Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 29 Malam bersama


__ADS_3

Malam ini Miyuki harus tinggal di villa Tristan. Dia tidak bisa menghindar lagi dari suaminya.


Setelah mereka makan malam bersama dengan keluarganya di villa milik Aydin, Tristan mengajak Miyuki untuk kembali ke villanya.


"Aku mau tidur di kamar lain," ucap Miyuki yang baru saja masuk ke dalam villa milik Tristan.


Dengan gerakan cepatnya Tristan menarik tangan Miyuki untuk menghentikan istrinya itu berjalan ke arah kamar yang lain.


Namun, Miyuki menghempaskan dengan kasar tangan Tristan yang berhasil menghentikannya.


Merasa jika Miyuki memberontak, dengan segera Tristan mengangkat tubuh istrinya itu masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Tristan.


Tentu saja Miyuki memberontak. Dia tidak ingin mengalah sedikit pun dengan suaminya. Sayangnya usaha Miyuki sia-sia. Dia tetap saja tidak bisa membuat Tristan melepaskannya.


Dengan perlahan tubuh Miyuki diletakkan Tristan di atas ranjangnya. Dia menatap istrinya itu dengan tatapan lapar.


"Tidurlah di sini bersama suamimu ini Sayang," ucap Tristan sambil menyeringai pada Miyuki.


Miyuki tersenyum sinis pada suaminya. Lewat tatapan matanya dia mengatakan pada suaminya itu bahwa dia tidak takut padanya.


Badan Tristan semakin mendekat dan dengan refleknya Miyuki semakin memundurkan tubuhnya hingga dia dalam posisi terlentang di bawah kungkungan Tristan.


Mata mereka berdua beradu seolah saling menantang dan menyatakan bahwa merekalah yang terkuat.


Merasa istrinya itu tidak takut dengannya, Tristan segera meraih tubuh Miyuki dan membawanya dalam pelukannya sambil berkata,


"Tidurlah, jangan coba-coba untuk pergi dariku."


Miyuki tidak memberontak. Dia tetap diam seolah pasrah dengan apa yang akan diperbuat oleh suaminya.


Bukannya dia suka dengan apa yang dilakukan oleh suaminya saat ini, hanya saja dia merasa percuma memberontak karena saat ini Tristan sangat erat sekali memeluknya, sehingga tubuhnya terkunci tidak bisa bergerak.


Selain itu Miyuki ingin tahu sejauh mana suaminya itu akan memperlakukannya. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Tristan padanya.


Merasa ada yang mengganjal pada saku celananya, Miyuki mencoba meraih saku celananya dan mengambil ponsel dari saku tersebut. Dengan hati-hati dia meletakkan ponsel itu di atas meja dekat ranjangnya.

__ADS_1


Mata Miyuki tetap terjaga, dia tidak tidur karena dia ingin berjaga-jaga dan tetap waspada.


Selang beberapa saat kemudian dia mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulut suaminya.


Miyuki tersenyum tipis mendengar dengkuran itu. Dalam hatinya dia berkata,


Ternyata nyalimu hanya segini saja. Aku pikir kamu akan menggunakan kesempatan ini untuk meminta hakmu sebagai seorang suami.


Setelah itu mata Miyuki terpejam. Dia pun bisa tidur setelah mendengar dengkuran halus dari suaminya yang menandakan betapa pulas suaminya itu sekarang ini.


Ternyata mereka berdua tidur dengan sangat nyenyaknya hingga tidak merasa jika seluruh keluarganya sedang menunggunya dalam kamar mereka.


Tiba-tiba saja alarm ponsel Miyuki berbunyi. Dengan malasnya Miyuki meraih ponselnya dari meja yang berada di dekat ranjangnya.


Tanpa melihat ponselnya, dia memencet salah satu tombol pada ponsel tersebut untuk mematikan suara alarm itu.


Miyuki kembali menggerakkan badannya untuk mencari tempat ternyaman. Dia semakin mengeratkan tubuhnya dalam pelukan Tristan.


Tristan pun bergerak untuk mengeratkan tangannya pada tubuh Miyuki. Mereka terlihat sangat nyaman dengan posisi mereka saat ini.


Aydin, Kiki, Kenshin, Raline dan Max hanya menatap mereka berdua sambil menahan tawa mereka.


Sayangnya, di hari libur mereka ini Miyuki dan Tristan lebih suka bergelung dengan selimut mereka.


Tiba-tiba kaki Miyuki menimpa pinggang Tristan hingga Tristan mengadu kesakitan. Ternyata Miyuki mengira jika Tristan adalah gulingnya, sehingga dia memeluk erat tubuh Tristan dan mengikis jarak di antara mereka.


Merasa pinggangnya sangat berat, mata Tristan pun perlahan terbuka. Matanya terpanah oleh wajah cantik alami milik Miyuki yang masih tertidur.


Sepertinya dia tidak bosan melihat wajah cantik istrinya yang hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari wajahnya. Tanpa disadarinya, bibirnya melengkung ke atas seolah sangat menikmati wajah cantik istrinya.


Setelah beberapa detik dia terpesona akan kecantikan istrinya yang sangat alami ketika bangun tidur, Tristan merasa ada sesuatu yang memperhatikannya.


Dengan segera kedua matanya bergerak melirik ke arah samping. Seketika matanya terbelalak melihat Aydin, Kiki, Kenshin, Raline dan Max sudah berada di dalam kamarnya dan tersenyum menatapnya.


"Ka-kalian," ucap Tristan gugup seraya bergerak merubah posisinya menjadi duduk.

__ADS_1


Merasa ada pergerakan yang mengganggu tidurnya, Miyuki perlahan membuka matanya. Seketika matanya pun terbelalak melihat seluruh anggota keluarganya berada di depannya.


"Kenapa kalian semua ada di sini? Kenapa kalian semua senyum-senyum begitu?" tanya Miyuki dengan wajah bingungnya.


Kiki terkekeh melihat reaksi putrinya yang bingung setelah bangun tidur. Kemudian dia berkata,


"Maaf kami mengganggu tidur nyenyak kalian. Dari tadi kita sudah mengetuk pintu kamar kalian tapi tidak ada yang menyahut. Kami kira kalian tidak ada di kamar. Eh ternyata… ketika Mami buka pintu kamar ini, kami terpesona melihat gaya pengantin baru yang sedang tidur."


"Ternyata kalian sangat akur saat tidur," sahut Max sambil terkekeh.


Sontak saja Miyuki menoleh ke arah Max. Mereka pun saling menatap dan tanpa mereka sadari, wajah mereka merona malu.


"Yuk kita pergi sekarang. Sebentar lagi mataharinya akan tinggi," ucap Aydin sambil melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya.


"Mau ke mana?" tanya Miyuki seraya bergerak turun dari ranjangnya.


"Melihat matahari terbit di tempat biasanya," sahut Kenshin yang tangannya sudah melingkar di pinggang istrinya.


"Asik… setelah itu kita makan bubur ayam di tempat biasanya ya…," seru Miyuki kegirangan.


"Ya sudah cepetan. Kita tunggu di depan," ucap Kiki sambil berjalan bersama dengan Aydin menuju pintu untuk keluar dari kamar tersebut.


Miyuki pun dengan langkah riangnya masuk ke dalam kamar mandi. Dia melupakan apa yang terjadi saat ini. Yang ada dalam benaknya saat ini adalah melihat matahari terbit dan makan bubur di tempat biasa mereka datangi.


Entah nanti apa dia mengingatnya kembali. Dan entah bagaimana reaksinya setelah mengingatnya.


Miyuki hanya membasuh mukanya saja dan dalam beberapa menit saja dia sudah keluar dari dalam kamar mandi.


Setelah itu berganti dengan Tristan yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh mukanya.


Ternyata Miyuki sudah berganti pakaian selama Tristan  berada dalam kamar mandi. Pakaian itu dibawanya dari villanya semalam. Semua anggota keluarganya memiliki baju ganti yang memang mereka tinggal di villa tersebut.


Seketika mata Tristan terbelalak ketika keluar dari dalam kamar mandi melihat Miyuki yang sudah berganti pakaian. Kini Miyuki memakai tank top warna hitam yang kontras dengan warna kulitnya dan memakai celana jogger sehingga terlihat pusarnya.


Yaelah… pagi-pagi sudah disuguhi pemandangan seperti ini. Bagaimana aku bisa kuat menahannya? 

__ADS_1


"Ayo Kak kita berangkat," ucap Miyuki sambil memakai hoodie untuk menutupi tank top yang telah membalut bagian atas tubuhnya.


Merasa tidak ada pergerakan dari Tristan, Miyuki segera menarik tangan suaminya itu untuk keluar dari dalam kamar mereka.


__ADS_2