
Setelah kemarin seharian berada dikantor Evan namun tidak juga mendapatkan informasi yang diharapkan oleh Airin tentang apa yang sudah pernah ia dengar.
Airin belum menyerah untuk mendapatkan sebuah informasi dari rencana Pandu yang selalu saja membuat Airin tidak bisa berhenti ingin tau rencana apa yang akan dilakukan oleh Pandu.
Namun Airin bingung harus berbuat apa. Karna percuma juga ia menadatangi perusahaan itu kembali, belum tentu juga ia akan mendapatkan hasil nantinya.
Tapi diluar dugaannya ternyata keberuntungan menghampirinya tepat dimana ia sudah tidak tau lagi berbuat apa-apa. Airin yang sedang bosan dikamar memutuskan untuk berjalan-jalan keliling mansion namun tanpa sengaja ai mendengar Cleo menerima telpon dari seseorang tepat didepan pintu utama mansion ketika ia hendak keluar dan kemungkinan besar itu adalah dari Pandu dilihat dari cara wanita itu memanggil sebutan papa ketika sedang berbicara.
Airin menajamkan telinganya, dan ia mendengar bagaimana Cleo mengatakan jika ia ingin menyudahi untuk terus mengejar Evan karena laki-laki itu terus saja tidak menganggapnya sebagai wanita dan tidak tergoda kepadanya walaupun sudah semua cara ia lakukan.
"Dan satu lagi, papa jangan memaksa ku lagi! Aku tidak ingin terlihat atas meninggalnya orang tua Evan. Karna bagaimana pun seharusnya papalah yang bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah papa lakukan. " Ucap Cleo kemudian ia mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
"Apa maksud dari ucapan Cleo barusan? " Airin semakin yakin jika Pandu lah yang sebenarnya berada dibalik kematian dari orang tua Evan.
"Kau? " Cleo terkejut ketika membalikkan badannya yang ternyata sudah ada Airin tepat dihadapannya.
"Sejak kapan kau berada disini? " Cleo mulai panik takut jika Airin mendengar apa yang baru saja ia bicarakan.
"Baru saja. " Sahut Airin singkat seolah ia tidak mendengar apapun.
"Kau sedang apa berdiri disini? dan jika kau datang kemari ingin bertemu dengan Evan, dia tidak ada di mansion. Kau tau sendiri kan jika dia sedang berada di kantornya." Jelas Airin.
"Kau pikir aku bodoh apa? mencari Evan kemari sementara aku tau jelas jika dia sedang berada dikantor nya. " Sahut wanita yang berpakaian seksi itu, pakaian yang terbuka dibagian atas sehingga memperlihatkan belahan dada miliknya.
__ADS_1
"Lantas kau ingin bertemu dengan siapa? " Ucap Airin karena tidak mungkin jika wanita itu mencari orang lain disana karena hanya Evan dan dirinya beserta beberapa pelayan saja yang tinggal dimansion itu.
"Aku ingin bicara dengan mu! " Cleo berterus terang maksud kedatanganya.
"Aku? " tunjuk Airin kepada dirinya sendiri. Pasalnya untuk apa wanita yang baru saja dikenalnya itu ingin berbicara dengannya karena ia merasa tidak ada hal yang harus dibicarakan diantara mereka berdua.
"Ya kau! " Cleo berjalan masuk kedalam mansion melewati Airin dan wanita itu pun sontak mengikuti langkah kaki Cleo.
"Mau apa dia? " ucap Airin sambil terus mengikuti Cleo dari belakang.
Cleo duduk disofa yang ada diruang tengah mansion mengangkat sebelah kakinya dan bertumpu pada kaki satu lagi serta tidak lupa ia melipat kedua tangannya dan menyuruh Airin untuk ikut bersamanya. Bersikap layaknya sebagai tuan rumahnya adalah dia.
"Ck, kau seperti tuan rumah saja, mempersilahkan aku duduk sementara kau yang datang bertamu kemari bukan aku. " Seru Airin sambil menjatuhkan bokongnya diatas sofa tersebut.
"Ada hubungan apa kau dengan Evan? " Selidik Cleo langsung pada intinya dan mengabaikan ucapan Airin barusan.
Airin tau betul jika Evan tidak akan mengakui dirinya kepada siapapun dan ia cukup tau diri akan hal itu.
"Apa susahnya kau mengatakan siapa diri mu itu sebenarnya. " Cleo terlihat sudah kehabisan kesabarannya.
"Atau kau itu hanya seseorang yang Evan pungut dari jalanan dan dijadikan pelayan di mansion ini tapi kau bergaya melebihi status mu! " tuduh Cleo berbicara sembarangan.
"Mungkin! tapi sebaiknya kau tidak perlu mencari tau tentang aku lebih jauh lagi. Aku takut nantinya kau akan tidak bisa menerima kenyataan. " Peringat Airin berbicara santai tidak terbawa emosi padahal Cleo sudah menghina dirinya.
__ADS_1
Karna baginya percuma saja jika meladeni wanita itu, hanya akan menguras tenaga dan pikirannya saja. Lebih baik ia memilih untuk tidak terpengaruh dengan ucapan kasar dari wanita itu.
"Berarti kau bukan siapa-siapa bagi Evan bukan? " sorot mata Cleo penuh selidik. Sementara Airin hanya mengangkat bahunya acuh dengan pertanyaan dari Cleo.
"Kalau begitu buatkan aku minuman jus sekarang juga! bukankah seharusnya kau menghidangkan minuman kepada tamu yang berkunjung? " Kembali Cleo ingin membuat Airin kesal.
"Akhirnya kau mengakui diri mu sebagai tamu! " Pekik Airin telak membuat Cleo yang tadinya terlihat semangat mengerjai dirinya seketika menciut karena wanita yang ada dihadapannya kini tidak mudah untuk ia hadapi ternyata.
Airin tersenyum penuh dengan kemenangan setelah bisa membuat wanita itu tidak berkutik. Dan kemudian Airin pun memanggil seorang pelayan dan meminta kepada pelayan itu untuk membuatkan sebuah minuman jus yang diminta oleh Cleo tadi.
"Minumlah! " Ucap Airin mempersilahkan Cleo untuk meminum minuman yang baru saja dihidangkan oleh pelayan.
Dengan terpaksa Cleo pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Airin, meneguk minumannya dengan susah payah. Sedari awal masuk wanita itu sudah berlagak layaknya penghuni mansion dan setelah Airin mengembalikan ucapannya barulah ia sadar jika ia harus berhati-hati dengan ucapannya sendiri.
"Jika kau sudah selesai maka kau bisa keluar dan pintu keluarnya masih sama dengan pintu masuk yang kau lewati tadi sebelum masuk! " Ucap Airin begitu Cleo meletakkan gelasnya diatas meja.
"Haha.. Kau ternyata orang yang tidak sabaran juga!" Ucap Cleo mentertawakan sikap Airin barusan.
"Sepertinya kau juga tidak ingat siapa diri mu! bersikap seolah kau lah yang punya mansion ini padahal kau sama saja dengan ku. " Ejek Cleo.
"Siapa bilang aku sama saja dengan mu? " sahut Airin tidak ingin kalah dengan setiap kata yang keluar dari mulut Cleo.
"Jelas kita berbeda, kau tidak akan bisa membandingkan dirimu dengan ku! " Ucap Airin telak membuat Cleo terdiam sambil berpikir untuk menyerang balik wanita yang ada dihadapannya itu.
__ADS_1
"Kau boleh merasa menang sekarang tapi aku akan pastikan Evan akan mengetahui sikap tidak sopan itu kepada ku! dan perlu kau ketahui jika aku adalah orang yang akan menjadi nyonya dimansion ini. " Ancam Cleo berharap Evan akan memihak dirinya.
"Silahkan saja! dengan senang hati aku akan menantikannya. " Putus Airin kemudian meninggalkan Cleo dengan begitu saja.