
Dua hari kemudian.
Karena kondisinya yang terus stabil dan membaik secara keseluruhan, Rayya pun akhirnya di perbolehkan untuk pulang.
"sayang.. apa kau yakin akan pulang kerumahku itu?"
"tentu saja, aku sudah berjanji pada Alfaro untuk tinggal disana bersama dengannya saat anak ini lahir"
"tapi apa tidak terlalu sempit untukmu?"
"tentu saja tidak. Kau pikir abadanku ini gajah apa yang tak muat untuk memasuki rumah sebesar itu?"
Alam pun hanya mengacak rambut istrinya pelan. Ia sangat bahagia melihat kedekatan Rayya dengan Alfaro. Meskipun Rayya hanyalah ibu sambung untuk putranya. Tapi ia bisa melihat bahwa Rayya, istri kecilnya itu begitu menyayangi putranya.
Alfaro.. ayah sudah terlalu menyayangimu seperti anak ayah sendiri. Ayah tak akan membiarkan mama Nadia mengambilmu dari ayah nak.. Kau harus mengingat bahwa hanya ada ayah Alam dan Mama Rayya.
Setelah sampai di rumah, Alfaro pun langsung berlari memeluk mama Rayya. Ia juga menciumi pipi gembul kedua adiknya.
"mama.. aku punya dua adik sekaligus ya?"
"iya sayang. Alfaro sekarang sudah jadi seorang kakak. Apa alfaro tau apa saja tugas seorang kakak?"
"Alfaro tau ma.. Alfaro janji, Alfaro akan melindungi adik adik yang sangat lucu ini"
"bagus.. terimakasih ya kak Faro" seru Rayya sembari menirukan suara anak kecil
Hari demi hari berlalu. Kini anak kembar itu sudah mulai tumbuh dan sudah mulai bisa merangkak.
Dan pada malam ini, entah mengapa Alfaro bersikap manja dengan sang mama dan ayahnya. Ia ingin sekali tidur bersama mamanya atau papanya malam ini.
Tapi sejak tadi, kedua bayi itu juga terus menangis dan rewel.
"ayah.. ayo temani aku tidur"
__ADS_1
"Alfaro.. tidurlah sendiri! ayah sedang menggendong adik Filio" sahut Alam sembari terus menenangkan baby Filio
"mama.. ayo ma, aku mau tidur sambil dibacakan dongeng"
"Alfaro bobok sendiri dulu ya nak, mama sedang menidurkan baby Fiona"
Mendapatkan penolakan dari kedua orang tuanya tentu membuat Alfaro sakit hati. Ia pasti mengira bahwa ayah dan mamanya sudah tak lagi menyayanginya.
Hingga Alfaro pun masuk ke dalam kamarnya sendiri dan menggulung selimut di atas tubuhnya
Dan setelah baby Filio dan baby Fiona tertidur, Rayya baru menyadari bahwa tad ia sempat mengusir Alfaro meski tanpa unsur kesengajaan.
"hubby, bolehkan aku titip mereka?"
"tentu saja. Memangnya kau mau kemana sayang?"
"aku akan ke kamar Alfaro. Sepertinya dia salah paham dengan kita deh soal tadi"
"ah ya, aku lupa. ya sudah, aku tau kau pasti bisa mengatasinya sayang"
"Alfaro sayang"
Tak ada jawaban dari dalam selimut tebal itu. Hingga Rayya pun terpaksa membuka selimut yang dipakai oleh Alfaro.
Dan benar saja, ternyata Alfaro masih terjaga. matanya yang terlihat merah dan sembab menandakan bahwa putranya itu habis menangis.
"sayang.. kau kenapa?"
"aku tidak papa ma"
"jangan berbohong. Kau menangis?"
Alfaro hanya menundukkan pandangannya tanpa berani menatap mata sang ibu tiri.
__ADS_1
"Alfaro, mama minta maaf ya nak. kamu tau kan kalau adik bayi itu tidak mungkin bisa merawat dirinya sendiri? belum bisa makan sendiri, belum bisa mandi sendiri, belum bisa pakai baju sendiri, bahkan adik bayi itu juga belum bisa untuk tidur sendiri"
Alfaro masih diam dan mendengarkan
"Alfaro kan sudah besar? sebentar lagi juga sudah mulai masuk sekolah kan? Nah.. Karena Alfaro adalah kakak dari dedek bayi, jadi Alfaro harus babtuin mama buat jagain adek. iya kan?"
"tapi ayah sama mama tidak sayang lagi sama faro"
"siapa bilang? Ayah sngat menyayangi Faro. Mama juga sayang banget sama Faro"
"tapi kenapa tadi mama dan Ayah mengabaikanku dan tak mau menemaniku tidur?"
"bukannya tidak mau, hanya saja tadi adik kecil sedang rewel nak"
"aku kira kasih sayang mama sama ayah untuk adik bayi semua"
"tidak mungkin. Setiap orang tua pasti menyayangi anak anaknya sama besar nak. Begitu juga dengan kami, ayah sama mama sangat menyayangi Alfaro"
"mama..aku sayang sama mama" Alfaro lantas memeluk mamanya.
Rayya membalas pelukan itu dengan lembut. Ia begitu menyayangi Alfaro. Ia bahkan sudah menganggap anak kecil itu sebagai anaknya dan anak suaminya.
Jujur saja, sebenarnya Rayya merasa iba dengan bocah laki laki yang sedang memeluknya ini jika saja tak hidup bersama dirinya dan suaminya ia tak tau bagaimana nasib Alfaro saat itu.
Ia dan Alam bersepakat untuk merahasiakan tentang Alfaro sampai mereka tutup usia. Biarlah hanya mereka berdua yang tau rahasia besar ini. begitu pikir mereka.
.
.
.
untuk para readers setia Mengejar Cinta Om Suami Orang, othor minta maaf ya, selama sepuluh hari kedepan novel ini hanya bisa up sekali. Karena othor ingin segera menyelesaikan novel Ku Mohon Cintai Aku dulu.
__ADS_1
Terimakasih semua..
lophe you sekebon pokok e