Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Fakta Tentang Nadia


__ADS_3

"Ibu apa ibu tinggal di sini?"


"Iya sayang, ibu tinggal di sini"


"rumah ibu kecil, juga ini kan kotor?"


"Ibu hanya bisa menyewa tempat ini nak.."


"kalau ibu tinggal di sini Alvaro tidak mau ikut ibu"


"kenapa?"


"tempatnya kotor bu"


Alvaro menatap sekeliling, rumah kontrakan sang ibu pun bagus, meskipun kecil, tapi terlihat nyaman. Namun yang menjadi masalah untuk Alvaro adalah jarak beberapa meter dari rumah sang ibu banyak sekali tumpukan kardus, tumpukan botol-botol plastik, dan banyaknya tumpukan sampah yang di hinggapi lalat.


Ya itu adalah tempat tinggal Nadia. Setelah di buang oleh Albert karena ia ketahuan sedang bercinta di apartemen yang Albert berikan malam itu, nasib hidup Nadia benar benar terlantar.


Dirinya tak memiliki pekerjaan. Semua pekerjaan yang ia dapatkan akan hilang begitu saja karena semua akses pekerjaan yang ia dapatkan telah ditutup oleh Albert.


Dan sejak saat itulah hidup Nadia benar-benar merasa sangat hancur. Ia pikir Albert masih Mencintainya sebesar dulu. Ia juga tak menyangka jika Albert sampai tega berbuat sekejam ini padanya.


Hingga ia memutuskan untuk meminta uang kepada mantan suaminya demi bertahan hidup sementara dengan ancaman akan mengambil Alfato darinya.


Sebenarnya Alam tak takut sedikitpun dengan ancaman Nadia. Namun Ia hanya merasa kasihan melihat nasib Mantan istrinya.


Dan setelah uang yang diberikan Alam itu habis, Nadia kembali dibuat bingung dengan keuangannya. Akhirnya ia keluar dari apartemen dan memilih mengontrak di tempat yang termurah.


Karena untuk kembali ke keluarganya pun Nadia sudah tak memiliki muka. Sang ayah meninggal dunia satu bulan setelah ia memuyuskan pergi meninggalkan Albert.


0"Albert, apa kau mau menerimaku apa adanya?"


"Tentu saja, aku sangat mencintaimu Nadia. Kau adalah cinta pertamaku"


"terimakasih" Nadia mengecup bibir Albert sekilas.


"aku akan urus surat perceraianmu dan aku akan membantumu memenangkan hak asuh anakmu"

__ADS_1


"benarkah?"


"ya, aku akan menerima anakmu menjadi anakku juga"


"terimakasih sayang"


Itulah janji manis Albert padanya, dan sampai saat ini pun janji itu masih terngiang jelas dalam ingatannya. Sebelum kesalahan fatal yang ia buat pada malam itu.


Sebenarnya Albert memang mencintai Nadia, namun penghianatan yang Nadia lakukan padanya tak bisa lagi untuk ia maafkan.


Karena sore itu, Albert sengaja mendatangi Nadia ke apartemen yang ia belikan tanpa memberitahunya dahulu dengan maksut ingin memberi kejutan pada kekasihnya itu.


Namun yang sangat ia kecewakan adalah saat ia masuk ke dalam apartemrn, ia melihat dengan gamblang dimana Nadia tengah berada di bawah kungkungan seorang laki laki.


Yang lebih menyakitkan bagi Albert adalah saat ia tahu bahwa laki laki yang sedang mengungkung kekasihnya itu adalah Alexander, kakak kandungnya.


Ya, ternyata pertemuan tak di sengaja antara Alexander dengan Nadia justru membawa kedua orang yang sebelumnya tak saling dekat itu, kini menjadi sebuah perselingkuhan yang nyata.


Serta perselingkuhan yang mereka lakukan itu telah membuahkan hasil berupa janin. Namun sayangnya, kehamilan Nafia itu ia ketahui tiga minggu setelah pernikahannya dengan Alam.


Hingga Nadia pun memilih untuk menyimpan rapat kehamilannya dari sang suami. Dan ia mengurangi umur kehamilannya dengan memundurkan satu bulan dari usia kandungan aslinya.


Menyesal. Hanya satu kata itu yang mampu ia ucapkan hingga kini.


"ibu.."


Nadia tak bergeming


"ibu kenapa melamun? apa ada yang ibu pikirkan?"


"eh.. maaf sayang"


"ibu ada masalah?"


"tidak, ibu hanya sangat merindukanmu. Andai saja ibu bisa setiap hari bersamamu, pasti ibu sangat bahagia nak"


"ibu jangan sedih.. Alfaro janji, Alfaro akan sering datang kesini menemui ibu"

__ADS_1


"benarkah?"


"tentu saja"


"terimakasih sayang, kau memang anak yang baik", "oh ya, ayo makan nak, ibu sengaja memasak makanan kesukaan kamu, di coba ya?"


Nadia menyendokkan nasi dan beberapa lauk pauk yang ia buat ke atas piring Alfaro. Namun Alfaro tak menyentuhnya sama sekali. Ia hanya memandang makanan itu sembari menelan ludah kasar.


Meskipun ia merasa sangat lapar, namun ia masih berfikir dua kali untuk memakan makanan itu.


Melihat tingkah Alfaro, Nadia pun tau apa yang sedang di pikirkan oleh putranya tersebut.


"Alvaro Sayang tenang saja makanan ini bersih kok! ibu sangat menjaga kebersihan makanan yang ibu buat, hanya saja memang tempat tinggal ibu yang dekat dengan pembuangan sampah dan rongsokan membuat orang enggan untuk sekedar mencicipinya"


Akhirnya Alfaro pun memakan dengan lahao hidangan yang ibunya sediakan.


"ibu, sepertinya aku sudah terlalu lama meninggalkan tempat menungguku. Mama pasti sedang bingung mencariku"


"iya sayang, ibu akan mengantarkanmu"


"ayo bu"


Nadia pun segera mengantarkan Alfaro kembali ke tempat semula. Ia tak akan memaksa anaknya itu untuk tinggal bersamanya. Karena ia juga tak mungkin mampu membiayai kehidupan sang putra dengan keadaannya saat ini.


Mau di biayai pakai apa? Pekerjaan saja tak punya. Ia bahkan menggunakan sisa uang terakhirnya untuk membuatjan makanan demi sang putra.


"sayang, ibu minta tolong jangan bilang pada siapapun tentang pertemuan kita ya sayang"


"iya bu.. Alfaro janji akan merahasiakan pertemuan kita"


"terimakasih sayang"


"Alfaro pamit ya bu"


"iya sayang"


Nadia hanya memandang kepergian putranya dengan hati yang bergetar pedih. Andai saja ia tak mudah tergoda, pasti hidupnya akan bahagia sekali bisa bersama sang putra di temppat yang layak dan nyaman.

__ADS_1


Nadia hanya mampu menatap Alfaro yang sedang di peluk oleh Rayya dan Alam dengan perasaan iri.


Namun saat Alam menangkap keberadaannya, Nadia pun memilih menutup wajah dengan kerudungnya, dan memilih meninggalkan tempat itu segera sebelum Mantan suaminya itu menemukan keberadaannya.


__ADS_2