Mendadak Selir

Mendadak Selir
28 : Kata Maaf..


__ADS_3

"Nona, bukankah mereka orang yang akhir akhir ini di bicarakan oleh warga.." ucap pelayan Fu menatap Xia Ming Yue tanpa mengkedipkan matanya..


"Apa hubungan mu dengannya Xia'er ?" tanya pelayan Fu..


"Akulah yang memimpinnya Bibi.." jawab Xia Ming Yue dengan santai..


Pelayan Fu terkejut.. "Apa yang di bacarakan tentang Master itu adalah..."


"Aku, jadi aku mohon jangan beri tau siapa pun.." Xia Ming Yue menetap pelayan Fu ia dengan tatapan memohon dan menggenggam tangannya..


"Hah,, sebaiknya Bibi beristirahat.."


Xia Ming Yue menghindari pelayan Fu, ia takut pelayan Fu akan menanyakan nya lebih detail..


Xia Ming Yue mengantarkan pelayan Fu keluar kediamannya yang masih terkejut..


"Selamat malam Bibi.." Xia Ming Yue tersenyum kemudian menutup pintunya..


"Huft.. sebaiknya aku tidur saja.."


Xia Ming Yue langsung merebahkan tubuhnya.


San dan Yan keluar dari kediaman Xia Ming Yue, tanpa mereka sadari Jendral Yen melihat mereka..


"Bukankah itu..."


Karna penasaran, Jendral Yen mengikuti mereka...


"Tunggu..."


teriak Jendral Yen,, San dan Yan menoleh, mereka berhenti di salah satu dahan pohon.


"Ada apa ?" suara datar Yan membuat Jendral Yen gugup..


"Untuk apa kalian datang ke istana ? apa ada masalah ?"


"Hem, kami hanya menjalankan tugas dari Nona." jawab San..


San dan Yan saling menatap dan mengangguk kemudian berlalu pergi..

__ADS_1


"Sudahlah, biarkan saja yang penting mereka tidak melakukan apa apa.." ucap Jendral Yen, ia kembali ke istana..


Ke esokan paginya..


Xia Ming Yue bersiap siap, ia menggunakan hanfu ungu dan cadarnya.


Selesai bersiap siap, Xia Ming Yue menaiki tandu menuju aula istana...


"Selir Xia Ming Yue telah tibaa...."


teriakan sang Kasim membuat para pejabat menoleh,, mereka merasa heran apa yang di lakukan oleh Selir Xia..


Para pejabat pun saling berbisik bisik..


Xia Ming Yue berjalan dengan anggun dan penuh wibawa, Kaisar Xiowen tersenyum, ia menyodorkan tangannya menarik Xia Ming Yue menaiki tangga singgasanahnya..


"Ampun Yang Mulia, kenapa Selir Xia berada disini ? bukankah ini tidak sopan.." ucap salah satu Pejabat Keuangan.


"Aku yang mengundangnya.." jawab Kaisar Xiowen datar..


"Tapi Yang Mulia...."


Pejabat itupun menunduk ketakutan..


Cih, Pejabat sombong seperti mu tidak akan lama di sini..


"Maaf Yang Mulia, jika hamba mengganggu acaranya.." ucap Xia Ming Yue..


"Tidak apa apa.."


"Dan untuk masalah pajak, Selir Xia memiliki sebuah ide dan aku rasa kalian juga harus tau, untuk itu aku mengundangnya kesini." ucap Kaisar Xiowen..


"Yang Mulia, sebaiknya kita harus menaikkan pajak.." usul Pejabat keuangan.


"Tidak, sama saja kita menyulitkan rakyat kecil.."


"Lalu apa yang harus kita lakukan Selir Xia ?"


*Selir bodoh seperti mu tidak akan tau caranya..

__ADS_1


Xia Ming Yue tersenyum sinis, sepertinya dia ingin memojokku*..


"Kasim Mu.."


"Hamba Yang Mulia.." ucap Kasim Mu menunduk hormat..


Xia Ming Yue melepaskan semua perhiasannya,, Kaisar Xiowen dan para Pejabat kaget..


"Yue'er apa yang kau lakukan?"


Kaisar Xiowen menatap Xia Ming Yue yang melepaskan gelang giok nya..


"Yang Mulia, hamba tidak pantas hidup enak di atas rakyat kecil. Hamba sarankan lebih baik bagi para bangsawan membayar pajak lebih sedangkan rakyat kecil membayar pajak semampunya dan untuk harem sebaiknya mengambil bulanan separuhnya saja.." tutur Xia Ming Yue, ia menunduk hormat pada Kaisar Xiowen..


Pejabat yang mendukung Selir Xia Ming Yue, ia tersenyum..


Kita tidak salah mendukung Selir Xia, karna pada akhirnya Selir Xia Lah yang mendapatkan dukungan Kaisar Xiowen..


"Hamba setuju dengan Selir Xia Ming Yue, Yang Mulia.." ucap salah satu Pejabat menunduk hormat..


Para Pejabat lainnya saling menatap, merekapun menunduk mengiyakan usulan Xia Ming Yue...


"Baiklah, rapat hari telah selesai.."


tegas Kaisar Xiowen, ia menggenggam tangan Xia Ming Yue,, para Pejabat pun menunduk hormat..


Sampai di luar..


Xia Ming Yue melepaskan tangan Kaisar Xiowen...


Kaisar Xiowen menghentikan langkahnya, ia menatap tangannya yang dilepaskan oleh Selirnya.


"Ada apa Yue'er ? apa kau tidak suka aku menggenggam tangan mu ?" Kaisar Xiowen menatap Xia Ming Yue...


"Bukan begitu Yang Mulia, hamba merasa tidak enak.." ucap Xia Ming Yue dengan senyum terpaksanya..


Tangan Yang Mulia sangat hangat, bahkan aku enggan melepaskannya. Tapi aku tidak bisa hidupnya sudah terlalu menderita batin Xia Ming Yue..


"Baiklah, Yang Mulia. Hamba undur diri.." Xia Ming Yue menunduk hormat, sebagai tanda pamit undur diri...

__ADS_1


Yue'er sampai kapan kau akan menghindariku, apa tidak ada kata maaf batin Kaisar Xiowen...


__ADS_2