
Masih di area 21+ ya..
.
Alam yang melihat sang istri masih ngos ngosan, ia pun tak langsung menggempurnya. Alam lebih memilih memberikan pemanasan kembali untuk istrinya dengan cara mencium bibir Rayya dengan lembut.
Alam mulai ******* bibir tipis itu perlahan. Keduanya hanyut dalam ciuman yang memabukkan. Hingga saat ini hanya ada suara decapan dan sesapan yang terdengar dan memenuhi ruangan itu.
Alam mulai menurunkan ciumannya hingga ke leher dan dada Rayya. Ia membuat banyak sekali tanda merah disana. Karena saking banyaknya tanda itu malah membuat Rayya seperti macan tutul merah. 😁
Puas dengan pemanasannya, Alam mulai melanjutkan aksinya. Ia mulai memasukkan samurai panjangnya ke dalam gua kecil milik Rayya.
Meski tadi sudah sempat masuk, namun rasanya masih terasa sangat sempit. Hingga ia pun semakin mendorong samurainya masuk ke dasar goa.
"Aaaaa.. sakit" jerit Rayya sembari mencengkeram punggung sang suami.
Beruntunglah di villa itu tidak ada siapapun hingga jeritan dan ******* Rayya yang sedikit keras itu tak ada yang mendengar, karena memang hanya ada mereka berdua disana.
Alam tak menanggapi jeritan Rayya. Ia malahan sibuk menggenjot Rayya sampai puas dan kelelahan.
Hentakan demi hentakan Alam lakukan demi memenuhi hasrat ber cintanya. Alam sungguh tak menyangka jika bercinta dengan seorang yang masih virgin rasanya akan sangat nikmat seperti ini.
Alam mulai merasakan banyak denyutan yang terjadi di dalam gua itu. Denyutan yang semakin dirasakan semakin kuat dan hebat.
Ini nikmat sekali. Batin alam.
__ADS_1
Alam benar-benar mendorong tubuhnya hingga masuk ke dasar inti tubuh Raya. Dorongan yang semakin kuat itu mampu membuat sebuah denyutan besar yang terjadi di dalam sana. Hingga di detik berikutnya alam mulai merasakan Getaran yang begitu hebat dan membuatnya mengeluarkan pelepasan pertamanya.
ahhh...
Alam memuntahkan lahar putih panas dan kental itu ke dalam dasar inti tubuh Raya. Mendorong lebih kuat agar semua cairan putih itu masuk ke dalam.
Nafas keduanya saling terengah dan saling bersahutan satu sama lain. Keduanya kini seperti seekor kuda yang habis melakukan perjalanan panjang.
"sayang terima kasih kau sudah memberikan aku kepuasan"
"Iya hubby.. sama-sama.. aku juga sangat puas dengan permainanmu"
Alam menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang masih polos. Iya mendekap dari belakang tubuh sang istri hingga mereka berdua tertidur lelap.
Satu jam berlalu.
Sebenarnya aku sangat ingin melakukannya lagi.. tapi melihatmu tertidur aku tak akan mungkin tega untuk membangunkanmu sayangku.
Akhirnya ia pun memilih untuk menidurkan kembali samurainya yang sedang mode on. Alam kembali tertidur hanya dengan memeluk tubuh Raya tanpa mengganggu tidurnya.
Pagi pun tiba, Raya mulai menggeliatkan tubuhnya. Bedanya benar-benar terasa remuk. Iya baru menyadari bahwa dirinya habis melakukan sesuatu yang membuatnya terbang melayang saat ia merasakan ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.
Mengingat pertempurannya dengan alam semalam membuat pipi Raya bersemu merah. Iya sungguh tak menyangka jika hari ini akan terjadi.
Dapat memeluk, mencium, serta dapat merasakan indahnya Cinta bersama dengan lelaki yang ia cintai pastinya membawa kebahagiaan tersendiri untuk diri Rayya.
__ADS_1
Reva memandang sang lelaki sembari terus tersenyum. Tangannya perlahan mulai mengulur untuk membelai wajah tampan itu. Meraba mulai dari dahi, hidung, hingga ke ujung dagu.
Sementara alam yang merasakan ada yang membelai wajahnya, seketika itu juga Ia pun langsung membuka matanya. Dan dengan sigap tangannya langsung mencekal tangan sang istri.
"Hubby..kau sudah bangun?"
"Tentu saja aku bangun.. kau mengotak atik wajahku yang sedang terlelap. kau sengaja menggoda aku ya?"
"menggoda? mengapa kau menurutku? aku hanya merasa sangat bahagia bisa bersatu denganmu hubby"
"Baiklah, kalau kau tidak menggodaku, berarti aku saja yang menggodamu. kebetulan aku sedang mode on nih sayang"
"lagi?"
"ya.. harusnya sudah dari semalam aku mengulanginya. tapi berhubung kau tertidur pulas, akupun tak tega untuk meminta jatah kembali"
"tapi hubby, ini masih terasa sangat perih. Aku takut jika mengulanginya lagi akan terasa tambah sakit dan perih".
"tidak sayang, ini akan menjadi kali kedua kita melakukan percintaan, jadi aku rasa tidak akan sesakit semalam.. aku janji aku akan pelan-pelan melakukannya".
"Benarkah? "
"Benar, kalau kau tak percaya kita bisa mencobanya lagi sekarang. Bagaimna? "
Raya berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya bertanda Ia pun menyetujui keinginan sang suami. Karena jujur saja, sebenarnya Raya pun juga ingin merasakan kenikmatan itu kembali.
__ADS_1
Dan akhirnya, Alam mulai melancarkan aksinya. Ia benar-benar melakukannya dengan sangat perlahan. Hingga kini keduanya pun mengulangi kegiatan semalam untuk mengawali pagi hari.