Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 16 Rencana


__ADS_3

Setelah membantu Miyuki meminum obatnya, Tristan keluar dari kamar tersebut meninggalkan istrinya yang sedang mengomel karena kesal padanya.


Dia tersenyum penuh kemenangan dengan hati yang berbunga-bunga. Bahkan dia bersenandung dengan siulannya menuruni tangga untuk menuju lantai bawah.


“Sudah lama sekali aku tidak berenang, semenjak berada di rumah sakit aku tidak pernah melakukan olahraga sama sekali. Sebaiknya aku sekarang berenang,” ucap Tristan sambil berjalan ke arah kolam renang.


Tristan membuka baju serta celananya dan hanya menyisakan boxer yang dipakainya. Diletakkannya baju dan celananya itu di kursi yang ada di area kolam renang tersebut.


Byuuuur!


Terdengar suara deburan air kolam yang tenang ketika Tristan melompat masuk ke dalamnya. Suara itu terdengar hingga ke dalam kamar mereka.


Miyuki yang sedang memainkan ponselnya, kini berjalan menuju balkon kamarnya setelah mendengar suara deburan air kolam tadi.


“Siapa sih yang renang?” tanya Miyuki sambil melihat ke arah kolam renang.


“Apa itu Kak Tristan?” tanya Miyuki kembali sambil mencoba mencari tahu dengan melihat lebih jelas ke arah kolam renang.


“Sepertinya itu benar dia. Nah… mumpung dia lagi berenang, lebih baik aku latihan dance. Badanku kaku sekali sudah berhari-hari gak Latihan,” ucap Miyuki sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Tristan tersenyum melihat Miyuki yang berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia tahu jika istrinya itu melihatnya ketika dia sedang berenang.


Tristan merasa jika Miyuki sudah mulai menyukainya. Bahkan dia berpikiran jika istrinya itu sudah mulai mencintainya. Karena itulah dia merasa sombong di depan istrinya, tanpa mencari tahu lebih jelas tentang perasaan Miyuki padanya.


Dengan perasaan bahagianya itu, dia berenang beberapa putaran dalam kolam tersebut. Ada kalanya dia berhenti untuk menikmati minuman dan makanan yang disediakan oleh Bik Saroh. Setelah itu dia kembali berenang hingga dia merasa kelelahan dan kembali ke kamarnya.


Di dalam kamar. Miyuki terlihat sangat menikmati setiap gerakan yang dilakukannya sesuai irama musik yang diputarnya. Dia terlihat sangat enerjik dan bersemangat ketika menari. Badannya meliuk-liuk menyatu dengan musik tersebut.


Mata Tristan membelalak ketika dia masuk ke dalam kamarnya. Suara musik yang diputar oleh Miyuki sangat keras, sehingga dia tidak mendengar ketika suaminya masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Tristan terpanah melihat istrinya yang sangat memukau dengan semua gerakannya. Dia melupakan semuanya. Melupakan badannya yang basah dan kedinginan terkena hembusan AC dalam kamar tersebut. Dia juga melupakan tujuannya yang sebenarnya ketika masuk ke dalam kamarnya.


Kini dia seolah terhipnotis layaknya patung yang hanya diam memandang ke satu arah sambil tersenyum dan sesekali meneguk ludahnya melihat penampilan istrinya yang sama sekali tidak pernah diduganya.


Ternyata dia bisa dance. Kenapa aku tidak mengetahuinya? Apa saja yang tidak aku ketahui tentang dia? Eh apa yang aku pikirkan? Kenapa aku harus mengetahui tentang dia? Memangnya dia siapa bagiku? Tristan sibuk bertanya-tanya dalam hatinya.


“Yeeeey!” Miyuki bersorak di akhir gerakannya.


Kemudian dia memutar badannya untuk mematikan musiknya. Tapi, dia terkejut ketika melihat sosok suaminya sedang berdiri dengan memandang ke arahnya.  Dengan segera dia berlari kecil untuk mematikan musiknya.


Miyuki canggung dan salah tingkah melihat suaminya yang tidak berkedip melihatnya. Bahkan dia tidak mengira jika suaminya itu tersenyum dalam keadaan diam karena tertegun melihatnya.


Bahkan dia sendiri juga terpanah melihat badan suaminya yang sedikit basah terlihat jelas tanpa terhalang pakaian. Dada yang berotot dan perut yang six pack membuat mata Miyuki betah melihatnya.


“Ehemmm… habis berenang Kak?” tanya Miyuki canggung.


Seketika Tristan tersadar setelah mendengar suara istrinya yang sedang bertanya padanya. Dia salah tingkah seolah sedang tertangkap basah mengintip seorang perempuan yang ternyata adalah istrinya sendiri.


“Oh… kirain Kakak kecebur,” ucap Miyuki dengan entengnya sambil duduk di sofa.


“Enak saja. Aku pandai berenang. Bagaimana kalau kita berlomba?” tanya Tristan yang berniat ingin memberi istrinya itu pelajaran ketika berada di dalam kolam renang.


“Kapan-kapan aja deh Kak. Aku mau menghemat energi karena ada yang berjanji padaku untuk mengajakku pergi jalan-jalan besok,” jawab Miyuki yang berniat untuk mengingatkan suaminya akan janjinya.


Tristan berjalan ke arah kamar mandi sambil mengusap rambutnya menggunakan handuk yang ada di tangannya sambil berkata,


“Siapa?”


Mendengar pertanyaan dari Tristan, membuat kekesalan Miyuki kembali. Dia tahu jika mungkin Tristan hanya mengatakan janjinya karena adanya Max bersama dengan mereka, sehingga dia tidak bersungguh-sungguh berjanji padanya.

__ADS_1


“Max,” jawab Miyuki sambil memandang suaminya.


Seketika Tristan yang sudah berada di depan pintu kamar mandi berhenti. Dia memutar kembali badannya untuk menghadap istrinya. kemudian dia memperlihatkan wajah kesalnya dia berkata,


“Bukannya kita akan pergi besok? Kenapa kamu pergi dengan Max?”


Miyuki terkekeh melihat ekspresi kesal suaminya. Dia benar-benar tidak menduga jika suaminya akan bereaksi seperti itu ketika dia menyebut nama Max. Kemudian dia berkata,


“Aku kira Kak Tristan lupa. Maklum… faktor usia.”


Sontak saja mata Tristan terbelalak mendengar usianya menjadi bahan olokan istrinya. Memang usia mereka terpaut lima tahun, tapi dia tidak mengira jika usianya kini seolah menjadi bahan olokan, karena biasanya dirinya sangat membanggakan usianya yang lebih matang di depan istrinya.


“Pokoknya besok kita pergi tanpa Max,” ucap Tristan dengan kesal, kemudian dia berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Braaak!


Miyuki mengusap dadanya sambil menghela nafasnya. Dia kaget mendengar suara pintu kamar mandi yang ditutup sangat keras oleh suaminya.


Namun, dia tersenyum tidak percaya akan reaksi suaminya yang sangat kesal dengan apa yang diucapkannya. Dalam hati dia berkata,


Max… ternyata namamu berguna juga.


Dalam kamar mandi, Tristan melampiaskan kekesalannya. Entah sejak kapan dia menjadi kesal setiap mendengar nama Max dari bibir istrinya. Dia merasa jika Max merupakan ancaman baginya, jadi sebisa mungkin dia harus mencegah Max agar tidak berada di sekitarnya.


“Sialan! Akan aku beri pelajaran dia jika berani mendekati istriku,” ucap Tristan sambil membasuh tubuhnya di bawah guyuran air shower.


Selama Tristan berada di dalam kamar mandi, Miyuki memikirkan apa saja yang akan dilakukannya besok ketika pergi bersama dengan suaminya. Dia merencanakan sesuatu yang sudah bisa dipastikan olehnya jika suaminya akan sangat kesal dan marah padanya.


Dia membayangkan betapa kesalnya suaminya besok ketika Miyuki menjalankan rencananya. Dan dia juga membayangkan di saat suaminya marah-marah karena ulahnya itu. Hanya dengan membayangkannya saja Miyuki merasa sangat bahagia hingga dia tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


“Akan aku buat kamu menyerah besok,” ucap Miyuki sambil menyeringai melihat ke arah kamar mandi yang masih ada suaminya di dalam sana.


__ADS_2