
Semua wahana permainan telah mereka naiki. Diluar dugaan Miyuki, ternyata Tristan sangat bersemangat dan sangat menyukai berada di tempat itu.
Miyuki sangat kesal dan kecewa karena rencananya untuk membuat Rafael kesal dan marah telah gagal. Suaminya itu merasa sangat bahagia sehingga senyumnya tidak pernah luntur seharian itu.
Sesuai dengan janjinya, Tristan mengajak Miyuki untuk membeli es krim di café es krim favoritnya. Kini di hadapan Miyuki sudah ada es krim porsi jumbo dengan varian rasa yang berbeda dalam satu wadah.
Sedangkan Tristan, dia hanya membeli minuman dingin dan dessert untuk menemani Miyuki menghabiskan es krim porsi besarnya itu.
Mata Tristan memandang Miyuki yang terlihat sangat menikmati es krimnya. Dia tersenyum melihat ekspresi kebahagiaan Miyuki yang seperti anak kecil ketika menikmati es krim.
“Kak Tristan mau?” tanya Miyuki sambil menunjuk es krimnya dengan menggunakan sendoknya.
Tristan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan Miyuki padanya. Dia hanya memandang Miyuki seolah tertarik dengan setiap hal yang dilakukan oleh istrinya.
“Terus ngapain Kak Tristan dari tadi ngelihatin Yuki?” tanya Miyuki seolah memprotes jawaban suaminya.
“Siapa tau kamu makannya belepotan seperti tadi,” jawab Tristan sambil terkekeh.
Secepat kilat Miyuki menutup mulutnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya, serta menatap tajam pada suaminya seolah memperingatkannya dengan tatapannya itu.
Tristan kembali terkekeh melihat tingkah istrinya. Melihat hal itu, Tristan semakin tertantang untuk menjahilinya.
“Cepatlah makan es krimmu, sebelum semuanya mencair,” ucap Tristan sambil menunjuk es krim Miyuki dengan dagunya.
Seketika Miyuki melepaskan tangannya dari bibirnya. Dan dia kembali menikmati es krim miliknya dengan lahapnya.
“Itu belepotan,” ucap Tristan sambil menunjuk bibir Miyuki.
Dengan segera Miyuki mengambil tisu dan mengusap kasar bibir dan sekitarnya. Dia tidak mau kejadian seperti tadi kembali terulang.
Tristan tertawa melihat apa yang dilakukan Miyuki. Dia benar-benar terhibur dengan semua tingkah istrinya. Dan hari ini, Tristan merasa sangat bahagia.
“Kenapa?” tanya Tristan di sela tawanya.
“Takut kejadian kayak tadi,” jawab Miyuki sambil menatap Tristan dengan tatapan yang seolah memperingatinya.
__ADS_1
Jawaban dari Miyuki semakin membuat Tristan tertawa. Dan hal itu membuat Miyuki semakin kesal. Dia menatap kesal pada suaminya dan menggerutu dalam hatinya,
Apes banget sih aku hari ini. Semua rencanaku gagal total. Dan dia kembali mencuri ciumanku. Kasihan suamiku nanti jika bibirku ini selalu dinodai oleh dia.
Di dalam mobil, Tristan terganggu dengan suara notifikasi pesan dari ponsel Miyuki. Selama perjalanan dari café menuju rumahnya,suara notifikasi pesan itu selalu saja terdengar.
Tristan pun kesal melihat Miyuki yang membalas semua pesan tersebut. Setiap kali Miyuki membalasnya, maka suara notifikasi pesan tersebut kembali terdengar. Hal itu membuat Tristan menjadi sangat kesal dan ingin merampas ponsel milik istrinya.
“Gak usah dibalas. Semakin kamu meladeninya, maka dia akan terus membalasnya. Memangnya siapa sih mengirim pesan?” ucap Tristan dengan memperlihatkan wajah kesalnya.
“Max,” jawab Miyuki sambil membalas pesan di ponselnya.
“Apa?!” seru Tristan yang seolah tidak percaya mendengar nama Max.
“Kenapa?” tanya Miyuki sambil mengernyitkan dahinya.
“Apa dia tidak tau jika kamu sedang bersama dengan suamimu?” tanya Tristan sambil fokus mengemudi.
Miyuki terkekeh melihat Tristan yang kini terlihat kesal setelah seharian dia tersenyum dan tertawa bahagia. Kemudian dia berkata,
“Sialan. Memangnya aku penculik bocah?” ucap Tristan yang terlihat sangat kesal.
Miyuki menahan tawanya. Dia tidak mau jika Tristan marah karena merasa ditertawakan. Dia takut jika tiba-tiba saja Tristan menurunkannya di tengah jalan yang tidak diketahuinya.
Tiba-tiba kembali terdengar kembali suara notifikasi pesan. Dan itu membuat Tristan bertambah kesal dan berkata,
“Tidak usah dibalas. Mengganggu saja.”
“Tapi ini bukan Max,” sahut Miyuki sambil membalas pesan tersebut.
“Bukan dia? Lalu siapa yang mengirim pesan?” tanya Tristan dengan rasa penuh ingin tahu.
“Lucas,” jawab Miyuki tanpa mengalihkan perhatiannya pada layar ponselnya.
Tristan menghela nafasnya, dia tidak habis pikir dengan semua laki-laki di sekitar Miyuki yang berkedok sebagai saudara.
__ADS_1
“Ada apa lagi dia? Kenapa mereka berdua tidak bisa meninggalkan kamu sendiri?” tanya Tristan sambil mencebik kesal.
“Karena mereka berdua sayang padaku,” jawab Miyuki dengan entengnya.
“CK, sayang. Apa salah satu dari mereka ada yang menyukaimu? Maksudku mencintaimu?” tanya Tristan yang seolah mencari tahu tentang hubungan dan perasaan di antara mereka bertiga.
Miyuki tersenyum mendengar pertanyaan suaminya yang menurutnya sangat lucu. Kemudian dia berkata,
“Secret!”
Mendengar jawaban dari istrinya itu membuat Tristan semakin kesal. Hingga dia sebisa mungkin menahan amarahnya. Kemarahannya itu dia salurkan dengan mempercepat laju mobilnya, berharap jika Miyuki akan ketakutan dan memohon padanya sehingga dia bisa memaksa Miyuki untuk berjanji tidak dekat dengan Max dan Lucas.
Sayangnya, Miyuki terlihat tenang. Bahkan dia sangat antusias memberikan pengarahan pada Tristan yang sedang mengemudi, seolah dia sedang melatih Tristan.
Tanpa diketahui oleh Tristan, Aydin selalu mengajak Miyuki, Kenshin, Max dan Lucas untuk berlatih balap mobil di sirkuit yang sedari dulu menjadi tempat latihan Aydin sewaktu masih muda.
Aydin memang menyukai segala macam olahraga yang menantang adrenalinnya, hanya saja dia tidak menjadikan yang utama. Baginya semua itu hanya sekedar hobi yang harus disalurkan. Dan ternyata anak-anaknya pun tertarik dengan semua hobi yang ditekuni Aydin selama ini.
Tristan merasa heran dengan reaksi yang diberikan oleh istrinya. Hingga dia ingin menanyakan pada istrinya itu apa saja pertanyaan yang ada dalam benaknya.
Mobil masuk ke dalam halaman rumah mereka dan diparkirkan di tempat biasanya. Baru saja Tristan hendak bertanya pada Miyuki, tapi mulutnya seolah terkunci ketika tiba-tiba di samping mobilnya ada dua mobil yang tiba-tiba parkir di sisi kanan dan kirinya.
Miyuki bergegas melepas sabuk pengamannya dan dia segera keluar dari mobil tersebut. Tentu saja Tristan sangat kaget melihat istrinya yang turun dengan tergesa-gesa. Dia pun segera keluar dai mobil dan ingin mengetahui siapa tamu yang memarkir mobilnya tepat di samping mobilnya.
“Max! Lucas!” seru Miyuki sambil berlari kecil memeluk mereka berdua.
Mata Tristan terbelalak melihat apa yang dilakukan oleh istrinya. Baru saja dia membahas tentang mereka berdua, ternyata sekarang mereka berada di hadapannya dan melakukan hal yang membuatnya sangat marah.
“Sepertinya mereka benar-benar ingin menguji kesabaranku,” ucap Tristan sambil mengepalkan kedua tangannya.
Merasa sangat kesal dan ingin sekali marah, Tristan segera masuk ke dalam rumahnya tanpa menyapa Max dan Lucas ketika melewati mereka.
“Kenapa dia?” tanya Lucas sambil menggerakkan dagunya ke arah Tristan.
Max dan Miyuki hanya tertawa tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan Lucas pada mereka. Dan Tristan bertambah kesal ketika mendengar suara tawa Max dan Miyuki yang seolah terdengar menertawakannya.
__ADS_1