MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM

MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM
Bab 21.


__ADS_3

Selesai membersihkan tubuhnya, Airin keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya karena tadi ia lupa untuk membawa pakaian gantinya sewaktu masuk kedalam kamar mandi.


Glek


Evan menatap Airin, menatap tubuh yang hanya tertutup dengan handuk memperlihatkan paha mulus dan tubuh bagian atas Airin. Evan memeng sengaja menunggu Airin keluar dari kamar mandi untuk menyelesaikan sesuatu sedari kemarin yang tertunda ia lakukan. Duduk diatas ranjang bersandar kan bantal sambil melipat kedua tangannya tepat didadanya.


Yaitu untuk menghukum wanitanya itu. Namun Airin berusaha mengabaikan pandangan mata Evan yang terus mengikuti gerak-geraiknya sedari keluar dari kamar mandi.


Airin mengambil pakaiannya dari dalam lemari sedikit merasa ada yang tidak beres dengan tatapan mata Evan yang terus menatap kearahnya. Dan benar saja ketika Airin berbalik Evan sudah berada tepat dibelakangnya hingga Airin terkejut bahkan ia sampai menjatuhkan pakaian yang baru saja ia keluarkan dari dalam lemari.


"Kau? " Airin memundurkan langkahnya karena merasa terlalu dekat dengan Evan.


"Kenapa? " Evan malah balik bertanya sambil maju satu langkah.


"Mau apa? " Airin mulai panik takuk jika Evan melakukan sesuatu kepadanya. Gerakan tangan Airin reflek menutup bagian dadanya yang tidak tertutup oleh handuk dengan kedua tangannya setelah sadar jika Evan melihat kearah tersebut.


"Ck, untuk apa kau menutupi sesuatu yang sudah aku lihat? " Evan menyentuh tangan Airin, dengan cepat Airin menepis tangan Evan.


"Minggir! "


"Kalau aku tidak mau! "


"Kau? " Airin tidak lagi melanjutkan ucapannya dan memilih untuk mengambil pakaian yang ia jatuhkan ke lantai tadi.


Ketika sedang menunduk, handuk yang ia kenakan terlepas dari lilitannya. Airin mendongakkan kepalanya menatap Evan sambil berusaha membenarkan handuk miliknya.


Ketika ia merasa sudah benar ia bangkit berdiri sambil memegangi ujung lilitan handuk nya agar tidak terlepas sementara tangan satu lagi ia gunakan untuk memegangi pakaiannya.


Sejenak mata keduanya saling bertemu kemudian Airin mengalihkan pandangan matanya ke sembarang arah menghindari Evan. Ketika Airin hendak melangkah dengan cepat Evan menarik tubuh Airin hingga membentur dada bidang Evan.


"Kau belum mendapatkan hukuman atas apa yang sudah kau lakukan kemarin! " bisik Evan ditelinga Airin.


Airin mengkerut kan keningnya. "Hukuman? memang apa yang sudah aku lakukan? " Airin bingung dengan pernyataan dari Evan.

__ADS_1


"Kau jangan pura-pura lupa! " Evan semakin menarik tubuh Airin.


"Lepas! " Airin berusaha melepaskan dirinya dari Evan.


"Tidak akan! " tegas Evan.


"Kita bicarakan nanti saja, aku mau berpakaian terlebih dahulu! " Ucap Airin sambil melepaskan diri dari tangan Evan namun karena hal itu justru ia malah melepaskan tangannya dari handuknya hingga handuk itu terlepas dari tubuhnya.


Mereka berdua serentak melihat kearah handuk yang sudah jatuh dilantai.


Glek


Evan menelan salivanya dengan susah, melihat tubuh polos Airin membuat junior nya menegang dibawah sana.


"Aa.." Teriak Airin kemudian mendorong tubuh Evan dengan sangat kuat hingga terlepas dari genggaman Evan. Secepat mungkin Airin mengambil handuknya dan melilitkan kembali ketubuhnya.


"Kau sengajakan? " kesal Airin berteriak. Emosinya sedikit tersulut dimana tubuhnya menjadi bahan pandangan oleh Evan.


"Berhenti! " Peringat Airin menahan tubuh Evan dengan satu tangannya.


Bukannya berhenti Evan malah mengambil tangan Airin dan menarik tangan itu hingga tubuh Airin berada didalam pelukannya.


Menarik tengkuk leher Airin kemudian mencium bibir Airin dengan agresif.


"Umm.." tanpa sadar Airin mengeluarkan suaranya yang terdengar seksi ditelinga Evan sehingga ciuman itu semakin dalam. Airin yang awalnya terkejut dengan serangan Evan kini mulai terbawa suasana. Otaknya ingin menghentikan ciuman dari Evan namun ada rasa yang ingin terus semakin lama ia nikmati. Rasa yang seperti menyengat tubuhnya untuk terus merasakan ciuman yang dilakukan oleh Evan.


Evan menghentikan tautan bibirnya ketika mereka berdua hampir kehabisan oksigen. Dan kemudian ingin kembali mencium bibir indah Airin namun dengan cepat Airin memalingkan wajahnya sebagai bentuk penolakan.


"Kau menolak ku? " Evan tidak terima dengan sikap Airin yang menghindarinya.


"Aku... "


Suara Airin menghilang dengan bungkaman dari bibir Evan. Airin memukul dada bidang Evan meminta untuk menyudahi tautan kedua bibir mereka tetapi Evan tidak memeperdulikan akan hal itu.

__ADS_1


Ia justru dibawa oleh Evan menaiki ranjang tanpa melepaskan tautan bibir itu. Dengan perlahan Evan menuntun Airin berbaring disana. Airin yang awalnya tidak bereaksi kini mulai mengimbangi serangan dari Evan. Ia membalas ciuman dari Evan.


Menyadari jika Airin sudah mengikuti permainannya Evan menarik sudut bibirnya tipis merasa berhasil membuat Airin masuk dalam perangkapnya.


Kini tubuh Evan sudah menghimpit tubuh Airin dengan kedua kakinya, tangannya perlahan menyusuri tubuh Airin dan menarik handuk yang masih menutupi tubuh Airin.


Airin yang merasakan sentuhan Evan terhanyut dalam kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Evan yang sudah berhasil menurunkan handuk Airin sehingga memperlihatkan dua gundukan itu perlahan menyentuh dan kini bibirnya pun turun menciumi aset milik Airin.


Namun tiba-tiba Evan menghentikan aksinya itu, tersadar bukan hukuman seperti itu yang ingin ia lakukan kepada wanita itu.


Evan bangkit berdiri dari atas tubuh Airin membuat wanita itu bingung ditengah adegan yang hampir saja membawanya menikmati indahnya surga dunia kini gagal sudah.


"Ada apa? " Airin bergerak memposisikan tubuhnya menjadi duduk.


"Tutup tubuh mu itu! " suruh Evan kini sudah membelakangi Airin.


Sontak kalimat itu membuat Airin menaikkan handuknya yang sudah turun ke perutnya akibat ulah dari Evan tadi.


Setelah itu Evan meninggalkan Airin dengan kebingungannya dengan sikap Evan yang menghentikan adegan panas mereka. Ia hanya bisa menatap punggung Evan yang perlahan hilang memasuki kamar mandi.


"Kenapa dia? " pekik Airin sambil berpikir apa yang sebenarnya terjadi kenapa Evan membuatnya serasa melayang ke udara dan dengan tiba-tiba menghempaskannya sebelum waktunya.


"Dasar laki-laki aneh! padahal aku sudah siap jika melakukannya dengan mu." Gerutu Airin.


Airin memang sudah siap jika Evan yang akan mengambil keperawanannya dengan begitu Airin berharap Evan akan perlahan membuka hatinya untuk Airin dan melupakan dendamnya. Karna baginya tidak ada lagi jalan untuk mengubah pikiran Evan selain membuat pria itu jatuh cinta kepadanya.


Namun ternyata Evan tidak melakukan apa yang diharapkan olehnya. Evan meninggalkan dirinya di tengah percintaan yang hampir saja terjadi diantara keduanya.


Kini Airin harus memikirkan cara lain agar Evan tidak meneruskan rencana awalnya namun Airin masih bingung dan harus berusaha keras memikirkan cara baru. Dan seketika ia teringat kembali akan pembicaraan yang ia dengar kemarin walaupun belum jelas tapi pikirannya tertuju pada apa yang ia dengar dan memutuskan untuk mencari tau lebih dalam lagi tentang apa yang sudah didengarnya dari Cleo dan Pandu.


Jangan lupa like, vote dan comentnya ya!

__ADS_1


__ADS_2