
Dua minggu berlalu, selama itu pula hubungan Alam dan Rayya begitu harmonis dan romantis. Kemesraan mereka bahkan mengalahkan para remaja yang sedang jatuh cinta.
Dan hari ini adalah hari dimana Alam dan Rayya tak boleh bertemu karena besok, mereka akanv melangsungkan acara pernikahan.
Jika kalian bertanya mengapa begitu cepat menikah?
Jawabannya tentu saja untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
"dor!" seorang gadis cantik berpenampilan bule tengah menggertak sang kakak yang sedang melamun
"Ryana? kau mengagetkanku saja!" ucap Rayya sembari mengelus dadanya
"ngapain calon pengantin melamun? awas kesambet loh"
"kau sudah pulang? hh.. aku kira kau akan menetap dan menua di negara lain"
"kak Bara yang cerewet dan selalu menyuruhku untuk pulang"
"apa? jadi kalau kak Bara tak menyuruhmu pulang kau akan tetap disana? begitu?"
"tentu saja tidak! kau adalah kakak satu satunya untukku. Aku tak mungkin melewatkan hari terpenting dalam hidupnya"
"owhh... so sweet.. kau benar benar Ryana kecilku yang imut" Rayya mencubit gemaa pipi Ryana hingga membuatnya kesakitan
"aw! sakit tau kak.."?
"Kau ini jangan sok sokan jadi tua. usia kita saja hanya berbeda dua puluh bulan"
"tapi kan tetap saja kau yang tua"
"ya ya y... aku yang tua. puas?"
"hahaha.. wajahmu loh kak kalo cembeeut gitu gak ada pantes pantesnya, kayak kanebo kering"
*
__ADS_1
Hari yang di tunggu pun tiba. Suasana rumah yang awalnya hening dan damai kini sudah sangat ramai dan penuh dengan interior bunga cantik dan kain kain putih.
Rayya yang sejak semalam tak bisa tidur pun akhirnya mulai di rias oleh MUA.
Sementara Alam, ia sudah standby di bawah bersama dengan boy sang sahabat dan keluarganya.
Jangan di tanyakan debaran jantungnya, meskipun ini bukanlah yang pertama bagi Alam, namun ini adalah momen besar di keluarga majikannya.
Beberapa menit kemudian, Rayya mulai menuruni tangga di dampingi oleh sang bunda dan adiknya. Semua mata menatap taljub pada gadia yang sebentar lagi akan merubah statusnya menjadi seorang istri.
Tak terkecuali Alam. Matanya bahkan saat ini tak berkesip sedikitpun saat menatap paras ayu calon istrinya. Benar benar suatu keberuntungan baginya bisa mendapatkan cinta dari wanita berkelas seperti Rayya.
Entah mengapa ia begitu bodoh dulu. Ia telah menyia nyiakan wanita yang begitu sempurna hanya demi butiran debu yang tak berharga.
Kini keduanya mempelai saling duduk berdampingan. Terlihat jelas kebahagiaan tergambar di wajah keduanya. Bahkan senyum tak henti hentinya merekah sepanjang acara belangsung.
Alam menarik nafas panjang kala sang penghulu mulai melafalkan sebuah kalimat sakral itu.
Dengan satu tarikan nafas panjnag, Alam pun mampu mengucapkan ijab dengan lantang tanpa halangan suatu apapun.
sah
sah
sah
Rayya bahkan sampai menitikan air matanya karena saking bahagianya bisa menjadi istri dari laki laki yang sangat ia cintai sejak dulu.
Akhirnya aku bisa mencapai titik bahagia ini setelah perjuangan dan liku liku mengejar cintamu om Alam..
Rayya tersenyum manis kala Sang suami mengecup keningnya. Sungguh tak bisa di gambarkan dan tak bisa di ungkapkan lagi rasa bahagia ini.
Alam dan Rayya menerima jabat tangan satu persatu para tamu undangan yang menghadiri resepsi mereka.
Lelah? jelas, namun semua itu telah terbayarkan dengan semua kebahagiaan yang tercipta
__ADS_1
"Selamat ya kak, akhirnya kau berhaail memenangkan hati om Alam" bisik Ryana tepat di telinga Rayya
"terimakasih sayang.. kakak udah menikah, giliran kamu kapan? katanya mau tunangan? kenapa sampai sekarang belum juga terlaksana?"
"mm... itu kak.. anu.. aku, aku, tiba tiba aku belum siap"
"belum siap? lalu dimana kekasihmu itu?"
"dia sedang__"
"hai sayang, kenapa kau tak menunggku? oh ya kak Rayya, selamat ya atas pernikahannya, semoga bahagia selalu. sebentar lagi kita juga akan menyusul kok. ya kan sayang?" ucap seorang laki laki tampan yang tiba tiba muncul dan memeluk pinggang Ryana
Mata Ryana membulat sempurna, ia menatap tajam sosok laki laki itu yang sudah sangat berani memeluk pinggangnya tanpa permisi.
Untuk di depan banyak orang, jika tidak, aku habisi kau!
Ryana menampilkan senyum kaku. Senyum yang hanya bisa diartikan dan yang hanya bisa di lihat oleh laki laki itu.
Waktu berlalu, kini acara resepsi mewah itu sudah selesai. Semua orang sudah masuk ke kamar masing masing. Begitupun dengan kedua mempelai.
Ya, sepasang pengantin baru itupun segera masuk ke kamar Rayya.
Alam menatap takjup pada kamar wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya. Karena selama menjadi pengawal dan orang kepercayaan Dante, ia tak pernah sekalipun melihat kamar Rayya.
Karena memang sudah menjadi peraturan Dante bahwa setiap pegawai laki laki tak di perbolehkan masuk ke kamar putri putrinya.
Rayya keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe. Ia berjalan ke meja rias dan mulai menyisir rambutnya
"sayang.. aku mandi dulu ya, bersiap siaplah!" bisik Alam sembari mengecup telinga Rayya sekilas lalu berlalu menuju kamar mandi.
.
.
Lanjut MP gak nih? 🤔
__ADS_1
.
.