
Area 21+
Harap bijak dalam memilih bacaan
"ha.. ha.. ha.."
Saat Alam sibuk membuka minyak angin, tiba tiba suara tawa seorang wanita menggema di seluruh ruang kamar ini.
"sayang? kau sudah sadar?" ucap alam sembari menyodorkan minyak kayu putih di depan hidung Istrinya
"hubby, jangan dibuka, aku tak menyukainya"
"kenapa kau tertawa? apa kau sengaja berpura pura pingsan?"
"ya, aku hanya berpura pura"
"kenapa?"
"ya karena aku tak tahan dengan sensasi geli itu hubby. kau terlalu lama memainkan telingaku. Aku sudah hampir mati kegelian, kau malah tak kunjung menyudahinya"
"maaf sayang, aku terlalu bersemangat"
"baiklah, tak apa"
"kalau kau tak apa apa, berarti kita bisa melanjutkan olahraga kita kan?"
"tentu saja"
Mendapat lampu hijau dari sang istri, Alam pun segera melancarkan aksinya. Ia langsung membuka semua pakaian yang melekat di badannya hingga tak satupun helai benang yang menempel di tubuh kekar itu
Alam menuntun tangan sang istri untuk memegang samurai miliknya
"ah.. hubby, mengapa panjang sekali?"
"yang panjang ayang akan memuaskan sayang"
"aku takut"
"kita coba saja dulu"
Alam segera membuka kain segitiga yang menempel pada tubuh Rayya. Satu satunya kain penghalang itu sudah terbuang entah kemana. Kini Rayya juga sama sama tak mengenakan apapun.
Alam membaringkan Rayya dan menundukkan kepalanya di depan area inti kewanitaan milik istrinya tersebut.
__ADS_1
"hubby, apa yang kau lakukan?" Rayya menutup kembali kaki yang sempat terbuka tadi
"jangan di tutup sayang, aku akan mengecek dulu seberapa lebar gua yang akan aku masuki"
"hubby, kau pikir aku ini apa? rumah persinggahan? jangan di cek keadaannya dong, kan aku malu"
"sebentar saja sayang, aku akan membuatmu rileks agar kau tak merasa kesakitan nanti"
Rayya sibuk menutup kaki, dan Alam sibuk membuka kaki istrinya. Hingga keduanya saling tarik menarik lutut Rayya.
"sayang.. kita ini jadi olah raga gak sih? aku sudah lelah ini, kalau sampai akubkehabisan tenaga, akubtak akan bisa memberimu malam pertama"
"jangan dong hubby.. kau harus memberiku malam pertama yang dahsyat dan tak terlupakan"
"baiklah, kalau begitu, menurutlah!"
Rayya hanya mengangguk dan menurut. Ia membiarkan Alam membuka kakinya kembali. Ia pin menikmati saat jari jemari tangan Alam mulai memijat pangkal pahanya.
Pijatan pelan yang sesekali ujung jari Alam sengaja ia sentuhkan pada area pribadi Rayya. Ia sengaja melakukan pemijatan ringan agar istrinya itu merasa rileks.
"bagaimana sayang? enak kan pijatanku?"
"ya, sangat enak. Tapi.."
"tapi apa?"
"sayang.. awas ya kalau kau sampai kesana. Jangankan kesana. Akupun tak akan membiarkanmu membayangkannya"
"tidak hubby, asal kau mau menjadi tukang pijat plus plus ku"
"aku akan memijatmu setiap malam"
ah....
Rayya mendesah pelan saat Alam mulai memasukkan satu jari kedalam inti tubuhnya. Mengorek ngorek isi dalam gua yang tak berumput itu.
Rayya hanya mampu menggeliat saat fungsi jemari itu telah digantikan dengan lidah suaminya.
Ternyata sangat nikmat
"Tahan ya" ucap Alam sembari menuntun kepala samurai memasuki gua kecil itu.
"ahh.. hubby, ini sakit sekali"
__ADS_1
"tahan sayang, sebentar lagi akan masuk"
"iya" lirih Rayya sembari menahan rasa sakit akibat pemaksaan masuk sang samurai
Ini benar benar sempit
Alam terus berusaha hingga akhirnya ia pun berhasil membobol gawang selaput dara sang istri. Lelehan darah segar merah muda pun langsung mengalir dari gua tersebut.
Alam tahu jika sang istri pasti sedang merasakan perih dan sakit. Maka dari itu Alam pun membiarkan Rayya mencakar punggungnya saat ia memaksa masuk ke dalam gua itu.
Perlahan, Alam mulai memaju mundurkan tubuhnya seirama dengan hentakan yang ia lakukan. Ia benar benar melakukannya perlahan demi memvuat sang istri nyaman.
Rayya yang awalnya merasa sakit, kini berubah menjadi nikmat yang tak tertahan. Merasa pergerakan sang suami yang begitu lemah, ia pun membalikkan posisi menjadi terbalik.
Ya, kini Rayya yang berada diatas tubuh Alam. Ia bergantian menghentak sang suami dengan cepat. Semakin cepat, hingga dirinya merasakan ada yang aneh lalu menghentikan aksinya.
"sayang, kenapa berhenti?" tanya Alam penasaran
"hubby, aku merasa aneh dengan tubuhku. Aku seperri ingin pipis. Aku ke toilet dulu ya"
"tidak peelu ke toilet sayang, kau bisa membuangnya langsung"
"tapi kan air seni itu kotor hubby?"
"kau itu bukan ingin pipia sayangku, kau hanya akan meraskan ******* dari permainan ini"
"benarkah?"
"ya.. jadi ayo lanjutkan"
"baiklah" Rayya pun memulai kembali aksinya. Ia benar benar mendengarkan dan melaksanakan ucapan sang suami.
Ia terus mendorong keras tanpa menghiraukan jika dirinya kini sudah mulai merasakan denyutan kuat di area inti tubuhnya.
Dan benar saja, beberapa detik kemudian Rayya mendapatkan pelepasannya. Ia menggelinjang diatas tubuh Alam.
Ini benar benar nikmat sekali..
"apa kau sudah selesai sayang?"
"ya"
"baiklah, sekarang giliranku"
__ADS_1
.
.