Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 28 Antara egois dan iri


__ADS_3

Aydin melihat sekitarnya. Dia merasa heran tidak mendapati Miyuki, Max dan juga Tristan.


"Mereka bertiga ke mana Ken?" tanya Aydin pada Kenshin yang ada di belakangnya.


Kenshin pun melihat sekitarnya. Dia juga heran tidak mendapati satu pun dari mereka bertiga. Kemudian dia berkata,


"Mungkin mereka ke arah lain Pa. Biarkan saja, mereka sudah dewasa. Lagi pula mereka bertiga."


Aydin dan Kiki pun setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kenshin.


"Ya sudah, kita lanjutkan saja ke tempat yang lain," tukas Aydin pada Kenshin.


Dua kuda yang ditunggangi oleh dua pasangan itu berjalan mengelilingi perkebunan teh tersebut. Sepertinya mereka akan meneruskan perjalanan mereka hanya berempat saja.


Di tempat lain, Tristan berusaha mengejar Miyuki yang sedang menunggang kuda bersama dengan Max. Dia tidak rela jika istrinya itu berkuda dengan laki-laki lain.


Egois? Memang Tristan sadar jika dia egois, tapi dia tidak bisa menghindarinya. Semua yang dirasakannya saat ini seolah memaksanya untuk melakukan sesuai keinginannya.


Kemampuan berkuda Tristan ternyata tidak kalah dengan Max. Dia bisa menyusul kuda yang ditunggangi Max dan Miyuki dengan mudahnya.


"Stop!" seru Tristan yang menghalangi laju kuda Max.


Seketika Max menghentikan kudanya. Dia menyeringai melihat kegigihan Tristan yang berusaha mengejarnya.


"Ada perlu apa lagi?" tanya Max dengan seringainya yang seolah mengejek Tristan.


Tristan turun dari kudanya dan mendekati Miyuki yang masih berada di atas kuda bersama dengan Max. Tangannya terulur pada Miyuki sambil berkata,


"Biar Miyuki bersamaku."


"Aku gak mau," ucap Miyuki dengan tegas tanpa menerima uluran tangan suaminya.


"Mimi, apa kata Mami dan Papi nanti jika mereka tau kamu berkuda dengan Max, bukan dengan aku, suamimu? Aku sudah minta maaf dari kemarin. Bukankah seharusnya kamu memaafkan aku? Turunlah, berkudalah denganku. Aku akan menuruti semua permintaanmu selama kamu mau memaafkan aku dan ikut berkuda denganku," tukas Tristan dengan menampakkan wajah memelas pada istrinya.


Max mendekatkan bibirnya di sebelah telinga Miyuki dan berbisik di telinganya.


"Ikutlah dengannya dan suruh dia menuruti semua keinginanmu."


Tristan sangat marah ketika wajah Max mendekat pada wajah Miyuki. Dia tau jika Max hanya berbisik padanya. Sayangnya, dia teringat akan kejadian di ruang kesehatan yang menurutnya Miyuki sedang mencium pipi Max.

__ADS_1


Miyuki melihat ke arah Tristan yang terlihat sangat frustasi. Seketika Miyuki iba pada suaminya.


Namun, dia tidak begitu saja memaafkan suaminya. Dia mempunyai rencana sendiri dalam benaknya.


"Baiklah, aku ikut denganmu," ucap Miyuki sambil meraih tangan Tristan untuk membantunya turun dari kuda tersebut.


Tristan bersorak dalam hatinya. Tapi dia berusaha keras tidak menampakkannya agar istrinya itu merasa iba padanya.


Tristan menggandeng tangan Miyuki menuju kudanya. Dia membantu istrinya itu naik ke atas kuda yang akan ditungganginya.


Miyuki duduk di depan, sedangkan Tristan duduk di belakang Miyuki. Dan yang mengendalikan kudanya adalah Tristan.


Sedangkan Max berkuda di samping mereka. Tadinya Tristan tidak suka jika Max berada di samping mereka, hanya saja tiap Tristan meninggalkannya, Max selalu bisa menyusulnya.


Akhirnya Tristan membiarkan Max berkuda di samping mereka. Kini kuda mereka berjalan berjejeran menuju ke arah air terjun.


Melihat istrinya kini berada bersamanya, Tristan merasa menang. Dalam hati dia bersorak kegirangan.


Sedangkan Miyuki, dia memikirkan tentang rencana selanjutnya. Awalnya dia hanya menyetujui pernikahan kontrak itu tanpa mengetahui rasa sakit hatinya ketika Tristan masih mengharapkan kakak iparnya. Kini dia ingin memberi pelajaran pada Tristan agar dia menyesali keegoisannya.


Sesampainya di air terjun, seperti biasanya, Miyuki dan Max bermain air. Tristan merasa seperti pengganggu yang hanya menonton keasikan mereka yang sedang bersama.


Tiba-tiba Aydin, Kiki, Kenshin dan Raline datang ke air terjun tersebut. Mereka berkuda bersama pasangan mereka masing-masing.


"Maaf Pi, Mimi minta langsung ke sini," sahut Tristan sebelum Miyuki dan Max menjawabnya.


Miyuki dan Max saling memandang. Kemudian mereka saling mengedikkan bahunya seolah tahu apa yang ditanyakan oleh mata mereka masing-masing.


Kiki turun dari kuda dibantu oleh Aydin. Setelah itu dia berjalan mendekati mereka dan bertanya pada Tristan,


"Kamu tidak suka bermain air bersama mereka?" 


Seketika Tristan merasa kecolongan. Dalam hati dia berkata,


Bodoh sekali aku ini. Bukankah aku dari tadi mengejar Miyuki agar terlihat selalu bersama dengannya. Kenapa sekarang aku malah membiarkan dia bersama dengan Max? 


"Kita baru sampai kok Mi. Ini Tristan baru mau ke sana," jawab Tristan dengan senyuman kakunya.


Kiki mengernyitkan dahinya mendengar jawaban dari menantunya itu. Kemudian dia berkata,

__ADS_1


"Bukankah kalian dari tadi di sini? Lalu dari tadi kalian ke mana?"


"Sudahlah Mi gak usah diributkan. Sekarang kita ke sana saja. Ayo Mi kita mojok di sana," sahut Aydin sambil memeluk tubuh istrinya dari samping dan mengajaknya berjalan menuju tempat yang ditunjuknya.


Kenshin pun menggandeng mesra istrinya. Raline tampak sekali bahagia bersama dengan Kenshin. Mereka berdua seolah tidak melihat kehadiran Tristan di sana.


Tristan menghela nafasnya. Dalam hatinya dia berkata,


Sepertinya apa yang dikatakan oleh Mimi benar. Kelihatannya memang tidak ada celah untukku meskipun hanya sedikit saja.


Dengan segera Tristan berjalan mendekati Miyuki. Dia ingin menunjukkan pada Raline jika dirinya juga bisa sepertinya. Dia juga ingin tahu bagaimana reaksi Raline jika melihatnya mesra bersama dengan Miyuki.


Tubuh Miyuki menegang ketika kedua tangan Tristan melingkar di pinggangnya. Dengan sangat lembutnya Tristan menarik tubuh Miyuki hingga bersandar di dadanya.


Dengan cepatnya tangan Tristan mengambil air yang ada di bawah mereka dan mencipratkan pada wajah istrinya.


Seketika Miyuki kesal dan membalas dengan hal yang sama pada suaminya.


Persis seperti yang diinginkan oleh Tristan. Kini dia dan Miyuki saling membalas dan mereka tertawa secara alami.


Max tersenyum tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Tristan. Dalam hatinya dia berkata,


Sudah dewasa tapi masih saja gak ngerti dengan perasaannya sendiri.


Sedangkan Aydin dan Kiki tertawa melihat tingkah anak mereka yang masih sama seperti dulu.


Kenshin dan Raline pun sama. Mereka bermain air hingga Kenshin membawa tubuh istrinya masuk ke dalam air. Kini tubuh mereka berdua basah.


"Sayang, kita main air aja sekalian duduk di sini. Baju kita sudah basah. Biar sekalian basah," ucap Kenshin sambil terkekeh.


Raline tidak bisa menolaknya karena tubuhnya di kunci oleh Kenshin. Dia berada di pelukan Kenshin yang sedang duduk di dalam kolam air yang ada di air terjun tersebut.


Merasa belum cukup, Tristan kembali menjahili Miyuki. Dia tidak ingin tersaingi oleh Kenshin dan juga Raline.


"Kak Tristan! Awas ya!" seru Miyuki seraya membalas kejahilan Tristan.


Tristan tertawa lepas melihat reaksi istrinya. Kemudian dia berkata,


"Apa sih Sayang?"

__ADS_1


Max menahan tawanya mendengar panggilan sayang yang terlontar dari bibir Tristan untuk Miyuki. Di sela tawanya itu dia berkata,


"Sayang. Sayang dari Hongkong?"


__ADS_2