MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM

MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM
Bab 14.


__ADS_3

Sudah hampir magrib barulah Airin tiba di mansion. "Semoga saja Evan belum kembali. " Gumam Airin masuk ke mansion dengan membuka pintu utama secara pelan dan begitu pintu itu terbuka ia mengarahkan pandangan matanya mengelilingi ruangan yang megah dan luas itu.


"Sepertinya dia belum kembali! " ucap Airin merasa lega dan menutup kembali pintu itu kemudian dengan santai berjalan menuju kamarnya.


Ketika hendak menaiki tangga, Airin terkejut dengan sosok yang sedang berada di atas sofa tengah menatap kearahnya tajam.


"Dari mana saja kau ha? " Evan bertanya tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Airin.


"Mati aku ternyata dia sudah kembali! " gumam Airin tanpa membalikkan badannya ia sudah tau jika itu adalah Evan.


Airin pun membalikkan kan badannya menghadap kearah Evan dengan perasaan gugup mencari alasan yang tepat karena tidak mungkin ia mengatakan jika ia baru saja bersenang-senang bersama kedua temannya.


"Kenapa kau diam saja? " selidik Evan dengan suara beratnya nya.


"A aku dari rumah teman ku. " Bohong Airin takut terkena masalah.


"Benarkah? " tanya Evan lagi dan dengan cepat Airin menganggukan kepalanya.


"Apa kau lupa jika aku pernah melarang mu untuk keluar dari sini tanpa seijin ku? " Evan mengingatkan kembali perintah yang pernah ia katakan.


"Tidak, tapi aku sungguh tidak ada pilihan lain. Maaf kan aku! " Ucap Airin agar cepat terlepas dari Evan. Namun bukan Evan namanya jika ia melepaskan Airin dengan begitu saja hanya karena dengan kata maaf saja.


"Pelayan! " panggil Evan dan segera beberapa pelayan datang mendekati Evan.


"Kalian dengar! jika hal ini terulang kembali maka aku tidak akan segan -segan memecat kalian semua. " Ancam Evan kepada semua pelayan itu.


Deg


"Habislah aku! " keluh Airin karena sudah ia pastikan tidak akan dapat keluar dari mansion itu setelah mendengar perintah yang baru saja Evan katakan.


"Dan kau! " tunjuk Evan kepada Airin yang masih berdiri didekat tangga sambil menundukkan kepalanya tidak berani melihat wajah Evan yang sedang marah kepadanya.


"Kau akan ku hukum setelah ini! " tegas Evan berdiri dari duduknya dan melewati Airin begitu saja. Sontak Airin mengikuti langkah kaki Evan menuju kamar sambil berharap semoga saja Evan tidak melakukan sesuatu yang menakutkan baginya.

__ADS_1


"Katakan! " Ucap Evan begitu berada didalam kamar.


"Apa? " Airin bingung dengan ucapan Evan yang tidak jelas maksudnya.


"Katakan kau dari mana seharian ini? "


"Tadi kan aku sudah katakan kalau aku dari rumah teman ku. " Airin tetap dengan jawabannya yang semula.


"Kau ingin berkata jujur atau aku akan cari tau sendiri? " ancam Evan dengan sungguh-sungguh.


"Aku hanya bosan dan pergi menemui teman ku di sebuah pusat perbelanjaan dan setelah itu aku langsung pulang. " Jelas Airin sambil menundukkan kepalanya.


"Mulai detik ini kau tidak bisa berbuat sesuka hati mu lagi! " Evan mendekati Airin.


"Maaf! " ucap Airin singkat tanpa berani mengangkat kepalanya.


"Tetap saja kata maaf mu itu tidak akan merubah apa pun, kau harus tetap dihukum agar setiap kali kau melakukan kesalahan kau mengingat hukuman yang akan menanti mu. " Evan tersenyum licik karena berhasil membuat Airin ketakutan dengan ancamannya.


Evan masuk kedalam kamar mandi yang diikuti oleh Airin dari belakang dan begitu Airin tersadar ia pun angkat bicara.


"Kau mau apa? " tanya Airin penuh selidik dan detik selanjutnya Evan membuka satu persatu kancing pakaian yang ia gunakan.


" Siapkan Air hangat untuk ku! " suruh Evan dan secepat mungkin Airin mengisi air hangat yang diinginkan oleh Evan kedalam bathtub.


"Sudah! " ucap Airin setelah selesai mengisi air hangat untuk Evan.


"Aa.. " Teriak Airin sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Kau kenapa? " Ucap Evan dengan santai tanpa merasa berdosa sudah mengotori mata Airin dengan tubuh polosnya tanpa sehelai benang pun.


"Kau bisa tidak membuka semua pakaian mu setelah aku keluar! " kesal Airi masih menutup matanya.


"Munafik! wanita seperti mu sudah pasti terbiasa dengan hal seperti ini. Kau tidak perlu berpura-pura didepan ku seolah kau itu adalah wanita baik. " Pekik Evan sambil masuk kedalam bathtub.

__ADS_1


"Terserah kau saja mau berkata apa tentang ku yang jelas aku bukan lah wanita seperti yang kau pikirkan! " seru Airin membela dirinya.


"Cepat lakukan hukuman mu! " suruh Evan karena Airin hendak keluar dari kamar mandi.


"Apa? " sentak Airin menghentikan langkahnya.


"Tunggu apa lagi! cepat kau bantu aku membersihkan tubuh ku. " Suruh Evan dengan seringai disudut bibirnya.


"Dasar pria tak berperasaan! " Kesal Airin namun tetap melakukan perintah dari Evan. Mulai membersihkan bagian punggung Evan sambil memalingkan wajahnya kearah lain. Tidak ingin matanya kembali melihat benda pusaka yang tak seharusnya ia lihat.


"Lakukan dengan benar! " pinta Evan dengan suara datar tanpa peduli dengan wajah masam Airin yang kini tengah menggosok lengannya.


"Ini sudah benar! " ucap Airin menekan spon yang ia gunakan untuk menggosok badan Evan.


Evan tersenyum puas telah berhasil memberikan hukuman kepada Airin. Kali ini Airin pun tidak bisa berkutik walaupun kesal dan marah dengan hukuman yang diberikan Evan tetap saja ia harus melakukannya karena jika tidak Evan tidak akan melepaskan nya dengan begitu mudah.


"Sudah selesai, kau lanjutkan sendiri! " Airin pun berdiri namun dengan cepat Evan menarik tangan Airin sehingga Airin terjatuh kedalam bathtub tepat dipangkuan Evan.


Tubuh polos Evan bersentuhan dengan tubuh Airin yang hanya berlapis kaos yang digunakan Airin. Kaos yang berwarna putih itu menembus tubuh Airin dan menampakkan pakaian dalam berwarna merah muda yang menutupi kedua aset milik Airin.


Deg


Mata Evan tertuju kepada dua gundukan yang terlihat jelas oleh kedua matanya. Airin mengikuti arah pandangan mata Evan dan begitu tau apa yang sedang dilihat Evan sontak Airin menutup kedua gundukan miliknya denagn kedua tangannya.


"Mata mu tidak seharusnya melihat yang tidak perlu kau lihat! " Kesal Airin sambil berusaha keluar dari dalam bathtub tersebut.


"Ck, kau jangan terlalu percaya diri! walaupun kau memperlihatkan tubuh mu dengan polos belum tentu aku akan tertarik dengan tubuh murahan mu itu. " Ucap Evan tanpa berperasaan.


"Dan perlu kau ketahui, aku juga tidak akan sudi memperlihatkan tubuh ku kepada pria seperti mu! " ucap Airin tidak kalah sengit dengan ucapan Evan barusan yang sudah menghina dirinya.


"Aku bukan seperti mu yang dengan gampang memperlihatkan junior mu itu kepada ku dan sudah pasti diluar sana kau selalu melakukan hal yang sama diluar sana bahkan mungkin saja kau mencari sarang di tempat kotor. " Ucap Airin kasar kemudian keluar dari dalam kamar mandi menutup pintu dengan kasar.


"Beraninya kau mengatai ku seperti itu! " ucap Evan walaupun Airin sudah tidak mendengar ucapannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2