Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 11 Merebutkan Miyuki


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Tristan dengan segera menggendong Miyuki menuju ruang IGD. Di sana sudah ada Kiki yang menunggunya sedari tadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi Tristan?" tanya Kiki ketika melihat Miyuki sangat lemah dengan wajah yang sedikit pucat.


"Maaf Mi, Tristan tidak tau. Tadi Tristan hanya dihubungi oleh Raline yang mengabarkan bahwa Miyuki pingsan di kampus pada saat kegiatan berlangsung," jawab Tristan yang terlihat sangat bersalah.


Kiki menghela nafasnya. Dia tau jika putrinya ini sangat lemah jika dia sedang sakit. Apa lagi jika bukan karena tidak mau meminum obat.


"Apa obatnya kemarin sudah diminum?" tanya Kiki menyelidik.


"Sudah Mi. Setelah minum obat, dia tetap ke kamar mandi lama sekali, hingga dia terlihat lemah. Akhirnya saya panggilkan dokter dan dia memberinya obat serta infus yang tadi pagi baru saja dicabut sebelum Miyuki berangkat kuliah," jawab Tristan sambil melihat ke arah istrinya yang tangannya sedang dipasang infus.


Kiki kembali menghela nafasnya melihat putrinya yang terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di tangannya.


"Dari kecil dia memang paling susah minum obat. Jika sekarang kamu berhasil meminumkannya obat, Mami yakin kamu bisa menjaga Miyuki dengan baik," tutur Kiki sambil tersenyum pada Tristan dan tangannya mengusap lembut rambut Miyuki.


Tristan tersenyum mendengar pujian dari ibu mertuanya. Dan dia merasa iba ketika melihat wajah istri kecilnya yang sedikit pucat saat ini.


"Keadaan Miyuki bagaimana Mi?" tanya Tristan yang terlihat sangat khawatir pada istrinya.


Kiki tersenyum mendengar pertanyaan dari menantunya yang terdengar sangat khawatir pada istrinya. Kemudian dia berkata,


"Berdoa saja agar istrimu bisa cepat sembuh."


Seketika kecemasan Tristan bertambah. Pasalnya apa yang dicerna oleh pikiran Tristan jika saat ini Miyuki sedang kritis, sehingga maminya menyuruhnya untuk mendoakan istrinya.


"Apa separah itu Mi?" tanya Tristan dengan memperlihatkan wajah penuh kekhawatiran.


Kiki menahan senyumnya ketika melihat menantunya itu sangat khawatir pada istrinya. Seketika kejahilan Kiki datang.


"Apa kamu akan menikah lagi jika…," Kiki sengaja menggantungkan ucapannya agar Tristan berpikir sendiri akan akhir dari perkataannya.


"Tidak akan Mi. Itu tidak akan terjadi," sahut Tristan tanpa berpikir panjang, dia hanya mengatakan apa yang ada dalam pikiran dan hatinya.


Samar-samar Miyuki mendengar percakapan antara suaminya dengan maminya. Dia tersenyum dalam hatinya mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya.

__ADS_1


Apalagi dia juga mendengar apa saja yang terjadi ketika dia sedang digendong oleh Max. Hanya saja dia tidak bisa bergerak.


Badannya sangat lemah, hingga dia lebih nyaman untuk memejamkan matanya saja dan berpura-pura masih tidak sadarkan diri pada saat itu.


"Akan Mami pegang janji kamu Tristan. Dan awas saja jika kamu menyakiti hati Princess kesayangan keluarga kami," ucap Kiki sambil menatap serius pada Tristan.


Seketika Tristan tersadar jika dia baru saja berjanji pada ibu mertuanya. Dalam hati dia berkata,


Ya Tuhan… apa yang terjadi? Kenapa aku bisa begitu saja mengucapkan janji yang sangat tidak mungkin untuk ku lakukan? Apa yang harus aku lakukan setelah ini?


"Yuki akan dipindahkan ke ruangan VVIP. Kamu akan berada bersama Yuki atau kamu kembali ke kantor, Tristan?" Kiki bertanya pada menantunya yang masih berdiri mematung sambil memandang istrinya.


"Mmm… Tristan akan kem-"


"Mami, apa Yuki baik-baik saja?"


Tiba-tiba ada suara laki-laki yang sangat menggangu Tristan. Bahkan kehadirannya dan suaranya mengganggu Tristan yang akan melanjutkan ucapannya.


"Eh Max, kenapa kamu bisa ada di sini? Apa kegiatannya sudah selesai?" tanya Kiki yang membalas pertanyaan Max dengan pertanyaan darinya.


Sontak saja Tristan membelalakkan matanya melihat tangan istrinya dipegang oleh laki-laki lain meskipun laki-laki tersebut berstatus sebagai sepupu istrinya.


Jangankan Max yang menjadi sepupu Miyuki, Kenshin yang menjadi kakak kandung Miyuki saja tidak diperbolehkan oleh Tristan untuk menyentuh Miyuki setelah Miyuki menjadi istrinya.


Cinta atau tidak, itu tidak menjadi patokan untuknya. Bagi Tristan, istrinya adalah miliknya. Dan dia tidak akan memperbolehkan siapa pun menyentuhnya, apa lagi memilikinya.


"Biar Tristan yang menunggunya Mi. Mami teruskan saja bekerjanya," ucap Tristan sambil melirik tajam pada Max.


Max hanya tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan oleh Tristan. Dia sudah mengetahui semua yang terjadi antara Tristan dengan Miyuki. Bahkan dia mengerti tentang perjanjian kontrak yang mereka berdua sepakati serta tandatangani sebelum pernikahan mereka.


"Ya sudah. Kalian minggir dulu, biarkan mereka memindahkan Miyuki sekarang," tukas Kiki sambil bergerak minggir memberi jalan untuk para perawat yang akan memindahkan Miyuki.


Di dalam kamar VVIP itu, Miyuki masih saja memejamkan matanya. Dia masih merasa lemah dan enggan untuk membuka matanya. Bahkan untuk berbicara pun dia tidak memiliki tenaga.


Max dan Tristan masih saja saling mengawasi. Kiki hanya sebentar saja berada di sana, setelah itu dia kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Dengan matanya yang masih mengawasi Max, dia mengambil ponsel dari sakunya dan terlihat menghubungi seseorang.


"Tolong bawakan semua berkas-berkas saya ke rumah sakit," ucap Tristan melalui telepon pada seseorang di seberang sana.


Max tersenyum tipis mendengarnya. Dia berkata dalam hatinya,


Sepertinya akan seru jika aku masuk di antara kalian. Kita lihat, apa yang akan dilakukan oleh pria mengesalkan itu.


Max beranjak dari sofa menuju Miyuki yang masih terpejam. Seketika mata Tristan terbelalak melihat Max duduk di sebelah Miyuki sambil memegang tangan Miyuki.


Tanpa pikir panjang lagi, Tristan beranjak dari sofa dan mendekati istrinya yang tangannya sedang dipegang oleh Max.


Greeep!!!


Tangan Tristan menyahut tangan Miyuki yang dipegang oleh Max. Dengan tatapan tajamnya pada Max dia berkata,


"Jangan sembarangan menyentuh istri orang."


Max terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Tristan. Max berdiri dari duduknya sambil tersenyum licik menatap Tristan dan berkata,


"Istri? Siapa? Bukannya hanya di atas kertas saja?"


Seketika emosi Tristan bertambah. Rahangnya mengeras dan tangannya mencengkeram tangan Miyuki sehingga Miyuki merintih kesakitan.


"Emmmmhhh…," rintih Miyuki lemah sambil sedikit membuka matanya.


Sontak saja Max dan Tristan menoleh ke arah Miyuki. Dengan segera Tristan dan Max mendekati wajah Miyuki. Bahkan mereka berdua terlihat sangat khawatir pada Miyuki.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya Tristan yang terdengar sangat khawatir sambil memegang tangan kanan Miyuki dan mengusap rambutnya dengan lembut.


"Yuki, apa ada yang sakit?" tanya Max yang tidak kalah khawatir dengan Miyuki sambil memegang tangan kirinya.


Mata Miyuki perlahan terbuka. Kemudian dia melihat Tristan dan Max secara bergantian dan berkata dengan suara lemahnya,


"Kalian berdua berisik sekali."

__ADS_1


__ADS_2