
Alam yang sedang mengantarkan Rayya berbelanja, tak sengaja ia melihat sosok laki laki yang sangat mirip dengan laki laki yang waktu itu bersama dengan non Rayya. Laki laki yang diakui sebagai kekasihnya.
Kekasih non Rayya kenapa malah jalan bersama wanita lain?
Alam menuntun tangan Rayya menuju meja makan paling ujung resto yang sedang di duduki oleh laki laki yang bernama Bara itu.
Dengan gerakan yangvtak terduga, Alam langsung memberikan bogem mentah pada Bara. Bara yang tak memiliki kesiapan akhirnya membuat dirinya tersungkur ke bawah.
"sayang" jerit wanita yang sedang bersama Bara. Ia lantas memeluk kekasihnya, mengusap ujung bibir lelakinya yang sudah berdarah
"Om! apa yang kamu lakukan?" teriak Rayya
"Nona, aku sedang memberikan pelajaran pada orang yang memghianati nona?"
"menghianati? maksutnya?" Kekasih Bara nampak bingung dengan arah pembicaraan Alam dan Rayya
"kak.. maaf, ini hanya kesalahpahaman. Aku minta maaf atas kelancangan om Alam barusan. Kami permisi" Rayya langsung menyeret tangan Alam menuju tempat parkir.
Keduanya masuk ke dalam mobil. Namun tidak seperti biasanya. Kali ini Rayya lah yng mengemudikan mobilnya.
"nona.. kenapa nona mengajakku pergi? Harusnya nona membiarkanku menghabisi kekasih nona yang sialan itu!"
Rayya diam tanpa berekspresi
"nona, stop! anda terlalu mengebut, bagaimana kalau kita kecelakaan?"
"nona hentikan mobilnya, biarkan saya saja yang menyetir"
"nona"
__ADS_1
Karena tak mendapatkan respon sedikitpun dari Rayya, akhirnya Alam pun bungkam. Ia hanya duduk tenang sembari menatap wajah cantik Rayya yang terlihat sedang marah.
Hingga beberapa menit kemudian, sampailah mereka berdua di sebuah pantai sederhana yang lokasinya tak jauh dari mall itu.
Rayya membuka pintu mobil dan menyeret kembali tangan Alam menuju pesisir pantai. Alam pun hanya mengikuti langkah Rayya dengan tenang meskipun sebenarnya ia bingung nona mudanya itu mau apa.
Keduanya saling berhadapan Saling memandang. Saling menatap dalam.
"om.. apa om tau apa yang sudah om lakukan pada kak Bara?"
"aku hanya ingin melindungi anda nona"
"dengan cara kekerasan?"
"kenapa tidak?"
"saya.. saya.. saya hanya melaksanakan tugas sebagai pengawal pribadi anda"
"benarkah hanya itu?"
"iya nona"
"baiklah kalau memang hanya itu yang om Alam rasakan untukku"
Rayya menghela nafas panjang. Ia begitu kecewa dengan jawaban Om Alam. Rayya pikir om Alam peduli pada perasaannya karena mulai mencintainya. Tapi ternyata salah.
"diam dan jangan memotong pembicaraanku!" tegas Rayya
"kak Bara adalah keponakanku.Dia anak dari paman Riko dan Bibi Bianca. Dan asal om tau, wanita yang bersama dia tadi adalah kekasihnya. Dan sebentar lagi mereka akan berunangan. Jadi aku harap om tak lagi bertindak gegabah seperti tadi"
__ADS_1
Alam hanya diam mendengarkan semua penjelasan Rayya. Entah mengapa saat mendapatkan penjelasan bahwa Bara bukanlah kekasih sebenarnya, justru membuat hati Alam senang.
"lalu mengapa nona mengakui tuan Bara sebagai kekasih nona?" sahutnya datar
"om mau tau alasannya?"
"tentu"
"okey.. aku melakukan semua itu hanya untuk menarik simpati om Alam. Aku melakukan semua itu hanya agar om Alam itu cemburu pada kak Bara. Apa om tau? aku lelah om, aku lelah mengejar cinta suami orang. Aku lelah. Aku lelah berjuang. Aku lelah mempertahankan cinta sepihak. Aku juga ingin merasakan bahagianya dicintai oleh orang yang kita cintai. Aku lelah om.. Aku lelah dengan rasa cintaku yang tak bisa aku hilangkan untukmu. Aku__"
Rayya tak lagi mampu meneruskan ucapannya. Ia menutup wajahnya dan mendudukkan dirinya diatas pasir pantai. Ia tak mempedulikan bajunya yang basah karena diterpa ombak pantai. Hatinya benar benar merasakan lelah.
Sementara Alam. Ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar. Nona mudanya baru saja mengatakan lelah mencintai? Apa itu artinya Nona Rayya begitu dalam mencintainya? begitu pikir Alam
Karena selama Nadia pergi, Rayya lah yang selalu ada untuk menemani dirinya dan Alfaro. Hanya Rayya yang mampu menghibur dirinya dan sang putra. Dan hanya Rayya lah yang mampu membuatnya melupakan Nadia dengan cepat.
"nona.. maafkan saya"
Rayya tak bergeming. Ia masih asik menyembunyikan wajahnya
Melihat nonanya tak mereapon apapun, dengan lancangnya, Alam langsung mengangkat dgu Rayya. Ia berusaha menenangkan dengan memeluk tubuh kecil itu.
Berada di pelukan Alam justru semakin membuatnya sesenggukan.
Perlahan Alam mengurai pelukannya, menggendong tubuh Rayya masuk ke dalam mobil dan membawanya pulang.
.
"
__ADS_1