
Alam yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya langsung memutuskan untuk pulang ke rumah. Tiga hari tak bertemu dengan sang putra membuatnya begitu rindu ingin segera bertemu.
Selain merindukan sang putra, Alam jiga sangat merindukan kekasihnya. Tiga minggu tak bertemu dengan Rayya membuat Alam begitu kelabakan. Ia bahkan tak bertukar kabar apapun dengan kekasihnya itu.
Alam begitu senang sudah menyelesaikan tugas dari Dante, sekarang tinggal selangkah lagi untuk menyelesaikan tugas yang kedua. Setelah itu ia akan mendapatkan cinta dan restu seutuhnya.
Ya, awalnya Dante hanya menyuruh Dante untuk pergi ke kota S dan menggantikannya memimpin rapat penting. Dante memberikan tantangan pada Alam untuk memenangkan tender yang sedang diadakan.
Dante hanya memberikan waktu satu minggu pada Alam untuk mempelajari semua berkasnya dan ia harus memenangkan proyek besar bernilai miliaran itu.
Karena Dante yakin, Alam tak pernah sekalipun berurusan dengan perusahaan besar, apalagi tentang berkompetisi dalam persaingan bisnis. Dante yakin Alam hanya mamiliki kemampuan untuk mengintai orang saja.
Namun yang terjadi benar benar diluar dugaan Dante, ternyata Alam mampu menyelesaikan tugas yang di berikannya hanya dalam waktu empat hari.
Dante benar benar tak menyangka jika Alam mampu menyelesaikan tugas darinya secepat itu. Dan karena dirasa terlalu cepat, Dante meminta Alam untuk menyelidiki kekasih putri keduanya, Alam harus sendiri tanpa bantuan orang lain termasuk Boy. Dan Alam pun menerima tugas itu dengan senang hati.
"apa kau sudah menyelesaikan semuanya?" tanya Dante pada Alam yang saat ini berada di depannya
"sudah tuan"
"apa hasilnya?"
"laki laki yang nona Ryana akui sebagai kekasih adalah musuh nona sejak ia masih bersekolah dulu"
"musuh?"
__ADS_1
"ya tuan"
Dante tersenyum smirk mendengar keterangan dari Alam. Sepertinya ia memiliki rencana tersendiri untuk putri keduanya itu.
"baiklah, karena semua persyaratan yang aku berikan padamu sudah terlaksana, sekarang, kau boleh mempersiapkan acara pertunangan kalian"
"terimakasih tuan"
Akhirnya Alam berhasil menyelesaikan dua tugas yang diberilan oleh tuannya itu. Kini tinggal satu minggu lagi ia bisa bertemu dengan kekasihnya.
Setelah mengurus semua acara pertunangannya, Barulah Alam boleh menemui Rayya. Karena salah satu syarat yang daiajukan Dante adalah Alam tak boleh menemui Rayya dulu. Meski dalam keadaan mendesak sekalipun. Begitulah persyaratan dari Dante.
Setelah sampai di rumah, Alam menyuruh babysiter untuk beristirahat. Dan saat Alam sedang asik bermain dengan putranya, tiba tiba saja muncullah sosok wanita yang sudah menghianatinya.
"Nadia.. mau apa kau datang kemari?"
"jangan memanggilku sayang. Karena kau sudah haram bagiku"
"maafkan aku"
"lalu untuk apa kau kemari?:"
"aku hanya ingin beremu dengan putra kita"
"pergilah! Dia tak membutuhkanmu"
__ADS_1
"tapi aku ibunya"
"ya, kau adalah ibu yang tega meninggalkan anaknya hanya demi seorang laki laki yang kau jadikan selingkuhanmu"
"tapi aku sudah menyesal"
"kau menyesal karena kau audah di buang oleh kekasih gelapmu itu kan?"
Nadia terdiam. Ia tak mampu lagi menjawab karena semua yang dikatakan Alam adalah suatu kenyataan yang ia dapatkan.
"jadi untuk apa kau kemari? kau tidak ada gunanya! pergi sekarang juga!"
"tapi"
"cepat pergi atau aku seret paksa kaubkeluar dati rumah ini"
Nadia kalah. Ia pun menuntun langkahnya keluar Namun saat beberapa langkah ia lalui, terdengar suara Alfaro tengah memanggilnya.
"ibu..."
Nadia menoleh, ia memeluk sang putra begitu erat. Menumpahkan rindu yang benar benar ia rasakan selama pergi dari kehidupan suami dan putranya terdebut.
Alam hanya bisa menghela nafas berat saat Alfaro meminta sang ibu untuk ikut bermain bersama mereka. Awalnya Alam menolak, namun karena sang putra terus mendesak dan bahkan merengek serta menangis, akhirnya mau tak mau Alam pun menuruti pernintaan Alfaro.
Selama bermain, Alam hanya diam menyaksikan interaksi antara ibu dan anak itu. Benar benar mengharukan, pikirnya.
__ADS_1
Permainan selesai. Nadia pamit untuk pulang. Namun saat beberapa langkah, Nadia tersandung dan jatuh. Beruntunglah Alam sigap untuk menangkap Nadia dalam pelukan.