Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Salah Paham


__ADS_3

Hari berganti hari, sudah seminggu ini Rayya selalu menghindari Alam. Semenjak ia melihat Alam dan Nadia masih berhubungan setelah bercerai, Rayya menjadi tak respek lagi dengan om kesayangannya tersebut. Mungkin karena luka hati yang ia rasa sudah terlalu mendalam dan perih.


Sementara Alam, ia dibuat seribu bingung dengan tingkah sang tunangan. Dulu, Rayya selalu mengejarnya bahkan saat cintanya pun selalu ia tolak. Selalu memperjuangkan cintannya meski dilarang pula oleh sang ayah.


Tapi saat cinta sudah terbalas dan ia pun sudah mengantongi restu sang ayah, mengapa dirinya berubah?


Entahlah, Sampai saat ini Alam pun tak tahu apa yang membuat kekasihnya itu berubah.


Alam yang baru saja pulang dari luar kota untuk mengurus perusahaan Dante yang telah diamanahkan padanya pun sengaja mendatangi apartemen Rayya siang itu.


Ya, Karena saat Alam kerumah Rayya tadi, orang tuanya mengatakan Rayya sering pulang ke apartemennya seminggu ini.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di apartemen mewah Rayya. Alam segera memencet bel apartemen. Dan tak berapa lama kemudian, pintu apartemen pun terbuka.


Saat melihat Alam yang berdiri di depan pintu, Rayya pun segera masuk dan menutup pintunya kembali. Namun belum sempat pintu itu tertutup sempurna, dengan gerakan cepat, Alam segera menerobos masuk terlebih dahulu.


"om Alam.. ngapain om ikut masuk ke dalam?"


"kenapa? aku hanya ingin masuk dan berada di dalam sini bersama tunanganku. apa itu salah?"


"ya, salah besar! karena aku tak pernah menganggapmu sebagai tunanganku"

__ADS_1


Setelah mengatakan satu kalimat yang cukup tajam, Rayya pun berlalu meninggalkan Alam yang masih berdiri membeku dan tercengang di tempatnya.


Namun saat beberapa langkah Rayya melewati tubuh Alam, dengan sigap Alam langsung menggenggam pergelangan tangan Rayya dan menarik tangan itu hingga membuat tubuh Rayya menubruk dada bidangnya.


Rayya terus memberontak kala tangan kekar Alam semakin erat memeluknya. Ia bahkan terus memukul mukul dada itu. Namun apa yang dilakulannya tak kunjung membuat Alam melepaskan pelukannya.


"lepaskan aku!" sentak Rayya sembari terus memberontak


"aku tak akan melepaskanmu sebelum kau mengatakan mengapa kau merubah sikapmu padaku"


"bukan aku yang merubah sikapku om! tapi kau! kaulah yang membuat sikapku berubah! kau pula yang membuat aku merubah sikapku menjadi seperti ini padamu!"


Alam sedikit mengurai pelukannya. Tercengang? jelas.


Alam menatap lekat mata Rayya. Mata indah yang kini terlihat mulai memerah dan berair. Perlagan tangan Alam mulai melepaskan pelukannya. Ia berpindah menangkup pipi Rayya dengan lembut.


"sayang.. katakanlah apa salahku? apa yang membuatmu berubah? Apa yang membuatmu bersikap dingin padaku? Apa kau tak tahu? Aku sangat menantikan momen ini. Momen dimana kita bisa bersatu meski masih dalam ikatan pertunangan. Aku sangat bahagia akhirnya aku bisa mendapatkan restu orang tuamu sayang..."


"Kenapa om harus membohongiku dengan berpura pura mencintaiku? Apa om tau, di bohongi itu rasanya lebih menyakitkan dari pada di tolak" Rayya menampik tangan Alam yang masih setia menggenggam pipinya.


"sayang, apa maksutmu? aku tak pernah membohongimu! aku bahkan sekuat tenaga berjuang memenuhi syarat dari ayahmu untuk bisa segera bersatu denganmu tanpa harus menyembunyikan lagi hubungan kita pada semua ornang"

__ADS_1


"bohong! kau benar benar pembohong yang sangat handal om! disini kau mengatakan cinta padaku seolah olah aku ini wanita yang sangat beruntung da berharga untukmu. Tapi apa nyatanya? disana kau pun melalukan hal yang sama pada wanita lain"


"Sayang, apa maksutmu? aku tak pernah membohongimu. Aku juga tak pernah melakukan hal apapun pada wanita lain seperri apa yang kau tuduhkan itu. Aku sangat mencintaimu. Hanya kau wanita terakhir yang ku pilih menjadi sandaran cinta terakhirku"


"stop! jangan bicara cinta lagi! Aku tak mau mendengar apapun tentang itu! Lebih baik om kembali pada wanita yang pernah mengisi hidup om dulu! Lebih baik om kembali padanya sebelum hatiku semakin terluka karena penghianatan cinta om! Aku akan menata hatiku kembali seperti semula"


"Nadia maksut kamu?" lirih Alam


"ya, bukankah hanya dia wanita yang kau cinta? Bahkan saat dia meninggalkanmu pun kau masih sangat mencintainya"


"jangan berasumsi sendiri, kata siapa aku masih mencintainya?"


"tanpa berkata pun sudah jelas terlihat dari sikap om yang sangat baik padanya. Bahkan ketika dia kembali, dengan senang hati om dapat menerima dirinya lagi. Om bahkan lupa tentang penghianatan yang dilakukannya pada om"


"sayang dengarkan aku! aku tak pernah melupakan apa yang dia lakukan padaku. Aku bahkan tak pernah menyimpan rasa apapun lagi padanya kecuali rasa benci. Jika kau menganggap aku menerima dirinya hanya karena saat itu kau melihat kami bersama, itu semua tidaklah benar! itu salah besar! Karena yang terjadi sebenarnya adalah aku tak bisa mengusirnya karena Alfaro yang meminta dia tetap berada disana"


"kalau memang yang terjadi seperti itu, mengapa om malah memeluk mesra kak Nadia waktu itu?"


"aku tidak memeluknya sayang! Waktu itu Nadia hendak pulang, tapi dia tersandung dan terjatuh tepat di depanku. Aku hanya membantunya sayang, tidak lebih"


"benarkah?"

__ADS_1


"tentu saja, aku berani bersumpah demi apapun"


Rayya seketika tersenyum mendengar penjelasan dari Alam. Entah mengapa hatinya mendadak nyaman dan senang akan pengakuan dari laki laki yang sangat ia cintai tersebut.


__ADS_2