Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 35 Perangkap


__ADS_3

Hari pun berlalu. Rasa nyeri yang dirasakan oleh Miyuki sudah sedikit reda. Semua itu karena salep yang diberikan oleh Kiki dan ketelatenan Tristan dalam mengoleskan salep tersebut.


Pagi ini dia sudah siap untuk berangkat kuliah. Pagi-pagi sekali Max sudah menjemputnya. Tentu saja Tristan tidak membiarkannya begitu saja. Dia memasang wajah galaknya seperti seorang ayah yang anak gadisnya sedang dikunjungi teman laki-lakinya.


Max terkekeh setiap melihat wajah Tristan yang tidak bersahabat padanya. Bahkan kini Miyuki mengajak Max untuk sarapan bersama dengannya dan Tristan di satu meja.


Tristan terlihat sangat tidak nyaman dengan adanya Max yang sedang makan di hadapannya. Makanan yang dimakannya terasa hambar dan tidak enak di lidahnya.


Kenapa dia selalu ada di sekitar Mimi? Aku tau mereka saudara sepupu, tapi bukan berarti mereka ke mana-mana selalu bersama. Bagaimana denganku yang sudah menjadi suaminya? Apa posisiku kalah dengan si Max sialan itu? Tristan berkata dalam hatinya.


Miyuki menyadari akan sikap Tristan pada Max. Dia tidak mau ambil pusing dengan sikap suaminya yang menurutnya masih kekanak-kanakan.


Bagi Miyuki Max lebih dari sekedar teman ataupun saudara sepupu. Max adalah pengganti Kenshin apabila kakak laki-lakinya itu tidak bersamanya.


Max pun demikian. Dia menganggap Miyuki seperti adik kandungnya sendiri. Kandungan Vina lemah, sehingga Kevin memutuskan agar Vina tidak mengandung lagi. Cukup Max saja bagi mereka untuk tempat mencurahkan kasih sayang sebagai orang tua.


Menjadi anak tunggal bukan berarti membuat Max kesepian. Dia tidak pernah merasakan kesepian karena selalu ada Miyuki, Lucas, Kenshin dan Raline yang selalu ada untuknya.


“Ayo Max kita berangkat,” ajak Miyuki setelah meminum susu UHT vanilla kesukaannya.


Sontak saja Tristan berdiri dari duduknya. Dia tidak akan membiarkan istrinya berangkat dengan laki-laki lain.


Miyuki memandang heran pada suaminya yang sedang berdiri di hadapannya. Dahinya mengernyit seolah bertanya apa yang sedang dilakukan oleh suaminya.


“Mimi, aku akan mengantarmu,” ucap Tristan dengan tegas seolah tidak ingin dibantah.


“Kenapa harus repot sih? Ada aku di sini yang akan berangkat bersama dengan Yuki. Kak Tristan mendingan berangkat ke kantor aja deh, daripada telat,” sahut Max setelah meminum susu UHT vanilla yang ada dalam gelasnya.


“Maka dari itu, kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah ada di sini? Apa di rumahmu tidak menyediakan sarapan?” tanya Tristan dengan sinisnya sambil menatap tajam pada Max.


Seketika Miyuki beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu seraya berkata,


“Ayo Max, kita akan telat nanti.”

__ADS_1


“Sayang, tunggu! Aku akan mengantarmu!” seru Tristan sambil beranjak dari tempatnya.


Langkah lebar Tristan itu berhasil membawanya berada di belakang Miyuki saat ini. Tangan Miyuki ditarik oleh Tristan untuk menghentikan langkahnya.


Namun, seketika wajah Tristan kembali kesal. Pada saat itu juga Max merangkul pundak Miyuki dan menghempaskan tangan Tristan yang sedang memegang tangan Miyuki.


“Kami berangkat dulu. Jangan khawatirkan istrimu ini, karena dengan senang hati aku akan menjaganya,” ucap Max sambil berjalan bersama Miyuki menuju mobilnya.


Perkataan dari Max itu membuat Tristan sangat marah. Sampai kapan pun dia tidak mau jika miliknya disentuh oleh orang lain. Dan Miyuki adalah istrinya, itu berarti Miyuki adalah miliknya. Dia tidak rela istrinya akan disentuh oleh laki-laki lain selain dirinya dan papinya. Bahkan Kenshin pun yang menjadi kakak kandung Miyuki, merasa diharamkan oleh Tristan untuk menyentuh Miyuki.


Merasa tidak terima, Tristan segera bergegas menyusul istrinya dan juga Max yang sudah berangkat menggunakan mobil Max.


“Sialan! Kenapa aku bisa kecolongan lagi?” seru Tristan yang sepatunya menendang angin untuk melampiaskan kemarahannya.


Kejadian saat ini mengingatkannya akan kejadian saat dia menjemput Raline untuk pertama kalinya masuk kuliah. Sayangnya dia kalah cepat dengan Kenshin yang lebih pagi menjemputnya. Bahkan Kenshin menggunakan hubungan dekatnya dengan Raline untuk mengancam Tristan mendekati Raline.


Hal itulah yang membuat Tristan tidak percaya pada status hubungan persaudaraan Max dengan Miyuki. Apalagi mereka hanya saudara sepupu yang diperbolehkan hukumnya untuk menikah.


Tristan kembali masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil tas kerja dan kunci mobilnya. Setelah itu dia bergegas melajukan mobilnya untuk mengejar mobil Max.


“Ada apa sih Max? Kenapa kamu sebahagia itu?” tanya Miyuki dengan dahinya yang mengernyit.


“Lihatlah di belakang kita,” jawab Max sambil terkekeh.


Miyuki pun menoleh ke belakang. Matanya terbelalak seraya berkata,


“Kak Tristan?!”


Max kembali terkekeh. Dia merasa lucu dengan situasi saat ini. Tapi dia menjadi sangat bersemangat untuk membuat Tristan marah dan mengakui perasaan cintanya pada Miyuki di hadapan orang banyak.


“Suamimu itu lucu. Dia sekarang seperti sedang kebakaran jenggotnya. Lihat saja Yuki, aku akan membuat dia menyadari betapa besarnya rasa cintanya padamu,” tukas Max yang sedang fokus mengemudi.


Dahi Miyuki mengernyit mendengar perkataan dari sepupunya itu. Dia menatap wajah sepupunya itu dengan tatapan penuh tanda tanya seraya berkata,

__ADS_1


“Apa maksud kamu Max? Aku tidak mengerti bagaimana caramu supaya itu semua bisa terjadi.”


Tangan kiri Max memegang kepala Miyuki dan mengusapnya secara perlahan dan berkata,


“Buat saja dia cemburu. Lama kelamaan pasti dia akan mengakui perasaan cintanya padamu.”


“Aku tidak terlalu berharap itu terjadi Max,” ucap Miyuki sambil tersenyum getir.


Max terkekeh dan mengacak-acak rambut Miyuki dengan gemas. Kemudian dia berkata,


“Kamu harus berharap, karena segel kamu sudah dibobol sama dia.”


Seketika tangan Miyuki mendarat di punggung Max. Dia memukul_mukul tubuh Max sekenanya seraya berkata,


“Ini semua gara-gara kamu. Karena ide gilamu itu, dia tidak bisa menahannya.”


“Hentikan Yuki. Kamu mau kita kecelakaan?” tanya Max yang sedang menerima pukulan bertubi-tubi dari Miyuki.


Sontak saja tangan Miyuki berhenti memukul Max. Dia kembali duduk manis di tempatnya dan berkata,


“Ini semua karena kamu Max.”


“Tidak juga. Aku rasa kamu bisa menolaknya jika kamu tidak mau melakukannya dengan suamimu itu. Sayangnya kamu juga mengharapkannya kan Yuki?” sahut Max untuk menyanggah tuduhan Miyuki pada dirinya.


Seketika Miyuki terdiam. Memang benar apa yang dibicarakan oleh Max. Bisa saja dia menolaknya ketika Tristan akan merenggut mahkotanya. Sayangnya dia mengijinkannya saat itu.


Apa itu berarti memang aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya? tanya Miyuki dalam hatinya.


Di dalam mobilnya yang berada di belakang mobil Max, Tristan melihat Max mengusap rambut Miyuki dan terlihat sangat romantis. Ditambah lagi saat Max mengacak-acak rambut Miyuki yang keduanya terlihat sangat bahagia di mata Tristan. Apalagi ketika Miyuki memukul-mukul Max dan terlihat jelas tawa mereka.


Semua itu membuat hati Tristan bergemuruh. Hatinya sangat sakit dan ingin sekali mengambil istrinya itu agar berada di sisinya. Tanpa disadarinya, Tristan sudah masuk dalam perangkap kecemburuan yang disiapkan oleh Max untuknya.


Mobil Tristan berhasil mensejajari mobil Max dan bergerak akan menghadang mobilnya. Max hanya menyeringai seraya berkata,

__ADS_1


“Welcome to my trap.”


__ADS_2