Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Melahirkan


__ADS_3

Beberapa bulan mereka lalui dengan kebahagiaan. Dan pada malam ini juga, Rayya sedang berada di ruang bersalin.


Gadis cantik itu sedang berpolah tak karuan saat ia merasakan beberapa kontraksi hebat di dalam perutnya.


"ahh.. sakit hubby" Rayya mencengkeram kuat lengan suaminya.


"tahanlah sayang, kau pasti bisa, demi anak kita, buah cinta kita"


"mana ada buah cinta, ini itu buah ****** hubby"


Alam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dengan jawaban spontan dari sang istri. Ia malu para beberapa dokter dan perawat yang sedang mempersiapkan persalinan Rayya. Karena sejak tadi mereka semua hanya senyum senyum pada tingkah Rayya yang sejak tadi mengomel tak henti hentinya.


"hubbyy.. ini sangat sakit sekali"


"bertahan ya sayangku"


"tahan tahan, mana bisa di tahan, coba aja pas bercinta hubby tahan pas cairan hubby mau keluar? bisa gak?"


"sayang.. bisa gak bicaranya di pelankan sedikit?"


"kenapa?"


"malu sayang"


"biarkan saja, mereka juga tau kok kalau melahirkan itu rasanya sakit. Iya kan dokter?"


Dokter perempuan itu hanya mengangguk dan tersenyum


"ahh.. hubby, sakiiitt.. rasanya perutku sangat mules"


"iya sayang.. aku tau"


"tau dari mana coba? memangnya hubby pernah merasakan melahirkan? tidak kan?"


oh my god! salah lagi, sabar.. sabar..


"hubby! kenapa diam? apa hubby sudah bosan denganku? hubby, kau jahat sekali! aku bahkan belum mengeluarkan anakmu, tapi kenapa kau sudah bosan dulu denganku? bagaimana kalau nanti aku sudah melahirkan dan badanku membengkak? pasti hubby akan meninggalkanku kan? pasti nanti hubby akan__"


cup


Alam tak menyahut ucapan istrinya yang berlebihan itu. ia lebih memilih membungkam bibir Rayya menggunakan bibirnya.


Ia bahkan tak menghiraukan jika saat ini dirinya tengah menjadi tontonan pada dokter dan perawat yang ada di dalam sana.


Yang Alam pikirkan saat ini adalah bagaimana agar bibir istrinya itu berhenti mengomel dan meracau tidak jelas.


Dan benar saja, Rayya seketika bungkam. Pipinya bersemu merah bak kepiting rebus. Ia bahkan tak berani menatap sekeliling karena perlakuan suaminya yang istimewa tersebut.


Dan beberapa detik kemudian, Kontraksi dalam perut Rayya semakin terasa kencang. Hingga seluruh dokterpun mulai bertindak.


"tunggu tunggu!" seru Alam pada salah satu dokter laki laki

__ADS_1


"ada apa tuan?"


"apa kau juga ikut menangani istriku lahiran?"


"tentu saja"


"tidak boleh!"


"hah??" semua orang yang ada disana tercengan menatap Alam.


"kenapa kalian menatapku seperti itu? tentu saja aku tidak memperbolehkannya ikut menangani istriku, dia itu laki laki"


"memangnya kenapa tuan? dokter ini adalah spesialis kandungan terkenal. Kita sengaja datangkan dari luar kota hanya untuk memenuhi permintaan tuan yang menginginkan yang terbaik untuk istri anda?" tanya salah satu


"ya, tapi harus dokter perempuan! aku tak mau jika laki laki. titik!"


"baiklah"


Akhirnya mau tak mau, dokter laki laki itu pun harus keluar dari ruang bersalin dan digantikan oleh dokter perempuan.


oooeee.. oooeee...


Akhirnya setelah melewati proses yang panjang dan cukup melelahkan, lahirlah seorang bayi laki laki tampan dan sehat.


"terimakasih sayang" Alam mengecup kening Rayya dalam.


"aaww.. hubby, perutku sakit lagi"


"maaf tuan, sepertinya nona akan melahirkan bayi yang ke dua"


"sekarang?"


"tentu saja"


"apa tidak bisa di tunda besok saja dok? kasihan istri saya, dia sangat kelelahan"


"aaahhh sakit" teriak Rayya sembari mencengkeran lengan Alam


Dokter langsung menangani Rayya. Kontraksi yang sering terjadi menandakan bahwa sang bayi ingin segera dikeluarkan dari perut ibunya


Rayya begitu kesakitan. Ia terun mencengkeram lengan sang suami. Bahkan kuku kukunya tengah menancap tajam pada kulit Alam.


Ia benar benar mengeluarkan kekuatannya, mengejan dengan sekuat tenaga, mendorong sang bayi agar cepat melihat indahnya dunia.


Oeee.. Oeee..


Tangis lembut terdengar dari bayi perempuan yang baru saja di keluarkannya.


Dan setelah kedua bayi itu di bersihkan. Perawat memberikannya pada sepasang suami istri tersebut.


Bayi laki laki di gendong oleh Alam dan bayi perempuan di dekap oleh Rayya. Seketika itu juga Rayya manangis tersedu.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kau menangis?"


"hubby, aku sangat bahagia, akhirnya aku menjadi seorang ibu yang sempurna"


"aku juga, aku sangat bahagia akhirnya aku bisa memiliki keturunan dari wanita yang sangat aku cintai. Terima kasih sayang"


Saat sepasang suami istri sedang dalam suasana haru, tiba tiba saja pintu ruang rawat terbuka.


"ayah.. bunda" lirih Rayya


Nata dan Dante pun mendekat, memeluk dan mencium sang putri dengan penuh kelembutan.


"selamat ya sayang, ku sudah menjadi seorang ibu sekarang"


"iya bunda, Rayya sangat bahagia"


"Alam"


"ya ayah" sahut Alam masih merasakan canggung saat harus memanggil ayah pada Dante


"Terimakasih ya, kua sudah memenuhi keinginan ayah. Kau bahkan memberikan ayah dua cucu sekaligus"


"iya ayah, semua ini sudah takdir, mungkin Tuhan telah memberikan kepercayaan dua malaikat kecil pada kehidupan kami"


"haii semua.." suara seorang wanita cantik tengah membuyarkan suasana haru dalam ruangan itu


"Ryana? jadi perempuan itu harus sopan sedikit dong!"


"maaf Bunda, aku sangat bersemangat untuk melihat keponakanku" "wahh... sangat cantik dan tampan, kakak mau memberi nama siapa?"


"Filio dan Fiona"


"nama yang indah, apa artinya kak?"


"Filio artinya pemimpin yang baik hati, sedangkan Fiona yang artinya putih dan cantik"


Ryana nampak menganggukkan kepalanya.


"lalu kapan kau akan menyusul kakakmu memberikan kami cucu?" sahut sang ayah yang membuat Ryana seketika terbatuk


"ayah? kenapa ayah bertanya seperti itu?"


"wajar kan ayah bertanya, kau sudah menikah juga, meski masih dua bulan, kau belum menandakan tanda tanda hamil?"


"kami masih berusaha yah, iya kan sayang? Suami Ryana langsung merangkul pundaknya posesif.


"ii.. iya ayah, secepatnya" jawab Ryana dengan terbata.


ahh.. bagaimana bisa hamil? sampai sekarang saja aku masih perawan


.

__ADS_1


.


__ADS_2