Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Orang Asing


__ADS_3

Satu minggu berlalu.


Semenjak Nadia memilih meninggalkannya, Alam memutuskan untuk mengundurkan dirinya dari perusahaan DANTA dengan alasan ia tak ingin meninggalkan anaknya terlalu lama.


Karena memang sejak di tinggal sang ibu, Alfaro, bocah laki laki berumur dua tahunan itu sering rewel saat diasuh babysiternya. Ia lebih memilih di temani sang ayah setiap harinya.


Sebenarnya memang sudah aturan di perusahaan itu untuk mengganti seseorang yang sudah berkeluarga dengan laki laki yang masih single.


Namun di luar dugaan, Tuan Dante malah menjadikannya sebagai pengawal pribadi dan supir untuk Rayya. Sementara Boy, ia di tugaskan untuk menjadi keamaan di perusahaan DANTA.


Sementara tugas mereka sudah digantukan dengan para pekerja baru yang sudah sangat terdeteksi kemanpuan penelitian dan pengintaiannya.


Karena memang belum memiliki pandangan pekerjaan lain, akhirnya dengan senang hati, Alam pun menerima tawaran itu.


"sayang.. apa kau yakin akan menjadikan Alam sebagai sengawal putri kita?" tanya Nata pada suaminya yang tengah asik duduk di kursi ternyamannya.


"tentu saja"


"tapi aku takut kalau__"


"sudahlah sayang, jangan memikirkan hal yang aneh aneh. Percayalah padaku. Putri kita tak akan mengejarnya lagi. Putri kita itu sangat cantik, dia butuh di perjuangkan. Bukan memperjuangkan. kau mengerti?"


"iya kak.. aku mengerti"


Saat Nata hendak meninggalkan Dante, pergelangan tangannya langsung di cekal oleh suaminya. Ia lantas di tarik hingga jatuh ke pangkuan suaminya itu.


"aw! sayang apa yang kau lakukan?"


"kenapa? aku tak melakukan apa apa. Aku hanya ingin memeluk istriku. apa salah?"


"tidak ada yang salah. tapi kakak terlalumengagetkanku. Bagaimana kalau aku tiba tiba terkena serangan jantung? aku bisa mati dan pasti kkak akan menikah lagi dengan wanita yang masih muda"


"tentu saja"

__ADS_1


Mendengar jawaban Dante, seketika mata Nata membulat sempurna dan melotot tajam pada suaminya.


Nata marah dan hendak berdiri dari pangkuan Dante. Namun secepat kilat Dante malah menahan pinggang istrinya agar tetap tenang di pangkuannya.


"kenapa? apa kau marah?"


"tidak"


"jujurlah"


"aku tidak marah, aku hanya tak menyangka bahwa cintamu tak sebesar yang aku bayangkan"


Dante meraih dagu Nata, mengecup bibirnya sekilas.


"sayang, dengarkan aku, tak akan pernah ada wanita lain selain dirimu. Hanya kamu yang akan aku cinta sampai akhir hidupku"


"kak, kau?"


"tentu saja aku hanya bercanda. Aku sangat menyukai wajahmu yang sedang menahan amarah. terlihat sangat sexy" bisik Dante yang membuat Nata meremang.


(othor gak tau ya mereka mau ngapain lagi? karena othor takut hilaf kalau nemenin kegiatan mereka sampai selesai, hehe.. )


Sementara Rayya, ia masih duduk dan berdiam diri di kursi belakang kemudi. Ia masih bingung dengan sikap sang ayah yang memintanya untuk tak berdekatan dengan Alam.


Jika ayah tak mengijinkanku dekat dengan om Alam, mengapa ayah malah menjadikan om Alam pengawal pribadiku? Bagaimana bisa aku jauh jika setiap saat aku selalu bersamanya? Ayah benar benar aneh!?


Begitupun dengan Alam, ia pun merasa canggung berdua dalam mobil seperti ini dengan nona mudanya setelah satu minggu itu ia libur dan tak bertegur sapa dengan Rayya.


"om.. om boleh pulang dulu, nanti jemput aku jam dua siang ya"


"tidak nona, saya akan menunggu nona disini"


"baiklah, terserah om saja"

__ADS_1


Rayya pun segera masuk ke kampus. Sementara Alam terus menunggu hingga jam kuliah selesai. Begitulah rutinitas mereka setiap harinya.


Hampir satu minggu ini Rayya tak menunjukkan sikap agresifnya pada Alam. Padahal nonanya itu sudah beberapa kali ikut pulang kerumahnya dan menghibur Alfaro. Putranya juga sangat menyukai Rayya. Mereka bahkan sudah terlihat akrab satu sama lain.s


Hal itu tentu membuat Alam merasa ada yang aneh dengan sikap Rayya. Baik dan perhatian pada Alfaro, namun tidak dengannya. Entah mengap Rayya sedikit cuek kepada Alam.


Alam mengerutkan keningnya saat melihat Rayya keluar kampus bersama dengan seorang lelaki muda dan tampan. Rasa penasaran pun mulai singgah di hati Alam. Namun sekuat apapun penasaran itu hadir, Alam tak mungkin berani bertanya.


"silahkan nona" Alam membukakan pintu mobil untuk Rayya


"om, maaf ya, aku gak pulang bareng om dulu. Aku mau pergi sama dia"


"pergi? pergi kemana nona?"


"aku mau ke mall, ada sesuatu yang mau aku beli"


"saya bisa mengantarkan nona kesana"


"tidak perlu, aku ingin pergi dengannya"


"tapi, bagaimana kalau tuan besar marah?"


"tidak akan. Aku sudah meminta ijin sama ayah"


Alam terdiam seolah tak percaya.


"kalau om tak percaya, om bisa bertanya pada ayah sekarang"


Dan benar saja, Alam langsung menghubungi tuan Dante. Ia begitu terkejut saat tuannya malah mengiyakan permintaan Rayya.


Dan akhirnya, mau tak mau Alam harus mengalah dan membiarkan Rayya pergi bersama laki laki yang baru pertama kali ia lihat itu.


Alam menatap kepergian mobil itu dengan hati yang sedikit emosi. Ia tak habis pikir, bisa bisanya tuan Dante membiarkan nona di bawa pergi oleh orang asing. begitulah yang ada dalam pikiran Alam saat ini.

__ADS_1


.


.


__ADS_2