
Aydin mengajak mereka semua mengunjungi perkebunan teh miliknya. Seperti rutinitas biasanya mereka di sana, Aydin berencana akan mengajak mereka semua mengunjungi perkebunan teh, pabrik teh, peternakan dan juga mereka tidak akan melewatkan untuk pergi mengunjungi air terjun yang ada di sana.
Seperti biasanya, Aydin melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. Begitu pula dengan Kenshin, tangannya pun melingkar dengan indahnya di pinggang Raline.
Tristan, Miyuki dan Max berjalan di belakang dua pasangan tersebut. Miyuki dan Max sudah terbiasa dengan pemandangan keromantisan yang membuat siapa saja iri jika melihatnya. Berbeda dengan Tristan yang sangat iri melihat kedekatan dan keromantisan yang diperlihatkan oleh Kenshin dan Raline di setiap waktu.
Tristan menatap getir mereka berdua dan berkata dalam hatinya,
Harusnya aku yang memeluknya dan harusnya aku yang selalu berjalan di sisinya serta menggandeng tangannya.
Rasa egois Tristan masih saja ada tatkala dia melihat Kenshin dan Raline bersama. Dia masih saja belum bisa mengikhlaskan Raline yang jelas-jelas tidak memilihnya. Cinta Raline hanya untuk Kenshin dan Tristan tahu akan hal itu. Tapi tetap saja dia tidak bisa melepaskan perasaannya pada Raline.
Miyuki melirik suaminya yang selalu menatap iri pada kakaknya dan kakak iparnya. Dia tersenyum sinis dan dalam hatinya berkata,
Show time.
Miyuki melingkarkan tangannya pada lengan Max. dia tersenyum pada Max dan mengedipkan sebelah matanya. Max tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia tahu apa yang ada dalam pikiran sepupunya itu.
Max melepaskan tangan Miyuki. Kemudian tangannya merangkul pundak Miyuki dengan eratnya sehingga tubuh Miyuki sangat dekat tak berjarak dengannya.
Tangan Miyuki pun berpindah tempat. Kini tangan Miyuki melingkar di pinggang Max. Mereka saling memandang dan tersenyum layaknya pasangan kekasih yang sedang kasmaran.
Ternyata apa yang dilakukan oleh mereka membuat Tristan menoleh ke sampingnya. Matanya terbelalak ketika melihat istrinya dan sepupunya sedang bermesraan seperti yang dilakukan oleh Aydin dengan Kiki dan Kenshin dengan Raline.
Apa yang mereka lakukan? Tristan berkata dalam hatinya sambil menatap tajam pada Miyuki dan Max.
Miyuki dan Max sadar akan tatapan Tristan pada mereka. Tapi mereka berdua berpura-pura seolah tidak mengetahuinya.
Tristan menarik paksa dengan sekuat tenaga tubuh Miyuki hingga tubuh istrinya itu terpental dalam pelukannya. Miyuki berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Tristan.
Namun, Tristan benar-benar memeluknya dengan erat hingga Miyuki tidak bisa melepaskan dirinya dari pelukannya.
__ADS_1
Max menyeringai melihat apa yang dilakukan Tristan. Dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Tristan yang sangat kekanak-kanakan menurutnya.
Max mendekati Tristan dan berkata lirih di sebelah wajah Tristan,
“Hargailah milikmu jika tidak mau direbut oleh orang lain.”
Miyuki tersenyum puas mendengar apa yang dikatakan oleh Max pada Tristan. Dalam hatinya berkata,
Good job Max. Buat dia menghargai orang lain.
Tristan menatap bengis pada Max yang tersenyum puas padanya. Rahang Tristan mengeras dan dadanya bergemuruh mendengar apa yang dikatakan oleh Max padanya.
Sayangnya mereka sudah sampai di perkebunan teh milik Aydin. Aydin, Kenshin dan Max mengambil kuda yang biasanya mereka tunggangi ketika berada di sana.
Aydin segera membantu Kiki untuk naik ke kuda yang ditungganginya. Begitu pula dengan Kenshin yang membantu Raline untuk naik ke kuda yang ditungganginya.
“Tristan, ambillah kuda di sana. Kita akan berkuda berkeliling ke semua tempat yang akan kita kunjungi,” ucap Aydin yang sudah bersiap akan melajukan kudanya.
Max yang masih ada di sana tersenyum pada Miyuki. Seolah mengerti apa yang dimaksud oleh Max, Miyuki segera naik pada kuda yang ditunggangi oleh Max.
“Let’s go Max,” ucap Miyuki sambil berpegangan erat pada tali yang juga dipegang oleh Max.
Setelah mengambil kudanya, Tristan kembali ke tempat di mana Miyuki menunggunya. Sayangnya dia tidak menemukan istrinya di sana.
“Ke mana dia? Bukannya dia tadi berdiri di sini?” tanya Tristan sambil matanya berkelana melihat sekitarnya mencari keberadaan istrinya.
Tiba-tiba Tristan teringat akan kehadiran Max di antara mereka. Dia juga teringat bagaimana Max dan Miyuki yang saling berpelukan dengan eratnya ketika mereka berjalan tadi.
“Jangan-jangan dia bersama dengan Max. Sialan, aku harus mencari mereka,” ucap Tristan sambil menggerakkan tali dan kakinya untuk melajukan kudanya.
Sepanjang jalan, matanya sibuk mencari keberadaan Miyuki dan Max. Dia menghela nafasnya berulang kali untuk melampiaskan kekecewaannya karena tidak menemukan istrinya dan juga Max di sepanjang jalan yang telah dilaluinya.
__ADS_1
“Ke mana mereka? Beraninya mereka mempermainkan aku,” ucap Tristan lirih dengan amarah yang sudah merajai hatinya.
Tiba-tiba terdengar suara tawa di sekitar tempat itu. Tristan segera turun dari kudanya dan mengikat kuda tersebut di sebuah pohon.
Tristan melangkahkan kakinya dengan hati-hati menuju sumber suara yang telah benar-benar didengarkannya.
Mata Tristan terbelalak ketika melihat Miyuki dan Max sedang duduk di atas rerumputan dan bermain batu gunting kertas untuk menyentil dahi yang kalah.
“Apa yang kalian lakukan di sini? Kenapa kalian hanya berdua?” tanya Tristan dengan tegas dan terdengar marah.
Sontak saja Miyuki dan Max menoleh ke arah Tristan. Mereka tidak kaget ketika melihat Tristan memergoki mereka sedang berduaan. Bahkan mereka terlihat sangat tenang mendapati Tristan berdiri di belakang mereka.
Max menyeringai melihat Tristan yang terlihat marah dan cemburu. Sedangkan Miyuki, dia terlihat biasa saja. Dan dengan tenangnya Miyuki berkata,
“Ck, mengganggu saja. Kenapa kamu ke sini?”
Mendengar perkataan istrinya itu, Tristan bertambah kesal. Amarahnya kian bertambah melihat istrinya yang dicarinya sedari tadi merasa terganggu akan kedatangannya.
“Tentu saja aku mencarimu. Kamu istriku dan kamu tidak ada ketika aku sedang mengambil kuda,” jawab Tristan dengan sorot matanya yang menyiratkan amarahnya.
“Istri… istri… Aku bosan mendengar kata itu dari mulutmu. Kamu sangat munafik dengan perasaanmu itu. Jika kamu tidak terima dengan pernikahan Kak Kenshin dan Kak Raline, harusnya kamu mengatakannya pada mereka semua. Jangan malah menggunakan aku sebagai tameng untuk mendekatinya lagi. Asal kamu tau, Kak Ken dan Kak Raline tidak akan bisa dipisahkan. Dan aku juga tidak akan membiarkan ada orang yang merusak hubungan mereka. Camkan itu,” sahut Miyuki dengan amarahnya yang menggebu-gebu.
“Sudahlah Yuki, kita pergi saja. Kita tidak perlu membuang-buang waktu untuk meladeninya,” tukas Max sambil menarik tangan Miyuki untuk membantunya berdiri dari duduknya.
Mendengar perkataan istrinya yang seolah sedang menuturinya seolah membuka matanya. Keegoisannya itu telah membutakan matanya.
“Yang kamu rasakan itu bukan cinta, tapi obsesi. Jangan libatkan aku dengan obsesimu itu,” ucap Miyuki sebelum naik kembali ke atas kudanya bersama dengan Max.
“Mimi tunggu!” seru Max ketika dia sudah tersadar dan melihat kuda yang ditunggangi Miyuki dan Max sudah bergerak menjauhinya.
Dengan segera Tristan berlari ke tempat kudanya untuk menyusul Miyuki dan Max yang sudah meninggalkannya.
__ADS_1