
duh.. om Alam menyuruhku untuk bersiap, apa kita akan melakukannya?
Apa aku akan kehilangan virginku malam ini?
Apa kita akan melakukan malam pertama?
Aku jadi takut deh! gimana ya kira kira rasanya?
Rayya juga begitu penasaran akan rasanya bercinta. Dulu saat bersekolah di jepang, ia sering mendengarkan cerita dari teman temannya mengenai making love. Bahkan ada yang menawarkan ingin mengajarkan rasa ML pada dirinya.
Beruntunglah ia masih kuat iman untuk tak tergoda dengan hal hal negatif semacam itu.
Rayya terlihat mondar mandir gelisah hingga ia tak menyadari bahwa suaminya sudah berada di dekatnya.
Alam keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk kecil yang ia lilitkan di pinggang, menampakkan otot otot perutnya yang sangat sexy. Bagi kaum wanita yang melihat pasti akan meleleh dibuatnya.
"sayang, kenapa kau memakai baju seperti itu?" tanya Alam sembari menatap aneh pada wanitanya
"memangnya kenapa hubby? bukankah hubby yang menyuruhku untuk bersiap siap?"
"iya, aku memang menyuruhmu bersiap siap. Kita akan pergi ke suatu tempat yang spesial malam ini, bukankah aneh jika kamu hanya memakai pakaian tipis seperti itu? aku tidak akan rela jika ada orang lain yang memandang tubuh ini"
Alam mendekap pinggang Rayya dan menariknya hingga tubuh mereka saling menempel
"jadi kita akan pergi keluar?"
"ya, kau pikir kita akan apa? jangan jangan kau pikir kita akan melakukan malam pertama ya? hayo ngaku?" Alam memicingkan matanya
"hah! tidak kok, aku kira kau menyuruhku bersiap untuk tidur"
"benarkah?" Alam semakin mengintimidasi Rayya hingga membiat gadia berpakaoan lingerie itu gelagapan
Merasa di pojokkan, Rayya lantas kabur dan berlari menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Tak butuh waktu lama, hanya beberapa menit saja Rayya sudah keluar dengan pakaian rapi. Ia lantas menyisir kembali rambutnya dengan cepat.
__ADS_1
"ayo" ajak Rayya dengan ekspresi sebal dan jangan lupakan bibirnya yang saat ini mungkin bisa di kucir karena sangat cemberut
"yuk sayang"
Alam hendak menggandeng mesra tangan Rayya, namun secepat kilat istrinya itu malah berjalan mendahuluinya. Dan itu sukses membuat Alam merasa sangat gemas dengan tingkah lucu Rayya.
Selama di dalam mobil, Rayya hanya diam. Ia tak sesikitpun menatap sang suami meaki tangannya sejak tadi di genggam mesra oleh Alam.
Ya, keduanya duduk di kursi belakang karena Dante sengaja mengutus supir untuk mengantarkan mereka ke tempat spesial.
Mobil pun mulai memasuki kawasan villa yang jauh dari kota dan pemukiman warga. Mata Rayya membulat sempurna saat melihat beberapa lampu menyala dan bergelayut manja di atas pohon. Sangat Indah.
Alam membawa sang istri keluar dari mobil. Ia terus menggenggam tangan sang istri dan menuntunnya duduk di sebuah kursi dan meja makan serta sudah di penuhi oleh beberapa hidangan lezat yang sengaja di sediakan oleh para pelayan.
"hubby.. apa kau yang menyiapkan semua ini?"
"tidak"
"lalu?"
"mertua? maksut kamu ayah sama bunda yang menyiapkan semua ini untuk kita?"
"ya sayang.."
"aku tak menyangka ternyata ayah sama bunda begitu perhatian dengan kita"
"ya audah, ayo kita makan, berolahraga kan juga butuh tenaga"
"maksut hubby apa? apa kita akan berolah raga malam malam begini?"
"sudahlah, ayo dimakan"
olahraga apa maksutnya? lari? voli? basket? atau senam? apa ya?? 🤔
Akhirnya Rayya pun tak bertanya lagi meski ia masih begitu penasaran akan olah raga yang dimaksut oleh suaminya itu.
__ADS_1
Dan setelah selesai makan, Alam mengajak Rayya masuk ke sebuah kamar yang di penuhi dengan bunga bunga berwarna merah. Aroma mawar begitu wangi tercium saat memasuki ruangan itu.
"hubby.. apa ini juga ayah dan bunda yang mempersiapkannya?"
"iya sayang, aku tak mungkin ada waktu untuk mempersiapkan ini semua"
"kenapa tidak ada waktu?"
"jelas saja akutak memiliki waktu, karena aku sibuk memikirkanmu, karena aku sibuk ingin selalu bersamamu, dan karena aku ingin selalu bermesraan denganmu, istriku"
Alam memeluk Rayya dari belakang, menyandarkan kepalanya di bahu sang istri. mengecup mesra leher Rayya berulang kali hingga membuat wanitanya merasa kegelian.
"yuk kita lakukan sekarang?"
"lakukan apa?"
"olahraga pesanan ayah"
"pesanan ayah? maksut hubby apa?"
"ayah ingin segera memiliki cucu. Jadi kita harus berolahraga ekstra malam ini sayang. Kita akan main sepak bola semalaman, apa kau siap?"
blus
Rona pipi Rayya seketika memerah. Ia baru mengetahui apa maksut dari olahraga malam tersebut.
Melihat Rayya yang menunduk, ia pun tahu bahwa istrinya sedang tersipu malu. Hingga Alam pun segera membawa Rayya duduk diatas ranjang yang sudah di penuhi kelopak bunga mawar berbentuk hati itu.
"sayang, bolehkah aku memulainya sekarang?"
"he em"
.
.
__ADS_1