
"mau apa kau kemari?" sebuah kata sapaan yang terdengar menyakitkan bagi Nadia
"kak, aku ingin sekali berbicara serius sama kakak"
"aku tak mau berbicara apapun denganmu, jadi sekarang cepatlah pergi sebelum aku menyeretmu keluar dari rumahku!"
"kak, tapi ini tentang Alfaro, anak kita"
deg
Alexander seketika itu juga melepaskan cengkraman tangannya pada Nadia.
"sayang... siapa yang datang?" terdengar sebuah suara yang mampu membuat tubuh Nadia dan Alex membeku di tempat.
Ya, dia adalah istri Alex.
"Nadia?" Istru Alex pun langsung memeluk tubuh kurus Nadia.
"kak" Nadia yang di pelukpun seketika merasakan kecanggungan yang luar biasa. Ia malu pada dirinya sendiri. Mengapa ia bisa setega itu menghianati wanita sebaik ini?
"ayo Nad, masuk, kebetulan aku habis masak banyak. Kau harus mencobanya. Dan kau harus menceritakan semuanya padaku nanti"
Deg
"cerita apa kak?"
"tentu saja menceritakan hidupmu.. kemana saja kau selama ini? kenapa kau tak pernah mengunjungiku sama sekali?"
"oh.." Nadia bernafas lega. Ia pikir ia di tuntut menceritakan penghianatannya
"kok hanya oh?"
"lalu aku harus apa kak?"
"ya kau harus menjawab peetanyaanku, mengapa kau tiba tiba saja mendatangiku kemari?"
"itu kak.. aku semalam bermimpi tentang kakak, entah mengapa rasanya aku ingin sekali menemui kakak saat ini"
"okey.. sekarang kau duduklah, aku akan ke kamar mandi sebentar"
__ADS_1
"iya kak"
Setelah Istri Alex masuk ke dalam, Alex pun langsung mendekati Nadia yang sudah duduk di kursi meja makan.
"sebenarnya apa yang kau inginkan?" Alex mencengkeram lengan Reva
"kak, Alfaro kecelakaan, dia butuh donor darah secepatnya, golongan darahku tidaklah sama dengannya"
"lalu apa maksutmu datang padaku?"
"kak.. kau itu ayahnya, golongan darahmu sama dengannya, aku mohon kakak bersedia memberikan sedikit saja darah kakak padanya"
Alexander terdiam
"kak.. aku mohon"
Belum sempat Alex menjawab, Sang istri sudah terlanjur keluar lebih dulu hingga ia pun belum memberikan keputusan apa apa pada Nadia.
"kenapa kaian terlihtcnggug begitu? ayo kita makan dulu"
Akhirnya ketiga orang itu segera menyantap hidangan makanan yang ada diatas meja tanpa bersuara. Hanya Istri Alex yang sesekali bercerita ini itu.
Setelah selesai. Nadia pun berpamitan untuk pulang karena ia pikir ia tak memiliki kesempatan berbicara lagi pada Alexander.
"apa?"
"tolong antarkan Nadia pulang ya"
"apa? antarkan dia pulang? kenapa? kenapa harus aku?"
"lalu siapa lagi? aku?"
"ya kan ada supir kita sayang"
"sayang.. apa kau lupa? supir kita kan sedang menjemput putra kita les?"
"ah ya aku lupa"
"tidak perlu kak, tidak perlu repot repot, saya bisa pulang sendiri kok" sahut Nadia menengahi pembicaraan suami isyri tersebut.
__ADS_1
"tidak apa apa Nad.. hanya mengantarmu tak akan membuat suamiku kerepotan kok, iya kan sayang?"
Alex mengangguk ragu. Akhirnya Alex pun mengantarkan Nadia pulang.
Nadia tersenyum dan melambaikan tangan kearah Wanita yang menurutnya sangat baik itu.
"pakai sabuk pengamanmu" ucap Alex dengan nada datar
Nadia segera memakai sabuk pengamannya, namun saat hendak memakai sabuk pengaman itu, entah mengapa ia begitu lama. padahal biasanya ia tak seperti ini.
Melihat Nadia yang nampak kerepotan memasangkan sabuk pengaman itu, Alexander reflek mengambil alih tugas Nadia. Ia memasangkan tali pengait yang ternyata menyelinap satu ruas.
Saat melewati tubuh Nadia, pandangan Alex mengarah pada manik mata Nadia. Ya, entah mengapa Alex melihat ada luka yang sangat dalam terpancar dati sorot mata wanita yang terlihat semakin kurus itu.
"ehem.. kak" Nadia menyadarkan Alex karena ia merasa tak enak hati melihat istri Alex yang masih berdiri di depan pintu sembari menatap ke arahnya.
Dengan cepat Alex membenarkan sabuk pengaman itu kemudian menjalankan mobilnya perlahan.
Sementara Istri Alex, ia menatap kepergian mobil suaminya dengan hati yang luar biasa perihnya.
Ia memejamkan matanya sekilas. Mengusir rasa sesak menjadi sebuah air mata yang entah mengapa air mata itu tetus mengalir begitu saja tanpa bisa dibendung.
Ya, ternyata selama ini Istri Alex tau tentang perselingkuhan suaminya dengan Nadia. Namun ia membiarkan saja karena ia merasa belum bisa menjadi istri yang sempurna.
Apalagi urusan ranjang. Ia tak akan mampu melayani kebutuhan seksual suaminya yang begitu besar mengingat kondisinya yang sering lemah.
Namun yang ia tak menyangka. Ternyata perselingkuhan yang dilakukan oleh mereka membuahkan hasil seorangbanak laki laki.
Ya, Istri Alam sengaja menguping dari balik dinding pemvicaraan antara Nadia dan suaminya tadi.
Ia ingin memastikan bahwa apa yang selama ini ia pikirkan memang benar. Ternyata suaminya memiliki anak dari wanita lain.
Apakah sakit? jelas. Hati wanita mana yang tak sakit hati melihat suaminya memiliki anak dari wanita lain.
Namun ia tak bisa berbuat apa apa saat ini. Ia bahkan sengaja menyuruh suaminya untuk mengantarkan Nadia pulang agar suaminya itu menolong anak yang saat ini tengah membutuhkan dirinya.
Karena mau bagaimanapun, seorang anak tak bersalah. Orang tuanyalah yang salah dalam memilih tindakan dan garis hidupnya.
.
__ADS_1
.
.