
“Mimi! Sudah malam, suruh mereka pulang!” seru Tristan dari ruang tengah.
Miyuki, Max dan Lucas yang ada di ruang tamu menghentikan tawa mereka ketika mendengar suara seruan Tristan yang ditujukan pada mereka.
“Kenapa lagi itu?” tanya Lucas pada Miyuki.
“Biasa lagi sensi,” sahut Max sambil terkekeh.
“Lagi PMS dia,” jawab Miyuki sambil terkekeh.
Tawa mereka bertiga kembali pecah memenuhi ruangan tersebut, hingga mengganggu pendengaran Tristan yang berada di ruangan sebelahnya.
Dengan segera dia berjalan menuju ruang tamu di mana Max, Lucas dan Miyuki masih berada di sana. Tatapan matanya menghunus pada Max dan Lucas.
Seketika tawa Lucas terhenti. Dia tidak berani melihat kemarahan yang tersirat dengan jelas dari mata Tristan.
Lain halnya dengan Max yang masih saja tenang dan tetap bersikap cool seperti biasanya. Dia tidak merasa tertekan dengan tatapan yang diberikan oleh Tristan padanya.
Sedangkan Miyuki, dia sudah terbiasa dengan Tristan yang seperti itu, sehingga dia biasa saja menanggapi sikap suaminya yang seolah mengintimidasinya.
“Sudah malam. Kenapa kalian berdua belum juga pulang?” tanya Tristan pada Lucas dan Max dengan menatap mereka berdua secara bergantian.
“Sebentar lagi Kak, setelah kami makan,” jawab Lucas sambil tersenyum paksa pada Tristan.
“Makan?” celetuk Tristan seolah kaget mendengar jika mereka akan makan di rumahnya.
“Max sudah memesan makanan dari restoran Papi. Pasti sebentar lagi makanannya akan datang,” sahut Miyuki sambil memakan keripik kentang favoritnya.
Seketika raut wajah Tristan berubah. Wajah kesalnya kini bertambah kesal hingga terlihat sangat marah pada mereka.
Dia mendaratkan pantatnya dengan kasar di sofa dekat dengan istrinya. Dan matanya masih saja mengawasi Max dan Lucas tanpa memalingkan pandangannya dari mereka.
__ADS_1
Tiba-tiba Bik Saroh datang ke ruang tamu membawa beberapa box makanan yang tertera nama restoran milik Aydin dan berkata,
“Ini makanannya Nyonya. Apa perlu saya siapkan di meja makan sekarang?”
“Iya Bik, siapkan untuk kami bertiga. Jika Kak Tristan mau ikut makan juga, siapkan untuk satu orang lagi Bik, jadi empat orang,” ucap Max sambil menyeringai pada Tristan.
Rahang Tristan mengeras, kedua tangannya mengepal dan tatapan matanya semakin menyorot tajam pada Max. Tiba-tiba tangannya mengambil tangan Miyuki dan membawanya dalam genggamannya sambil berkata,
“Saya ikut makan Bik, menemani istri saya.”
Seketika Miyuki tersedak ketika meminum soft drink dari kalengnya. Dia menjepit hidungnya yang terasa sakit akibat tersedak soft drink yang diminumnya.
Sedangkan Max dan Lucas menahan tawanya mendengar kalimat yang keluar dari bibir Tristan. Sangat lucu menurut mereka melihat Tristan bersikap manis dan romantis pada Miyuki. Semua itu dikarenakan wajah Miyuki yang terlihat kaku dan kaget ketika mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.
Bik Saroh menahan senyumnya melihat majikannya terlihat sangat manis layaknya pengantin baru yang tidak bisa dipisahkan. Kemudian dia meninggalkan ruang tamu tersebut menuju ruang makan untuk mempersiapkan makan malam.
Setelah semua makanan sudah dihidangkan di meja makan, Bik Saroh memanggil mereka untuk segera pindah ke ruang makan.
Dengan telatennya Max mengambilkan lauk untuk Miyuki sambil berkata,
“Yuki, ini kesukaan kamu.”
Tristan menatap tajam pada Max yang sangat lancang menurutnya. Dalam hati dia berkata,
Kurang ajar sekali dia. Sudah pernah aku katakana jika aku tidak suka milikku disentuh oleh orang lain. Beraninya dia menyentuh milikku.
“Kamu memang tidak pernah lupa dengan apa yang aku sukai Max,” ucap Miyuki sambil tersenyum senang pada Max.
“Tentu dong. Dari kecil kan aku diberi tanggung jawab untuk menjaga kamu,” tukas Max sambil mencubit gemas pipi Miyuki.
Sontak saja Tristan membelalakkan matanya melihat apa yang dilakukan oleh Max pada istrinya. Bahkan sendok yang dipegangnya menjadi sasarannya. Sendok tersebut digenggamnya dengan sangat erat untuk menyalurkan kemarahannya.
__ADS_1
“Kenapa? Apa kamu akan memarahiku karena memberikan makanan kesukaannya? Aku yakin jika kamu tidak tau apa pun tentang Miyuki. Jadi jangan kamu mengaku-ngaku menjadi suaminya jika kamu tidak tau apa pun tentang Miyuki,” ucap Max sambil menyeringai seolah mengejek Tristan.
“Kamu…,” ucap Tristan penuh dengan kemarahan, sayangnya ucapannya itu tidak dapat diselesaikannya karena dia merasa apa yang dikatakan oleh Max memang benar adanya.
“Apa? Memang benar bukan? Jangan alasan karena perjodohan kalian menikah sehingga kalian tidak bisa saling mengenal. Bukankah kamu sendiri yang meminta untuk dijodohkan dengan Miyuki? Jadi bukan alasan yang tepat jika kamu menjadikan perjodohan itu sebagi alasan. Jika setelah menikah kamu tidak mau mencoba mencari tau tentang istrimu, lebih baik menyerah saja,” tutur Max sambil menyeringai merendahkan Tristan.
Sontak saja Tristan berdiri dari duduknya dan menatap bengis pada Max sambil berkata,
“Tutup mulut kamu dan segera pergilah dari rumah ini!”
Kemudian Tristan dengan gerakan cepatnya mengangkat tubuh Miyuki yang sedang duduk dan menggendongnya ala bridal style. Dia berjalan dengan cepat menuju kamarnya tanpa mempedulikan Miyuki yang memberontak meminta agar Tristan menurunkannya.
Max terkekeh melihat sikap Tristan yang menurutnya sedang terbakar api cemburu. Sayangnya Tristan tidak pernah mengakui atau pun mencari tahu tentang perasaanya pada istrinya.
Lebih tepatnya dia menolak untuk memasukkan nama Miyuki dalam hatinya karena dia merasa masih mempertahankan satu nama perempuan yang sedari dulu ada dalam hatinya.
“Max sebenarnya ada apa sih? Kenapa kamu berani sekali pada Kak Tristan? Harusnya kamu bisa lebih menghormatinya. Ini bukan seperti dirimu Max,” tanya Lucas pada Max yang masih terkekeh melihat ke arah kamar Tristan dan Miyuki.
Max menoleh ke arah Lucas. Kemudian dia tersenyum padanya sambil berkata,
“Sudahlah Lucas, belum saatnya kamu tau. Lebih baik kita makan saja sekarang.”
Lucas mengernyitkan dahinya, dia merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Max padanya. Kemudian dia berkata,
“Bukankah kita harus pulang Max?”
“Makanlah dulu, setelah itu kita pulang,” jawab Max dengan tenang di sela kunyahan makanannya.
Lucas memperhatikan Max yang makan dengan tenangnya. Setelah itu dia ikut meneruskan makannya dengan banyak pikiran yang terlintas di pikirannya.
Di dalam kamarnya, Miyuki duduk di sofa sambil mengerucutkan bibirnya dan menatap tajam ke arah suaminya. Dia sangat kesal pada suaminya itu yang seenaknya saja membawanya masuk ke dalam kamarnya ketika dia bersama dengan Max dan Lucas.
__ADS_1
Tristan mengerti arti tatapan istrinya, tapi dia mengacuhkannya. Dia sendiri tidak ada alasan untuk menjelaskan tindakannya itu pada istrinya. Yang dia tahu, dia hanya menyelamatkan harga dirinya sebagai suami Miyuki di hadapan Max dan juga Lucas.