Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Ini Menggelikan


__ADS_3

Alam membaringkan Rayya perlahan. Ia menatap bibir merah muda yang terlihat menggoda kemudian langsung menyambar bibir tipis merah muda itu dengan lembut.


Perlahan ciuman Alam merembet ke leher jenjang sang istri. Menghisapnya dengan rakus hingga meninggalkan beberapa tanda merah disana.


ahh


Desah** manja keluar begitu saja dari bibir Rayya kala tangan Alam mulai menyentuh bukit kembar miliknya. Meskipun hanya di raba dari luar, itu sudah mampu memberikan sensasi nikmat untuk Rayya.


Dengan gerakan pelan, Alam pun membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakai oleh Rayya lalu membuangnya asal.


Mata Alam sangat dimanjakan dengan pemandangan yang ada di depannya. Hanya dengan melihat gundukan kembar dan terbungkus kacamata berwarna hitam, Ia bahkan sudah menelan ludahnya kasar karena merasa sangat begitu tergoda.


Tanpa permisi, Alam pun langsung menenggelamkan kepalanya di tengah tengah gunung kembar itu. Ia mulai mencium, menjilat, dan menghisapnya hingga membuat Rayya menggeliat kegelian.


Dalam posisi duduk, Alam mulai merambah ke bawah, mencium setiap inci tubuh Rayya mulai dari atas hingga bawah. Dan saat mencapai perut dan hampir ke bawah lagi, Rayya mendadak menghentikan aksi suaminya itu.


Hal yang pastinya membuat Alam merasa heran dan penasaran. "kenapa?"


"aku malu"


"kenapa harus malu? aku suamimu, besok atau sekarang, aku pasti akan melihatnya. ayolah sayang.."


"baiklah, tapi kakak harus matikan lampunya dulu"


"baiklah"


Alam mematikan lampu hingga kini benar benar gelap dan tak ada pencahayaan apapun.


"aahh.. hubby aku takut gelap"


"apa? bukankah kau sendiri yang meminta untuk dimatikan lampunya?"


"iya, itu karena aku malu kalau terang.. tapi aku juga lupa kalau aku takut gelap"

__ADS_1


"sayang.. lalu aku harus bagaimana?" Alam berusaha sabar dan memahami istri kecilnya. Maklumlah, ini adalah yang pertama bagi Rayya.


Aku harus sabar demi mendapat kenikmatan yang hakiki. Sebentar lagi aku akan menikmati rasanya perawan.


Ya, Alam memang belum pernah merasakan bercinta dengan seorangvyang masih virgin. Karena saat malam pertamanya dengan Nadia, Alam sudah tak mendapati keperawanan istrinya. Saat itu Nadia mengatakan pernah mengalami kecelakaan hingga pendarahan di bagian inti wanitanya dan membuat selaput daranya pecah.


Tanpa rasa curiga, Alam pun percaya begitu saja tanpa mengorek informasi apapun lagi tentang istrinya dulu.


"baiklah, aku punya ide, sayang, dimana ponselmu?"


"ponsel? untuk apa?"


"sudahlah, dimana ponselnya?"


"ada di nakas"


Alam pun mengambil ponsel Rayya, ia menyalakan ponsel itu dan menaruhnya dengan posisi tengkurap di ujung ruangan.


Ia pun melakukannya pada ponsel miliknya di sudut ruangan lain. Hingga kini, kedua sudut kamar sudah menyala dua senter ponsel menghadap ke atap.


"gimana sayang? sudah tidak gelap kan?"


"hubby, kau memang pintar, ayo cepat sini"


Rayya langsung menarik tangan Alam hingga jatuh ke ranjang dalam posisi terlentang. Rayya dengan beraninya langsung menaiki perut suaminya.


Alam yang merasakan keanehan dari sikap istrinya pun mendadak senang. Ia baru menyadari bahwa istrinya akan liar bila dalam keadaan yang remamg remang.


"sayang, apa kau akan memimpin permainan kita?"


"tentu saja, aku sudah sangat penasaran bagaimana rasanya bercinta"


"baiklah, ayo"

__ADS_1


Rayya merangkak naik, ia mencium bibir suaminya lama. Dan Rayya tersenyum saat bibirnya melewati telinga Alam, Alam seperti menahan sesuatu.


Dan disitulah Rayya memiliki ide untuk membuat suaminya itu terkulai. Perlahan Rayya mulai mencium telinga Alam. Namun lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi hisapan yang menuntut.


Benar saja, Alam merasa tak kuat dan menggeliat tak karuan saat Rayya terus menghisap telinganya. Sepertinya sang Istri sudah tau dimana titik kelemahannya. Begitu pikir Alam.


"sayang, stop! aku sudah tak tahan"


Namun Rayya tak mengkaedah ucapan suaminya. Ia malah semakin asik memainkan bagian telinga dan leher Alam.


Aksi Rayya terhenti kala Alam membanting tubuh Rayya hingga berada di bawahnya. Ia berbalik mengungkung tubuh istrinya.


"hubby, kenapa kau membalikkanku? aku kan belum selesai"


"kau mau membuatku mati seketika karena menahan kegelian yang kau ciptakan?"


"iyakah? memangnya segeli itu ya?"


"baiklah jika kau ingin tau bagaimana rasanya, aku akan menunjjukkannya padamu"


Alam dengan sigap langsung melancarkan aksinya. Ia menggerogoti dan menhisap kuat telinga istrinya hingga basah karena terlalu lama.


Rayya benar benar tak menyangka jika rasanya akan semenggelikan ini. Ia pun menggelinjang seperti cacing kepanasan.


"sayang.. sudah stop! aku kalah, aku minta ampun, ini sangat menggelikan sekali. aku tak tahan"


Kini giliran Alam yang tak mendengarkan seruan Rayya. Ia terus menerus membuat istrinya terkapar lemah hanya dengan permainan bibirnya.


Merasa ada yang aneh, Alam pun segera menghentikan aksinya. Ia menatap sang istri yang terpejam damai seperti orang pingsan.


"sayang.. sayang.. kau kenapa?"


Ia menepuk pelan pipi istrinya yang tak bergerak sedikitpun. Alam benar benar panik, Ia mendekap sang istri dan terus mencoba membangunkannya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2