MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM

MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM
Bab 36.


__ADS_3

"Ada apa? " tanya Evan setelah mengangkat telpon dari seseorang yang ternyata adalah Cleo. Wanita yang selalu mengganggu Evan setiap saat.


"Aku tidak bisa, aku sibuk! " ketus Evan mematikan secara sepihak telpon dari Cleo. Meletakkan kembali ponselnya dengan asal ke tempatnya semula.


Hendri yang merasa penasaran dengan siapa tuannya itu berbicara namun tidak mempunyai keberanian untuk bertanya mengingat tuannya itu sedang dalam keadaan kesal karena wanita yang ia harapkan akan menghubungi dirinya untuk berterima kasih atas pemberian darinya. Namun sungguh disayangkan yang diharapkan tak kunjung menghubungi atau pun membalas pesan darinya.


Tak lama kemudian ponsel Hendri yang kini berdering, begitu ia melihat siapa yang menelpon segera ia permisi kepada tuannya itu. Menjauh agar tidak ada yang mendengar apa yang akan dibicarakannya.


Setelah cukup menjauh barulah ia menjawab panggilan dari orang suruhannya itu. "Bagus, terus awasi gerak-geriknya dan jangan ada yang terlewatkan! " perintah Hendri dan kemudian menutup telponnya begitu saja.


Ditempat lain, seorang Cleo memegang ponselnya dengan sangat kuat, mengeraskan rahangnya karena baru saja ia mendapatkan penolakan kembali dari Evan. Dimana tadi ia menghubungi Evan untuk meminta bantuannya agar menemani dirinya menghadiri acara keluarga yang diadakan malam ini di kediaman keluarga besar Cleo.


Pada hal ia sudah berencana datang bersama dengan Evan dan memperkenalkan laki-laki yang ia sukai itu kepada keluarga besarnya. Karena dengan begitu Cleo berpikir dapat mendekatkan dirinya dengan Evan nyatanya Evan menolak mentah-mentah ajakannya. Bahkan Evan mematikan telponnya secara sepihak.


"Entah bagaimana caranya aku harus bisa pergi bersama dengannya malam ini. Dengan begitu aku akan memperkenalkan Evan kepada semua orang dan pada saat itu aku akan mengumumkan jika kami telah resmi berpacaran dan pada saat itu jugalah Evan tidak bisa melakukan penolakan lagi terhadap diri ku. " Pekik Cleo sambil menarik sudut bibirnya.


Rencananya selanjutkan adalah datang dan memohon kepada Evan membuang rasa gengsi dan harga dirinya sebagai perempuan agar pria itu merubah pemikirannya untuk mau menemani dirinya nanti malam keacara yang sudah tidak sabar ia datangi malam ini bersama dengan Evan.


Tepat pukul enam sore Cleo sudah berpenampilan rapi untuk menghadiri acara yang dimaksud dan tanpa ragu ia segera menuju perusahan Hamka dimana dari informasi yang diberikan oleh Pandu bahwa Evan hari ini akan pulang sedikit terlambat dari biasanya dan kesempatan itu tidak mau disia-siakan olehnya.


Suasana kantor yang memang sudah sepi dari aktivitas para karyawan karena sudah jam pulang kantor membuat Cleo melenggang bebas menuju ruangan Evan.


"Evan.. " Panggil Cleo begitu membuka pintu ruang kerja Evan. Dan yang dipanggil pun sontak melihat kearah sumber suara yang memanggil namanya itu.


"Kenapa dia lagi? "gerutu Evan dengan suara pelan hampir tidak terdengar oleh Hendri yang duduk tepat didepannya.


Cleo berjalan masuk mendekati Evan dan mengabaikan Hendri yang berada didalam ruangan itu bersama dengan Evan.

__ADS_1


"Ada apa? " tanya Evan sekilas menatap lawan bicaranya sebelum ia kembali fokus dengan pekerjaannya.


"Aku mau kau mengantar ku ke acara keluarga kami. Tadinya aku pikir jika papa ku masih berada disini dan ternyata setelah aku ke ruangannya dia sudah tidak ada. Padahal tadinya aku akan pergi bersama dengannya. " Terang Cleo berpura-pura padahal sebenarnya itu semua sudah ia rencanakan sebelumnya.


"Aku sudah bilang tadi aku tidak bisa. " Sahut Evan.


"Ayolah van, kali ini saja aku mohon. "


"Maaf Cleo tapi aku benar-benar tidak bisa! " tegas Evan menghentikan pekerjaannya dan kini ia menatap intens kepada Cleo. Sementara Hendri bersikap biasa saja seolah tidak sedang terjadi apa-apa disana. Memilih membereskan beberapa dokumen yang berada diatas meja tuannya itu.


"Jika kau tidak mau pergi dengan ku, lantas aku pergi dengan siapa? tadi aku datang kemari tidak membawa mobil ku. " Lagi-lagi Cleo membuat alasan membujuk Evan.


Evan yang tidak suka dengan sikap Cleo memutuskan untuk berdiri dari kursi kebesarannya. "Hen.. " Panggilnya dengan suara datar.


"Ia tuan. "


"Tapi van.. " Cleo berjalan mengikuti Evan keluar dari ruangan tersebut.


"Kau, tidak perlu membuang waktu mu hanya untuk membujuk ku hingga kau datang kemari. " Ucap Evan kepada Cleo sambil terus berjalan.


"Tapi van, aku ingin kau datang bersama ku kali ini!" rengek Cleo sambil berjalan cepat untuk mengimbangi langkah kaki Evan.


Namun Evan tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh Cleo. Ia berjalan masuk kedalam lif dan juga diikuti oleh Cleo serta ada Hendri yang setia berada dibelakang tuannya itu. Berjalan ikut masuk kedalam lif sambil memainkan ponsel miliknya. Karena sekarang ia sibuk untukemesan taksi online untuk wanita yang selalu mengganggu tuannya itu. Dan pada akhirnya ia lah yang akan direpotkan dengan semua kelakuan Cleo.


Cleo tetap mengikuti Evan sampai ke mobil Evan, ketika Hendri membukakan pintu kepada tuannya itu, dengan cepat Cleo ikut masuk kedalam mobil melalui pintu yang sudah dibukakan oleh Hendri tadi.


"Maaf nona Cleo, taksi anda sebentar lagi akan tiba. " Ucap Hendri masih berusaha bersabar.

__ADS_1


"Aku tidak mau, karna aku akan pergi bersama dengan Evan! " ucap Cleo tidak mau turun dari dalam mobil.


"Hen.. Bereskan semua ini! " perintah Evan.


Tanpa banyak tanya Hendri sudah tau apa yang harus ia lakukan untuk menangani wanita itu. Dengan cepat Hendri menutup pintu mobil tersebut kemudian ikut masuk di kursi kemudi. Melajukan mobil tersebut tanpa adanya Evan ikut serta bersama dengan mereka.


"Tunggu! kenapa Evan tidak ikut? " Cleoenatap bingung keberadaan Evan yang masih berdiri disana dari kaca belakang mobil.


Karena Hendri tidak menjawab ucapannya, Cleo pun berteriak memaki Hendri. "Hei... sialan! kau dengar tidak apa yang aku bilang barusan? "


"Maaf nona, saya hanya menjalankan perintah. " ucap Hendri dengan bersikap santai.


"Kau? berhenti! " Pinta Cleo dengan gusar. Ia tidak ingin pergi tanpa bersama dengan Evan.


"Kau dengar tidak? aku bilang berhenti! "


"Tapi nona... "


"Tidak ada tapi-tapian! berhenti sekarang juga! " suruh Cleo dengan penuh amarah dan Hendri pun menghentikan mobilnya adengan tiba-tiba sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Cleo, sehingga wanita itu mengaduh kesakitan karena kepalanya membentur kursi penumpang yang ada didepannya.


"Aw... " Cleo memegangi jidatnya yang terasa sakit.


"Kau ingin mencelakai ku? " sinis Cleo menatap Hendri melalui kaca spion yang ada didepan Hendri.


"Maaf nona. " Ucapnya singkat karena hanya dengan begitu membuat wanita yang bernama Cleo itu berhenti mengumpat dirinya.


Cleo pun keluar dari dalam mobil dan menutup kembali pintu itu dengan membantingnya sehingga membuat orang yang berada didalam terkejut.

__ADS_1


"Astaga, wanita itu! " ucap Hendri sambil mengelus dadanya. Walaupun terkejut tapi Hendri merasa lega karna wanita itu sudah pergi keluar dari mobil itu. Dan segera ia melajukan kembali mobilnya meninggalkan Cleo ditepi jalan.


__ADS_2