kaisar Xiowen, dadanya naik turun menahan amarah, ia meluapkan semua amarahnya..


Rasa sakit pemilik tubuh sebelumnya..


Kaisar Xiowen yang mendengarkan itu, ia langsung terkejut, ia mengingat kejadian sebelumnya jika pakaian yang ia gunakan dengan Selir Xia masih utuh.


Selir Chu yang mendengarkan Selir Xia ia mengepalkan tangannya, bagaimana jika semua kebenaran terungkap..


Kaisar Xiowen menatap lekat mata Xia Ming Yue, benar hanya ada kebencian di matanya. ia memalingkan wajahnya kemudian berlalu pergi.


Xia Ming Yue menatap tajam Selir Chu..


"Untuk apa masih disini? apa masih kurang menontonnya ?"


Selir Chu mengepalkan tangannya, ia menghampiri Xia Ming Yue kemudian mengayunkan tangan kanannya mengarahkan ke pipi Xia Ming Yue.


Dengan sigap Xia Ming Yue menangkap tangan Selir Chu,,


"Beraninya, kamu menyentuh pipi ku dengan tangan kotor mu.." bentak Xia Ming Yue, ia menghempaskan Selir Chu hingga terjatuh..


Ia menjambak Selir Chu.. "Pergi dari kediaman ku, sebelum kesabaran ku habis.." ucap Xia Ming Yue menatap tajam Selir Chu...

__ADS_1


Xia Ming Yue melepaskan jambakannya,, ia menghampiri jendela kediamannya, kemudian menatap keluar..


Awas saja aku tidak akan melepaskan mu batin Selir Chu menatap tajam Xia Ming Yue


__ADS_2