Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 24 Tempat kenangan


__ADS_3

“Wah…tempat ini tidak berubah. Selalu saja bisa membuat perasaan menjadi tenang,” seru Miyuki ketika sudah sampai di tempat yang ingin dikunjunginya.


“Kamu selalu menyukai tempat ini,” ucap Max sambil tersenyum dan berdiri di sebelah Miyuki.


Miyuki menoleh ke arah Max yang berada di sampingnya dan berkata,


“Apa ada yang tidak menyukai tempat ini?”


Max tersenyum mendengar pertanyaan dari sepupunya itu. Kemudian dia melingkarkan tangannya pada pundak Miyuki sambil berkata,


“Sepertinya sebentar lagi ada yang tidak menyukai tempat ini.”


Miyuki mengernyitkan dahinya. Sama sekali tidak terpikirkan olehnya nama orang yang tidak menyukai tempat tersebut.


“Tidak usah terlalu dipikirkan. Kasihan otak cantik kamu ini jika harus memikirkan hal yang tidak berguna,” ucap Max sambil terkekeh.


Miyuki tersenyum lebar padanya. Kemudian dia melingkarkan tangannya pada pinggang Max dan mengeluarkan ponselnya sambil berkata,


“Sekarang kita ambil foto dulu Max. Jangan lupa, yang mesra.”


Max terkekeh seraya tangannya mengambil ponsel dari tangan Miyuki. Kemudian dia mengambil foto mereka dengan gaya yang sangat mesra dan senyuman mereka yang terlihat sangat bahagia.


Mereka mengambil banyak foto dari tempat yang berbeda. Bahkan gaya mereka terlihat sangat natural sekali layaknya dua insan yang sedang jatuh cinta.


Pemandangan yang sangat indah itu membuat semua foto mereka menjadi sangat menarik. Semua keluarga besar mereka pasti tahu hanya dengan melihatnya saja. Karena tempat itu merupakan tempat untuk mereka semua berkumpul di saat momen liburan.


“Apa semua foto ini belum cukup?” tanya Max sambil melihat semua foto pada ponsel Miyuki.


“Jika nanti kita ke tempat lain, gak ada salahnya kalau kita foto-foto lagi,” jawab Miyuki sambil tersenyum melihat semua foto mereka.


Max menggelengkan kepalanya dan terkekeh mendengar jawaban yang diberikan oleh sepupu cantiknya itu. Kemudian dia berkata,

__ADS_1


“Kamu yakin jika dia akan diam saja melihat semua foto-foto ini?”


“Kita lihat saja bagaimana reaksinya,” jawab Miyuki sambil tersenyum lebar.


Jari lentik Miyuki bergerak dengan lincahnya memposting semua fotonya bersama dengan Max di beberapa tempat. Dan yang lebih penting yaitu dia mencantumkan nama akun Max di sana.


“Ok Max, sekarang giliranmu untuk me-repost semua foto itu,” tukas Miyuki sambil memberikan ponsel Max yang tergeletak di meja.


Max pun menuruti perintah Miyuki. Dia me-repost semu foto postingan Miyuki sehingga membuat mereka seperti pasangan kekasih yang sedang kasmaran.


Di tempat lain, Tristan sangat resah, Sedari tadi dia tidak bisa berpikiran jernih. Pikirannya tertuju pada Miyuki. Bayangan Miyuki yang mencium pipi Max membuatnya tidak fokus mengerjakan semua pekerjaannya.


Tiba-tiba saja terdengar suara notifikasi pesan dari ponsel Tristan. Fokusnya pada pekerjaan kembali terpecah. Segeralah dia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas mejanya.


Bibirnya melengkung ke atas ketika melihat nama pengirim pesan tersebut. Dengan segera dia membuka pesan tersebut. Mata Tristan terbelalak ketika membaca pesan tersebut yang ternyata tidak seperti yang diharapkannya.


Raline mengirimkan pesan pada Tristan mengenai ketidakhadirannya pada semua mata kuliah pada hari ini. Demikian juga dengan Max. Raline juga mengirimkan sebuah link yang menanyakan apakah Tristan juga sedang bersama dengan Max dan juga Miyuki.


Membaca pesan yang dikirimkan oleh Raline membuat Tristan menjadi penasaran. Dia membuka alamat link yang diberikan oleh Raline padanya.


Dadanya bergemuruh melihat semua foto yang terkesan seperti pasangan. Bahkan tatapan mata dan senyuman mereka terlihat sangat bahagia.


“Kurang ajar. Beraninya mereka membolos dan pergi tanpa sepengetahuanku? Di mana ini?”


Tristan mengumpat dan mengomel sambil melihat semua foto yang ada dalam media sosial milik Miyuki.


Kekesalan Tristan semakin bertambah ketika melihat foto-foto Max dan Miyuki yang berada di café es krim dan berfoto layaknya pasangan yang sedang tertawa bahagia.


Bukan hanya itu saja, Max dan Miyuki berfoto di kebun teh, air terjun dan di sebuah kolam renang milik pribadi seolah-olah mereka adalah pasangan.


Kekesalan Tristan belum mereda, kini ada postingan terbaru yang menunjukkan mereka berdua sedang melihat matahari terbenam di suatu tempat.

__ADS_1


“Sebenarnya di mana mereka berada?” tanya Tristan dengan menahan amarahnya.


Dilihatnya baik-baik tempat tersebut. Dan dia mengingat suatu tempat yang sudah lama tidak dikunjunginya.


“Bukankah ini villa waktu itu? Villa Papa Aydin ada di sebelah villa ku. Apa aku harus melihatnya ke sana?”


Tristan bertanya-tanya sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya sekarang ini. Dia memang sedang kesal dan tidak ingin mencarinya, tapi dalam hatinya berkata lain. Dia tidak tenang sama sekali ketika sedang mengerjakan apa pun.


Tanpa berpikir ulang, tangan Tristan menyambar kunci mobil, ponsel dan tasnya. Tangan dan kakinya menuruti kata hatinya. Kini Tristan benar-benar melajukan mobilnya menuju villa.


Di dalam perjalanannya, berkali-kali dering telepon pada ponselnya mengganggu fokusnya dalam mengemudi. Sayangnya nama si penelepon tersebut untuk saat ini tidak membuatnya bahagia.


Raline berkali-kali menghubungi Tristan. Tapi semua panggilan teleponnya hanya menjadi panggilan tak terjawab saja.


Bukannya Tristan tidak mau menjawab panggilan telepon itu, hanya saja dia tidak bisa menjawab ketika Raline menanyakan tentang keberadaannya dan keberadaan Miyuki yang bersama dengan Max.


Setelah beberapa saat, Tristan tiba di villa miliknya. Dia menatap villa tersebut dari dalam mobil. Dia teringat akan pengalamannya bersama dengan Raline ketika berada di villa itu.


Waktu itu Raline bersama dengan keluarga Aydin dan Kiki berlibur di villa mereka yang berada tepat di sebelah villa milik Tristan. Pertemuan mereka yang tanpa sengaja itu membuat kenangan tersendiri untuknya.


Namun, kenangan itu berangsur menjadi kenangan buruk ketika secara tidak sengaja dia bertemu dengan Raline dan Kenshin yang sedang meneruskan honeymoon mereka di villa tersebut. Dan secara tidak sengaja pun Tristan berada di villanya untuk menenangkan diri setelah pernikahan Raline bersama dengan Kenshin.


“Hufffttt… kenangan itu membuatku tidak ingin kembali ke tempat ini. Tapi tidak ku sangka jika sekarang aku datang ke tempat ini untuk mencari istriku yang sedang kabur dengan laki-laki lain,” ucap Tristan sambil melepaskan sabuk pengamannya.


“Mimi?!” celetuk Tristan ketika melihat Miyuki berjalan bersama dengan Max memasuki halaman villa mereka.


Dengan segera Tristan keluar dari mobilnya. Dan dia berjalan cepat menuju villa keluarga Aydin untuk mengikuti Miyuki dan Max.


Grep!


Tangan Miyuki ditahan oleh Tristan hingga dia tidak bisa berjalan. Menolehlah Miyuki ke arah belakang dan dia terkejut melihat Tristan sudah berada di belakangnya.

__ADS_1


“Kak Tristan?!” celetuk Miyuki tanpa sadar.


Max yang berjalan di sebelah Miyuki pun menoleh dan terbelalak ketika melihat Tristan dengan tatapan tajamnya sudah berdiri di belakang mereka.


__ADS_2