Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Aku Mencintaimu


__ADS_3

"om, tolong antarkan aku ke apartemen saja"


"baik nona"


Dan tak berapa lama kemudian sampailah mereka ke apartemen milik Rayya. Alam terus mengikuti langkah Rayya meski ia sudah diusir dan di suruh pulang.


Bahkan Alam mengikuti Rayya hingga masuk ke dalam apartemen mewah itu.


"kenapa om terus mengikutiku?"


"saya hanya ingin memastikan anda selamat sampai pada tempatnya"


"bukankah aku sudah sangat selamat? om lihat sendiri kan? jadi om bisa pulang sekarang"


"saya akan tetap disini menami anda nona"


"om.. aku sedang ingin sendiri, jadi Rayya mohon dengan sangat , om pergi sekarang"


Rayya menghela nafas berat kala melihat Alam tak bergeming sedikitpun. Hingga Rayya lebih memilih meninggalkan pengawal pribadinya itu di ruang tamu


Namun saat ia berbalik badan, tiba tiba saja tubuhnya di dekap oleh sosok tangan kekar. Rayya yakin bahwa yang memeluknya adalah Alam.


"nona.. maafkan saya"


"om, tolong kepaskan pelukan ini"


"tidak nona, saya tak akan melepaskannya sebelum anda memaafkan saya" ucap alam sembari mengeratkan pelukannya


"aku sudah memafkan om sejak dulu"


Perlahan Alam mengendurkan pelukannya. Dan Rayya kembali menatap dalam mata om Alam.


"asal om tau, terkadang aku begitu marah pada diriku sendiri hanya karena aku tak bisa dan tak kuasa untuk membenci om, aku pun benci pada hatiku mengapa aku terlalu mencintaimu, aku benci! aku benci!"


Rayya berbalik badan, Ia berlari kecil menuju kamarnya.


"aku mencintaimu nona"

__ADS_1


Namun baru beberapa langkah berjalan, sebuah suara mampu menghentikan langkah kakinya.


Rayya membeku di tempat. Ia tak mampu melanjutkan langkahnya. Hati dan jantungnya seolah berhenti berdetak mendengar pernyataan itu.


Alam mendekat, ia berdiri menghadap tubuh Rayya, Mengangkat wajah cantik itu untuk ikut menatapnya.


"nona, maafkan saya yang sudah lancang mengatakan ini. Tapi jujur, hati saya mulai mencintai anda. Jangan tanyakan sejak kapan, karena saya pun juga tak tau. Yang pasti, saya benar benar mencintai anda"


Deg


Rayya melongo, ia tak mampu menjawab apapun. Ia masih syok mendengar pernyataan Alam. Ini bagaikan mimpi untuk dirinya. Ia seolah tak percaya bahwa cinta yang tumbuh belasan tahun akhirnya terbalaskan juga.


Bahagia? tentu, Rayya sangat merasakan bahagia yang membuncah.


"om Alam.. apa semua yang aku dengarkan ini nyata?"


"iya nona, saya mencintai anda, sangat sangat mencintai anda"


Alam mengecup bibir Rayya sekilas. Rayya membelalakkan matanya saat mendapatkan serangan dadakan itu.


Namun saat Alam ingin mengecup kembali bibir mungil itu, Rayya sudah lebih dulu menaruh telapak tangannya di tengah tengah bibir mereka.


"nona kenapa? apakah saya ada salah?"


"ya"


Deg


Kini giliran Alam yang merasakan debaran hebat, Salah? salah apa? Sepertinya aku tak melakukan apapun kecuali mencium bibirnya, apa nona marah? begitu pikir Alam


"nona.. katakanlah dimana letak kesalahan saya"


"kesalahan om hanyalah satu"


"apa itu?"


"salah om adalah om masih menjadi suami orang. Om masih terikat pernikahan dengan kak Nadia, om masih menjadi hak milik orang"

__ADS_1


Nadia? Mengapa aku bisa sampai melupakannya? Mengapa aku melupakan status pernikahan kita?


"maafkan saya nona, karena terlalu mencintai anda, saya sampai lupa jika saya belum menceraikan Nadia"


"bohong! Jika suatu saat nanti kak Nadia kembali, om Alam pasti ingin kembali dengannya kan? makanya om Alam sengaja gak menceraikan kak Nadia sejak lalu"


"tidak nona, saya tidak ada sedikitpun niat untuk kembali bersamanya. Saya benar benar tak memiliki rasa apapun lagi padanya kecuali rasa benci! Percayalah nona.. saya sangat mencintai anda"


bluss


Rona pipi Rayya semakin memerah saat mendapatkan rayuan yang tak sengaja Alam lakukan itu.


"jadi kapan om Alam akan bercerai?"


"secepatnya! jika perlu saat ini juga saya akan ke pengadilan untuk mengurus semua berkas perceraian itu"


Rayya mencubit pipi Alam dengan gemas, "om Alam.. mana ada kantor pengadilan agama yang buka di hari minggu seperti ini?"


"baiklah, besok! besok saya akan mengusur perceraian itu secepatnya"


"kenapa harus cepat? memangnya kalau sudah bercerai, om Alam mau apa?" goda Rayya


"tentu saja mau menjadikan nona ratu satu satunya di hatiku" Alam langsung membopong tubuh Rayya ala bridal style.


"aw!" "om Alam turunin Rayya om"


"baiklah" Alam langsung menjatuhkan tubuh Rayya perlahan di atas ranjang kamar Rayya


"nona.. saya sangat mencintai anda" Bisik Alam tepat di telinga Rayya


Rayya bergidik ngeri di bawah kungkungan Alam, apalagi saat merasakan hembusan nafas Alam yang begitu hangat menyapu wajah dan telinganya.


Keduanya sama sama saling menatap dalam. Dan entah siapa yang memulai lebih dulu, kini kedua bibir mereka saling menempel sempurna.


Keduanya benar benar hanyut dalam cinta yang baru saja tersampaikan pada sang pemilik hati.


.

__ADS_1


.


__ADS_2