Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Bertemu dari Rindu


__ADS_3

"Hubby, kau yakin akan pergi ke kampung sendiri?"


"Aku sangat yakin memangnya kenapa?"


"tidak, aku hanya khawatir saja. Kau sendirian, tak ada teman ke sana. Aku takut"


"tenanglah, tak akan terjadi apapun padaku. Lagi pula Aku kan ke sana hanya untuk ziarah ke makam nenek. Jdi tidak akan lama, hanya sebentar kok. Aku pasti pulang"


"ya iyalah balik, memangnya hubby mau tidur di sana?"


"Hei istriku.. mana bisa aku tidur di sana seorang diri? tanpamu? Bukankah kau tahu aku tak akan bisa tidur nyenyak tanpa memeluk Istriku yang sangat cantik ini"


"heleh gombal"


"Hehehe.. Ya sudah, kalau begitu aku berangkat dulu ya sayang"


"ya hubby, hati-hati"


"Papa berangkat dulu ya sayang.. kalian jangan nakal, jagain Mama di rumah"


"okey papa" jawab Rayya sembari menirukan suara anak kecil.


Alam segera mengendarai mobilnya menuju kampung dimana sang nenek tinggal dulu. Entah mengapa ia begitu percaya dengan mimpinya semalam.


Ya, semalam Alam bermimpi bertemu dengan sang nenek. Di dalam mimpi itu, sang nenek mengatakan babwa beliau sangat ingin bertemu langsung dengan Alam. Dan sang nenek pun mengatakan bahwa dirinya akan menemukan sesuatu di sana.


Setelah terbangun, Alam pun berfikir, apa mungkin neneknya ingin di jenguk? karena jujur saja, sudah beberapa bulan ini Alam tak pernah mendatangi makam neneknya lantaran sibuk dengan segala aktifitasnya sebagai sang CEO.


"alhamdulillah.. akhirnya aku bisa menjenguk makam nenek"


Alam bisa bernafas lega kala tujuannya datang ke desa itu telah terpenuhi. Dan kini dirinya pun berniat untuk mengunjungi rumah yang sudah hampir dua tahun tak di tempati itu.


Entah mengapa sore ini Alam ingin sekali melihat bekas rumah sang nenek. Hingga ia pun akhirnya memutuskan untuk membelokkan mobilnya ke sisi jalan yang bebeda.


Namun saat di perjalanan, ia tak sengaja melihat ada sebuah keramaian yang tiba tiba saja menghalangi jalannya. Rasa penasaran pun mulai merambah kedalam pikirannya.


"bu.. ada apa ya di depan sana? kenapa ramai sekali?"


"oh itu mas, ada kecelakaan, korban tabrak lari. korbannya itu seorang wanita dan anak laki laki mas. Beruntunglah anaknya itu selamat. Tapi Kasihan banget loh mas, sepertinya ibunya terluka parah deh! wajhnya sampe berdarah begitu, dan__" jelas wanita paruh baya itu dengan panjang kali lebar yang tak akan berhenti jika Alam masih berdiri disana.

__ADS_1


Ya, Alam lebih memilih pergi meninggalkan wanita itu begitu saja daripada harus mendengarkan ocehan panjang lebar ibu ibu rumpi khas +62 tersebut. .


Deg


Tangisan itu? kenapa aku seperti mendengar tangisan Alfaro?


Untuk mengusir rasa penasaran dalam benaknya, Alam segera berlari menuju kerumunan.


Matanya membulat sempurna saat ia melihat sosok anak kecil tengah menangis sembari memeluk seorang wanita dewasa yang tengah terkapar di jalanan.


"ALFARO" Teriak Alam sembari memeluk putra yang selama ini ia cari.


Tangis Alfaro benar benar pecah saat ia mendapatkan pelukan dari sosok laki laki yang selalu ia panggi sebagai ayah.


"tuan.. tuan.. tolong ibuku, tolong bawa ibuku ke rumah sakit" ucap Alfaro dengan sesenggukan


tuan? kenapa Alfaro memanggilku tuan?


Meskipun Alam merasa bingung dengan perubahan panggilan Alfaro padanya, namun ia tak ingin terlalu memikirkan hal itu sekarang. Yang terpenting saat ini adalah membawa Nadia ke rumahsakit secepatnya.


Selama perjalanan, Alfaro hanya menangis dan menangis. Karena sejak awal ia dan ibunya mengalami kecelakaan, tak ada seorang pun yang mau membawa ibunya ke rumahsakit.


Memang banyak sekali orang yang ad disana, namun mereka tak mau menolong ďngan alasan takut jika nanti akan menjadi saksi dan di mintai keterangan oleh polisi. Benar benar alasan yang tak masuk diakal bukan?


Tak ada sapaan atau rengekan dari Alfaro. Hal itu tentu membuat Alam merasa ada sebuah keanehan yang berbeda dari sikap putranya.


"Alfaro"


Alfaro yang sedang menunduk pun seketika mengangkat pandangannya kearah laki laki yang sedang duduk disampingnya.


"Alfaro, kau kenapa nak?"


"tidak apa apa tuan, aku hanya hawatir pada ibuku"


"tuan? kenapa kau memanggilku tuan?"


"lalu aku harus memanggil apa pada anda?"


"aku ayahmu"

__ADS_1


"bukan tuan, anda bukanlah ayah saya. anda adalah ayah dari Filio dan Fiona"


Deg


Alam benar benar merasakan sesak dengan perkataan Alfaro barusan.


Siapa yang mengajarkan Alfaro bersikap seperti ini padaku?


"Alfaro.. dengarkan baik baik. Aku adalah ayahmu. Sampai kapanpun aku adalah ayahmu. Meskipun kami bukanlah orang tua kandungmu, kami sangat menyayangimu seperti anak kami. Sama seperti Filio dan Fiona. Tak ada beda diantara kalian di hati kami nak"


Alfaro terdiam. Ia nampak berfikir akan semua ucapan ibunya tempo lalu. Mengapa sangat berbeda? begitu pikir Alfaro


"Alfaro?"


"bukankah anda sudah membuangku sejak aku keluar dari rumah sakit?"


"siapa yang bilang seperti itu?"


"ibu"


Nadia? apa maksutmu berkata seperti itu pada Alfaro? Apa kau sengaja ingin membuat Alfaro membenci keluargaku?


"Sayang, dengarkan ayah, ayah dan mamam tak pernah membuangmu Kami justru terus mencari keberadaanmu yang tiba tiba saja menghilang"


"benarkah?"


Alam mengangguk mantap


"ayah.." lirih Alfaro sembari memeluk tubuh Alam


Begitu damai. Begitulah yang dirasakan oleh Alfaro saat memeluk laki laki yang menyayanginya secara tulus sebagai seorang anak ini.


Keduanya pun hanyut dalam suasana pertemuan dari rindu yang membelenggu.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya, bulan puasa bener bener sibuk banget, sampai sampai gak ada waktu buat ngetik. 😁


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.. πŸ™


__ADS_2