Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 18 Suapan seorang istri


__ADS_3

Di dalam mpbil, Miyuki memasang wajah cemberutnya. Dia duduk di samping pengemudi, yang artinya dia duduk di samping Tristan yang sedang mengemudikan mobilnya. Tangannya memegang box yang berisi sarapan mereka berdua.


“Kenapa gak di makan?” tanya Tristan sambil mengemudi.


“Nanti aja,” jawab Miyuki sambil mengerucutkan bibirnya.


Kalau makan sekarang, berarti aku harus menyuapimu, Miyuki berkata dalam hatinya.


“Kenapa?” tanya Tristan kembali.


“Gapapa,” jawab Miyuki sambil tetap memandang lurus ke arah jalanan.


Tristan tersenyum tipis mendengar jawaban-jawaban yang diberikan oleh istrinya. Dia tahu jika alasan yang sebenarnya karena istrinya itu tidak mau menyuapinya.


Tristan yang menganggap Miyuki seperti mainan barunya yang siap dimainkannya kapan saja, dia segera mempunyai rencana untuk membuat istrinya itu kesal sehingga membuat kesenangan tersendiri baginya.


“Kita akan pergi ke mana?” tanya Tristan tanpa menoleh ke arah Miyuki.


“Tempatnya masih jauh. Kita kan pergi ke taman hiburan,” jawab Miyuki yang masih saja terlihat kesal pada Tristan.


“Taman hiburan? Kamu pikir kita masih bocah?” tanya Tristan yang terlihat kaget mendengar jawaban dari istrinya.


Melihat ekspresi suaminya yang terlihat tidak suka dengan tempat yang menjadi pilihannya, tiba-tiba Miyuki menjadi bersemangat.


Tujuan Miyuki adalah membuat Tristan marah, malu dan tersiksa karena berada di tempat yang tidak ingin dikunjunginya.


Yes… benar dugaanku. Tidak mungkin orang seperti dia akan baik-baik saja jika berada di taman hiburan. Bagaimanapun caranya, aku harus bisa mengajaknya ke sana. Biar dia merasakan bagaimana rasanya berada di tempat yang tidak disukainya, Miyuki berkata dalam hatinya.


“Yuki mau ke sana Kak. Sudah lama Yuki gak ke sana. kalau Kak Tristan gak mau ke sana, lebih baik aku minta antar Max aja,” ucap Miyuki sambil merajuk dan mengancam suaminya.


“Kok jadi bawa-bawa dia sih? Pokonya kamu gak boleh hubungi dia. Kamu gak boleh pergi sama dia,” tukas Tristan dengan tegas seolah dia tidak ingin dibantah.


Miyuki tersenyum tipis, tapi dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak melihat suaminya kesal ketika mendengar nama Max. Kemudian dia berkata,


“Bagaimana lagi, kan suami aku ini gak mau mengantarkan istrinya ke sana,” sahut Miyuki dengan menyindir Tristan.


“Siapa bilang aku gak mau? Aku Cuma tanya, kenapa harus ke tempat itu? Aku tetap akan memenuhi janjiku. Tapi ada syaratnya,” ucap Tristan sambil menyeringai dengan pandangan lurus ke depan.


Dahi Miyuki mengernyit mendengar ucapan dari suaminya. Kemudian dia memicingkan matanya melihat ke arah suaminya sambil berkata,

__ADS_1


“Apa syaratnya? Jangan macam-macam ya.”


“Bukalah box makanan yang kamu bawa itu. Setelah itu makanlah,” ucap Tristan sambil fokus mengemudikan mobilnya.


Miyuki tersenyum senang mendengar syarat yang diberikan suaminya padanya. Dengan segera dia membuka tutup box tersebut sambil tersenyum lebar. Kemudian dia mengambil makanan menggunakan sendoknya dan mengarahkannya pada mulutnya.


“Jangan lupa, suapi suamimu ini,” ucap Tristan yang menghentikan makanan pada sendok itu masuk ke dalam mulut Miyuki.


Baru saja Miyuki membuka mulutnya dan akan memasukkan sendok yang berisi makanan itu masuk ke dalam mulutnya, tiba-tiba Tristan menghentikannya dengan memerintahkannya untuk menyuapinya.


Seketika ekspresi wajah Miyuki berubah. Tadinya dia terlihat sangat ceria pada saat membuka box makanan, kini ekspresi wajah Miyuki terlihat kesal mendengar perintah suaminya yang mengharuskannya untuk menyuapinya.


Tristan sedikit melirik ke arah Miyuki. Dia ingin melihat wajah kesal istrinya yang membuatnya sangat senang. Kekesalan Miyuki padanya membuatnya sangat senang karena merasa dirinya telah menang melawan istrinya.


“Ayo, tunggu apalagi?” ucap Tristan untuk memerintahkan Miyuki agar segera menyuapinya.


Dengan berat hati dan dengan bibir yang masih mengerucut, Miyuki segera menyuapkan sendok yang berisi makanan tadi ke dalam mulut Tristan.


Tristan mengunyah makanan tersebut dengan hati yang sangat bahagia. Dia senang sekali melihat wajah kesal istrinya dan disamping itu juga, dia senang karena ada orang yang mau menyuapinya.


Selama ini, dia hanya disuapi oleh pengasuhnya. Dan itu pun tidak lama, hanya hingga dia berusia lima tahun dia sudah mulai dibiasakan makan sendiri. Mamanya selalu sibuk dengan pekerjaannya bersama dengan papanya. Itulah yang membuat Tristan menjadi kesepian dan mandiri.


Dengan terpaksa Miyuki tersenyum. Senyuman itu memang terlihat kaku dan terpaksa, tapi artisan tidak mempermasalahkannya. Tujuannya hanya ingin membuat istrinya itu kesal dan itu menjadi hiburan tersendiri baginya.


Dengan perasaan yang masih kesal. Miyuki tetap menyuapi suaminya dan tentunya dia juga menyuapi dirinya sendiri hingga makanan dalam box tadi tandas tidak tersisa.


Miyuki meletakkan sendok bekas makan mereka dalam box tersebut dan menutup box tersebut.


Tanpa bertanya pada Tristan, dia meletakkan box makanan tersebut di jok belakang. Kemudian dia mengambil minum dan meminumnya tanpa menawarkan minuman pada suaminya.


Tiba-tiba Tristan menghentikan mobilnya ketika lampu rambu lalu lintas berwarna merah. Dia menoleh ke arah istrinya yang sedang meminum air mineral dalam botol. Kemudian dia berkata,


“Kamu gak jijik makan dengan sendok yang sama denganku?”


Byuuuur!


Seketika Miyuki mengeluarkan air yang ada di mulutnya hingga membasahi bajunya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya.


Jujur saja jika Miyuki memang melupakan tentang sendok itu. Karena kekesalannya tadi, dia lupa jika berbagi sendok dengan Tristan ketika menyuapinya dan menyuapi dirinya sendiri.

__ADS_1


Sontak saja Tristan mengambil tisu dan dia mengusap bagian dada Miyuki yang basah oleh air minumnya.


Tristan tidak sadar jika daerah yang disentuhnya sekarang adalah daerah yang terlarang untuk disentuhnya. Dia hanya panik dan berusaha menolong Miyuki yang bajunya basah karena kejahilannya.


Miyuki tertegun dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Hingga beberapa detik kemudian dia tersadar jika yang disentuh Tristan adalah bagian terlarang untuknya.


Kemudian dia segera menghempaskan tangan Tristan sambil berkata,


“Jangan sentuh-sentuh. Ini hanya untuk suamiku.”


Seketika Tristan tersadar dan dia menjadi salah tingkah dan canggung saat ini. Tapi, dia tidak mau begitu saja disalahkan oleh Miyuki. Dengan canggung dia berkata,


“Kamu lupa jika aku adalah suamimu? Suami yang sah.”


“Emmm… tapi kita kan bukan suami istri beneran,” jawab Miyuki gugup dan canggung.


Tristan terkekeh mendengar jawaban dari istrinya. Kemudian dia berkata,


“Apa kamu mau melakukannya agar bisa disebut suami istri sungguhan?”


“Enak aja, enggak. Aku gak mau melakukan itu dengan laki-laki yang tidak benar-benar saling mencintai,” sahut Miyuki dengan tegas dan menaikkan suaranya.


Tristan hanya terkekeh mendengar jawaban dari Miyuki. Dia tidak berkomentar apa pun karena dia sendiri juga mempunyai pikiran yang sama dengan istrinya.


“Bagi minumnya,” ucap Tristan sambil mengulurkan tangannya tanpa menoleh ke arah istrinya, dia hanya fokus pada jalanan yang macet setelah lampu merah berakhir.


Dengan segera Miyuki membuka tutup botol minuman tersebut dan memberikannya pada Tristan. Dan Tristan pun segera meminumnya.


Miyuki melihat Tristan yang meminum minuman tersebut dengan jakunnya yang naik turun. Tanpa sadar dia meneguk ludahnya dan berkata,


“Itu kan minuman bekas aku minum tadi. Apa kamu gak jijik?”


Tristan menghentikan minumnya dan menyerahkan botol minuman tersebut pada Miyuki sambil berkata,


“Kenapa harus jijik? Bahkan aku sudah menciummu untuk memberikan obat ke dalam mulutmu.”


Mendengar jawaban dari suaminya, membuat Miyuki kembali teringat ketika Tristan menciumnya untuk meminumkan obat padanya.


Seketika dia menutup mulutnya dan memejamkan matanya sambil menggelang-gelengkan kepalanya agar ingatan tentang hal itu menghilang.

__ADS_1


Tristan terkekeh melihat kelakuan istrinya yang sangat menghiburnya. Itulah mengapa Tristan sangat senang menjahili Miyuki tanpa meraba dan mencari tahu tentang perasaannya pada istrinya itu.


__ADS_2