Mengejar Cinta Om Suami Orang

Mengejar Cinta Om Suami Orang
Menyukainya?


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Alam keluar bersama Alfaro yang sudah rapi dengan dandanan keren dan tampan khas laki laki tulen.


Alam lantas mengendarai mobilnya menuju Mall yang biasa di datangi oleh Rayya. Ia sengaja mengajak babysiter dan Alfaro karena jika saja nanti dirinya bertemu dengan Rayya, ia ada alasan untuk apa datang ke mall ini. Ya begitulah yang dipikirkan oleh Alam.


Tak berapa lama kemudian, Akhirnya mobil itupun telah terparkir sempurna ditempatnya.


"tuan kita mau beli apa?" tanya babysiter


"belanja mingguan" sahutnya cepat. Namun mata Alam terus berputar mengelilingi setiap sudut mall yang ia lewati


"tuan.. apa yang akan di beli? saya dan bibik bahkan sudah membeli belanja bulanan kemarin"


"sudahlah! beli apa saja yang kau mau. Diam dan jangan banyak bicara ya"


"baik tuan"


Ketiganya terus berjalan hingga langkahnya terhenti kala Kenzo sampai di depan restoran. Ya, Alam melihat dengan jelas bahwa di dalam restoran ada Rayya bersama laki laki asing itu.


"sayang.. kau mau bertemu dengan tante cantik kan?" bisik Alam pada Alfaro tepat di telinga bocah tampan itu.


"mau ayah"


"okey, itu disana ada tante cantik, ayo kesana. tmTapi Alfaro duluan ya"


Alfaro segera mengangguk. Ia lantas berlari ke meja dimana ada Rayya dan Bara yangsedang Asik menyantap hidangannya.


"tante"


"Alfaro?"


Rayya mengerutkan keningnya saat melihat Alfaro disana. Ia nampak celingukan kesana kemari mencari Alam.


"nona, maaf saya tidak bisa mencegah Alfaro untuk tak menyapa anda"


"tidak apa apa om.. Lagi pula juga gak ganggu kok! ya kan kak?" tanya Rayya pada Bara yang ternyata sejak tadi hanya berdiam dan fokus pada makannya.


Dengan reflek Rayya langsung menginjak kaki Bara dengan keras.


"aw"


Alam menatap Bara dengan aneh. Namun secepat kilat Bara langsung berdiri dan merangkul pundak Rayya.


"sayang.. dia siapa?"


"namanya Alfaro, anak om Alam"


"oh ya? jadi om Alam sudah punya istri? pantas saja"

__ADS_1


"pantas apa?" Rayya mengerutkan kening menatap Bara


"pantas saja sudah tua"


Tangan Rayya dengan cepat langsung mencubit pinggang Bara dengan gemas.


"ups! maksutku pantas saja kan memang sudah waktunya punya anak dan istri begitu"


Alam hanya tersenyum tipis pada Rayya. Namun menatap tajam pada laki laki yang sejak tadi merangkul pundak nona mudanya tersebut.


"om mau makan?" tanya Rayya


"iya nona"


"ah ya sudah, silahkan duduk om. Tapi kita gak bisa nemenin. Kita mau nonton soalnya"


"nonton?"


"ya, ada film terbaru berjudul LOVE YOU yang akan di putar di bioskop untuk pertama kalinya. Aku tak akan melewatkannya. Pasti romantis banget deh"


*Love You?


Itukan Film yang banyak sekali adegan dewasanya?


Non Rayya mau menonton film bersama laki laki ini?


Segala pikiran dan berbagai pertanyaan aneh terus bermunculan di kepala Alam.


Entah mengapa rasanya ia tak rela jika nona mudanya hanya pergi berdua dengan laki laki lain. Apalagi menonton film film beradegan romantis dan sedikit fulgar.


"nona tunggu!" Alam mengejar Rayya yang sudah meninggalkan tempatnya


"ada apa om?"


"nona, nona tidak boleh menonton film itu"


"kenapa?"


"film itu untuk orang dewasa non"


"om Alam.. umurku sudah dua puluh satu lebih. apa om lupa?"


"maksutku bukan seperti itu. Nona tidak boleh nonton film dewasa bersama seorang laki laki"


"kenapa?" kini giliran Bara yang menyahut


"karena laki laki modus seperti anda pasti akan mencari kesempatan dalam kesempitan"

__ADS_1


"wajar kalau aku melakukannya. Dia kekasihku. Dia pacarku. Dan sebentar lagi dia akan menjadi istriku"


Setelah mengatakan itu, Bara memeluk pinggang Rayya posesif lalu berjalan pelan meninggalkan Alam yang mematung di tempatnya


Deg


Jantung Alam benar benar seakan mencelos keluar dari susunan dan rangkaian organ tubuhnya.


Dulu Alam memang menginginkan Rayya memiliki kekasih. Namun setelah keinginannya terkabul, mengapa rasanya seperti ini? Mengapa rasanya sakit sampai ke ulu hati?


*Apakah aku mulai menyukai non Rayya?


Apa ini yang namanya cemburu?


Pantas saja dulu nona lebih memilih pergi dari pada harus melihatku menikah


Aku tak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang dialami non Rayya karenaku


Apa perasaan nona masih ada untukku?


Sepertinya tidak. Nona nampak bahagia sekali dengan laki laki itu?


Apa memang dia adalah laki laki terbaik untuk nona?


Kalau memang iya, mengapa rasanya aku tak ingin mereka hidup bersama*?


"kenapa? apa kau mulai merasakan kehilangan cintanya?"


Sebuah suara mampu membuyarkan lamunan Alam.


"Boy?" Alam menoleh dan mendapati Boy yang sedang menggendong anak keduanya


"jangan sok tau"


"aku tau, kau pasti sedang merasakan cemburu dan sakit hati karena nona sering cuekin kamu dan nona lebih memilih menghabiskan waktunya bersama laki laki lain. Iya kan?"


"Jangan sembarangan kalau ngomong!"


"Alam.. Alam.. kau itu munafik" Boy meninggalkan Alam yang masih setia berdiri pada tempatnya


Sementara Alam, ia mengurungkan niatnya untuk makan disana. Ia lebih memilih mengajak anak dan babysiternya pulang kerumah.


"tolong jaga Alfaro ya, aku ada urusan"


"baik tuan"


.

__ADS_1


.


__ADS_2