Menikah Dengannya?

Menikah Dengannya?
Bab 19 Rencana yang gagal


__ADS_3

Sesampainya di taman hiburan, seketika wajah Miyuki kembali ceria. Diamnya Miyuki karena Tristan mengungkit tentang caranya meminum obat itu membuat Miyuki diam seribu Bahasa selama perjalanan.


“Waaah….,” seru Miyuki sambil badannya memutar mengikuti pandangannya yang menjelajahi seluruh bagian tempat itu.


Tristan terkekeh melihat istrinya yang benar-benar seperti anak kecil saat ini. Dia tidak mengira jika gadis seusia Miyuki yang merupakan anak dari keluarga terpandang akan seantusias itu hanya karena berada di taman hiburan.


"Aku mau naik yang itu," ucap Miyuki sambil menunjuk wahana permainan 'Kicir-kicir'.


Sontak saja mata Tristan terbelalak. Dia tidak pernah menaiki wahana permainan yang memacu adrenalinnya.


Bahkan selama ini dia tidak pernah masuk ke dalam taman bermain. Hanya dua kali dalam hidupnya berada di taman bermain. Dan itu ketika dia masih kecil, sehingga hanya menaiki wahana komidi putar saja.


"Kenapa? Takut?" tanya Miyuki sambil tersenyum mengejek Tristan.


Melihat Miyuki yang tersenyum mengejeknya, Tristan merasa tertantang. Kemudian dia berkata,


"Tidak ada kata takut dalam kamus kehidupanku."


"Benarkah?" tanya Miyuki sambil menyeringai tidak percaya.


"Ck, aku hanya merasa jika ini semua permainan anak kecil," jawab Tristan dengan malas.


Seketika Miyuki menarik tangan Tristan dan mengajaknya berjalan menuju wahana permainan kicir-kicir.


Dalam kamus Tristan memang tidak ada kata takut. Tapi, entah mengapa jantungnya berdegup kencang ketika sudah duduk di wahana tersebut. 


Sepertinya aku sekarang dalam masalah jika aku benar-benar takut, Tristan berkata dalam hatinya sambil menatap tajam Miyuki yang menyeringai padanya.


Mata Tristan tertutup ketika wahana tersebut mulai dimainkan. Banyak teriakan yang menyertai permainan itu ketika dimainkan.


Perlahan Tristan membuka matanya, seketika bibirnya melengkung ke atas. Dalam hatinya dia berkata,


Ternyata sangat menyenangkan.


Bahkan Tristan berteriak sangat keras mengalahi teriakan Miyuki. Dia sangat menikmati permainan yang sedang dinaikinya.


Miyuki menatap Tristan dengan tatapan tajam melihat suaminya itu sangat gembira dan tidak henti-hentinya tertawa lepas.


"Ayo sekarang kita naik yang itu," ucap Tristan sambil menunjuk wahana permainan 'Volcano Coaster'.


Miyuki memicingkan matanya sambil menatap suaminya. Kemudian dia tersenyum mengejeknya sambil berkata,


"Memang situ berani?"

__ADS_1


"Kamu lihat saja nanti," jawab Tristan sambil tersenyum dan tangannya menarik tangan Miyuki untuk diajak berjalan menuju permainan yang diinginkannya.


"Ck, antriannya panjang banget sih. Mana panas lagi," Miyuki mengomel sambil mengipas-ngipaskan kedua tangannya di depan wajahnya.


"Sabar… namanya juga weekend. Di mana-mana juga ramai kalau weekend," sahut Tristan menanggapi omelan istrinya.


"Panas banget tau. Gerah," ucap Miyuki sambil mempercepat gerakannya mengipasi wajahnya dengan kedua tangannya.


Tiba-tiba saja wajah Miyuki terasa teduh, tidak ada sinar matahari yang mengenai wajahnya.


Seketika dia mendongak ke atas dan mendapati badan Tristan yang menghalangi sinar matahari tersebut agar tidak mengenai wajah Miyuki.


Aaah… meleleh hati Adek Bang. Eh aku ini mikir apaan sih? Gak boleh mikir yang enggak-enggak, Miyuki berkata dalam hatinya.


Tiba-tiba badan Miyuki bergerak maju ketika dia sedang sibuk dengan pikirannya.


Miyuki menoleh ke arah pundaknya yang terasa berat. Dia terkejut ketika melihat tangan Tristan bertengger dengan indahnya di pundaknya dan mendorong badan Miyuki untuk berjalan maju sesuai dengan antrian.


Lagi-lagi Miyuki dibuat terkejut dengan sikap Tristan yang tidak biasanya. Kini dia berteriak ketika wahana yang mereka naiki sudah dimainkan.


Mereka berdua berteriak saat wahana yang mereka naiki bergerak dengan cepatnya. Sangat menantang adrenalin mereka. Dan anehnya mereka berdua sangat menyukainya.


Miyuki turun dengan lemas dari wahana tersebut. Dia kecewa karena Tristan yang terlihat sangat bahagia dan sangat bersemangat setiap menaiki wahana yang sangat menantang adrenalin mereka.


"Kenapa? Lemas? Kamu takut? Tunggu di sini sebentar, aku akan membelikanmu es krim di sebelah sana," ucap Tristan sambil menunjuk counter es krim tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"Ini es krimnya," ucap Tristan sambil memberikan es krim cone rasa coklat pada Miyuki.


Miyuki menerima es krim tersebut dan menatap heran pada Tristan.


"Apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Tristan sambil meminum choco float miliknya.


Miyuki memicingkan matanya menatap tajam ke arah suaminya sambil berkata,


"Apa kamu baik-baik saja? Apa otakmu tidak tertinggal di wahana tadi?" 


Tristan menghentikan menyeruput minumannya. Kemudian dia berkata,


"Apa maksudmu? Aku sehat, aku baik-baik saja."


"Kamu yakin baik-baik saja? Apa kamu tidak merasakan ada hal yang aneh dari dirimu?" tanya Miyuki kembali.


"Maksud kamu apa?" tanya Tristan heran.

__ADS_1


"Kamu tau gak kalau kamu hari ini selalu tertawa?" tanya Miyuki sambil memajukan wajahnya lebih dekat pada wajah Tristan.


"Kamu pikir aku gila?" tanya Tristan dengan kesalnya.


"Bukan begitu, katanya kamu gak suka berada di tempat ini. Nyatanya…," Miyuki mengatakannya dengan lemas dan tidak melanjutkan ucapannya karena dia tidak mau mengakui jika rencananya gagal untuk membuat Tristan kesal dan marah padanya.


"Kata siapa? Aku sangat suka menaikinya. Ayo cepat habiskan es krimmu. Sebentar lagi kita akan menaiki wahana itu," ucap Tristan sambil menunjuk wahana permainan 'Disk O'.


Seketika mata Miyuki berbinar melihat wahana yang selalu menjadi favoritnya. Dengan cepatnya dia memakan es krimnya, hingga es krimnya menempel di sekitar bibirnya.


Tristan tersenyum melihat istrinya yang benar-benar seperti bocah. Tiba-tiba tangannya meraih dagu Miyuki dan mengusap lembut bagian bawah bibir istrinya itu yang terdapat sisa es krim.


Mata Miyuki terbelalak sempurna mendapatkan perlakuan seperti itu dari Tristan. Dia tidak mengira jika seorang Tristan bisa sehangat dan seromantis itu padanya.


Melihat ekspresi dari Miyuki, kejahilan Tristan semakin bertambah. Dengan cepatnya dia memajukan wajahnya dan tangannya menarik dagu istrinya sehingga mendekati wajahnya.


Cuuup!


Bibir mereka saling menempel. Bahkan Tristan menyapu bersih es krim yang melekat pada bibir istrinya itu menggunakan bibir dan lidahnya.


Miyuki kaget hingga dia mematung dan cone dari es krim yang dimakannya jatuh ke lantai bawah.


Bulu mata Miyuki bergerak-gerak naik turun, sangat lucu, sehingga membuat Tristan menjadi gemas.


Tristan melepaskan ciumannya dan mengusap kembali bibir Miyuki menggunakan jari-jarinya.


"Sudah bersih. Lain kali jangan belepotan seperti anak kecil kalau makan es krim," ucap Tristan sambil terkekeh.


Seketika Miyuki tersadar dan dia melihat tangannya yang masih dalam posisi membawa cone es krim, tapi cone nya berada di lantai bawah.


"Kak Tristan…!" seru Miyuki sambil berekspresi sedih menatap cone es krim miliknya yang terjatuh di lantai.


Tristan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu istri kecilnya. Di sela tawanya dia berkata,


"Nanti kita beli lagi di sini atau di cafe es krim favoritmu."


Seketika mata Miyuki berbinar. Kemudian dia berkata,


"Janji?" 


"Janji," ucap Tristan sambil menarik tangan Miyuki.


"Ayo kita main yang itu, lalu yang itu, yang itu dan yang itu," ucap Tristan sambil menunjuk beberapa wahana permainan yang ingin dia naiki.

__ADS_1


Miyuki menghela nafasnya sambil berjalan menuju wahana yang ditunjuk dengan tangannya yang ditarik oleh Tristan. Dalam hati dia berkata,


Kenapa rencanaku jadi gagal total begini?


__ADS_2