Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Alam vs Nadia


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu, Alvaro benar-benar menepati janjinya. Semenjak pertemuannya dengan sang ibu. Ia pun jadi sering pergi menemui ibunya secara diam diam.


Alvaro bahkan sering membohongi Ayah Alam dan mama Raya untuk dapat pulang terlambat dengan alasan ada pelajaran tambahan atau ada kegiatan ekstrakurikuler atau yang lainnya. Yang penting ia bisa di jemput terlambat demi menemui sang ibu.


Alfaro bahkan tak pernah memakai uang jajannya demi ia berikan pada Nadia, ibu kandungnya.


Hal itu membuat alam merasa curiga. Alam dan Raya pun menghubungi wali kelas dati Alfaro.


Dan yang membuat kedua orang tua itu terbengong adalah ketika wali kelas itu mengatakan bahwa tidak ada pelajaran tambahan apapun, juga tidak ada ekstrakurikuler untuk kelas satu.


"Hubbby, Kenapa Alfaro tega membohongi kita?"


"entahlah sayang, sepertinya aku harus menyelidikinya"


"iya Hubby, Aku jadi khawatir pada Alfaro. Aku gakut terjafi apa apa pada anak kita"


"Tenanglah Sayang, semua akan baik-baik saja,.


Dan siang ini, Alam lah yang sengaja datang untuk menjemput Alfaro. Namun ia datang lebih awal dari jadwal yang di kehendaki Alfaro. Alam ingin membuktikan sendiri kecurigaannya pada sang putra.


Alam hanya mengamati Alfaro dari jauh. Tak berapanlama kemudian, ia melihat Alvaro sudah keluar dari sekolah. Alam mengurutkan keningnya saat melihat Sang putra bukannya berjalan ke arah tempat biasa menjnghu, tapi malah ke sebuah perkampungan kecil dan kumuh.


Alam terus mengikuti Alfaro tanpa sepengetahuannya.


Alam semakin tercengang saat melihat putranya itu Langsung masuk ke rumah kecil tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


Alam memandang heran rumah kecil yang berada di dekat rongsokan itu. Seperti sebuah mafkas anak jalanan. Ia mulai merasa takut jika anaknya bergaul dengan orang orang yang tidak benar.


Tanpa pikir panjang, Alam langsung mendekati rumah itu. Ditinya ingin sekali mengetahui apa yang dilakukan anaknya di dalam sana.


Betapa terbelalak mata Alam saat melihat apa yang ada di dalam rumah itu.


Nadia?


Jadi selama ini Nadia yang menjadikan Alfaro seperti ini?


Ya, Alam melihat dengan mata kepalanya sendiri di mana mantan istrinya tengah mempengaruhi Alfaro agar mau untuk ikut bersamanya.

__ADS_1


Melihat ekspresi Alfaro, Alam jadi merasa hawatir jika nanti Alfaro akan mengiyakan ajakan ibunya. Karena Nadia membujuk Alfaro dengan cara yang sangat mengenaskan.


Ya, Nadia membujuk Alvaro dengan nada yang super lembut dan seolah-olah ia tersiksa hidup di sini seorang diri.


"iya bu, aku akan ikut dengan ibu" sahut Alfaro


"terimakasih sayang, ibu tau kau adalah anak yang sangat baik. Kau pasti tidak akan tega membiarkan ibu sendirian" Nadia berbicara sembari mengusap lelehan air matanya


"ALFARO!"


"a.. ayah"


Tubuh Alfaro membeku, ia seperti seorang penjahat yang terpergok sedang mencuri. Melihat amarah yang terpancar di mata sang ayah tentu membuat Alfaro tak mampu berkutik. Ia benar benar takut.


Karena sejak kecil, ia tak pernah di marahi oleh Alam. Sejak dulu ia hanya mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari sang ayah.


"Alfaro! sejak kapan kau menjadi pembohong seperti ini?" bentak sang ayah sembari melotot tajam pada Alfaro


"ayah.. aku.."


"jangan marahi anakku!" potong Nadia menengahi kedua lelaki berbeda usia tersebut.


"aku tidak memberikan apapun. Aku sayang dengan Alfaro, Aku merindukan anakku. Apakah salah kalau Alfaro menemui ibunya? Ibu Kandungnya!?"


"tak ada yang salah dari hubungan kalian. Hanya saja kau kan bisa bicara baik baik pada kami, aku yakin Rayya pasti akan memperbolehkanmu menemui Alfaro"


"kenapa aku harus ijin pada istri kecilmu itu? dia tak punya hak atas Alfaro! aku ibu kandungnya, aku lah orang yang lebih berhak atas anakku"


"kamu bilang berhak atas Alfaro? jangan pernah kau lupa jika hak asuh Alfaro ada padaku karena kau dianggap sebagai ibu yang menelantarkan anaknya. Jadi kau tak bisa seenaknya menemui Alfaro begitu saja Nadia!"


"siapa bilang? Aku juga punya hak atas dia. Alfaro sudah besar, dia bisa memilih mau hidup dengan siapa sekarang"


"Ibu macam apa yang tega meninggalkan anaknya di saat anaknya masih balita? Nadia.. Nadia.. kau itu ibu yang sama sekali tak peduli pada putramu, dan semua orang tahu itu!"


"Alfaro! ayo ikut ayah pulang!"


"ayah.. tapi Faro masih mau nemenin ibu yah?"

__ADS_1


"Alfaro! tidak ada bantahan apapun! cepat pulang!"


Akhirnya mau tak mau Alfaro pun mengikuti kemauan sang ayah. Ia lantas berbalik dan menuju mobil.


"Alfaro sayang" panggil Nadia sembari menyusuk langkah putranya


"NADIA! kalau kau bersikap seperti ini terus, aku tak segan segan mrmbawa Alfaro untuk bersekolah di luar kota, kalau perlu ke luar negeri sekalian, suapaya kau tak pernah bertemu dengannya lagi!"


"Alam! kau itu laki laki yang sangat kejam! kau tega memisahkan aku dengan putraku"


"aku hanya ingin yang terbaik untuk Alfaro"


"untuk apa? bukankah kau sudah memiliki anak sendiri dari istri barumu itu! jadi krmbalikan Alfaro padaku"


"dia anakku"


"dia bukan anak kandungmu. Jadi kembalikan anakku!"


"apa? aku bukan anak kandung ayah?" lirih Alfaro yang diam mematung di tempatnya


Pertengkaran antara Alam dan Nadia seketika itu juga berhenti saat mereka melihat dengan jelas bahwa Alfaro mendengar semuanya.


Ya, ternyata Alfaro mengurungkan niatnya untuk pergi demi mengajak sang ayah pulang. Karena ia tak ingin ada pertengkaran lagi diantara ayah dan ibunya hanya karena dirinya.


Dan saat ia kembali, ternyata ia malah menemukan sebuah kejutan besar yang tersimpan tentang kehidupannya.


Air mata Alfaro menetes begitu saja tanpa bisa di cegah. Anak kecil itu tahu pasti akan apa arti orang tua kandung.


Apakah hatinya hancur? ya, ia begitu hancur dan terpukul menerima kenyataan ini.


"ALFARO"


teriak Alam dan Nadia bersamaan saat melihat Alfaro terus berlari tanpa henti.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2