
Diperjalanan Airin meminta untuk berhenti di sebuah minimarket karena ada sesuatu yang ingin ia beli disana.Dan supir yang membawanya itu pun memarkirkan mobil yang mereka tumpangi didepan minimarket tersebut.
Airin meminta untuk menunggunya sebentar karena ia tidak akan lama didalam sana. Ketika Airin sedang mencari beberapa kebutuhan nya yang kebetulan memang sudah habis tak sengaja dia bertemu dengan seseorang.
"Maaf aku lebih dulu! " Ucap Airin karena ia dan seseorang itu sama-sama hendak mengambil barang yang sama.
"Airin?"
Airin menoleh kearah orang tersebut karena merasa tidak asing dengan suaranya.
"Kau? "
Apa kabar Airin? lama tidak melihat mu. Ucap laki-laki yang ternyata teman satu kampus dengan Airin dan laki-laki yang bernama Alvaro itu sadah sejak lama menaruh hati kepada Airin.
"Aku baik! kau ambillah!" suruh Airin kepadanya sambil menunjuk sebuah barang yang tadi diinginkan olehnya.
"Tidak, ini untuk mu saja! " Alvaro meletakkan barang tersebut di keranjang belanjaan Airin.
"Terima kasih! " Ucap Airin kemudian berbalik melanjutkan belanjanya.
"Tunggu Airin!" Alvaro mengejar Airin dan mensejajarkan dirinya dengan Airin.
"Ada apa? " Airin terus melangkah tanpa menoleh kearah Alvaro.
"Kita sudah lama tidak saling bertemu bagaimana jika kita makan siang bersama?" ajak Alvaro penuh harap.
"Aku tidak bisa! " tolak Airin tidak ingin mendapat masalah karena berkeliaran diluar mansion tanpa seijin dari Evan suaminya.
"Ayolah Airin kali ini saja! " mohon Alvaro mendahului langkah Airin dan berhenti tepat didepan Airin menatap wajah yang sudah lama ia rindukan.
Airin terlihat berpikir sejak, ia tidak enak menolak ajakan Alvaro dan kebetulan sekali ia belum makan siang.
"Baiklah! tapi aku tidak bisa berlama-lama. " Terang Airin menyiakan ajakan Alvaro untuk makan siang bersama.
Airin pun menyuruh supir yang bersamanya tadi untuk pulang lebih dulu dan meminta untuk sekalian membawa barang belanjaannya. Awalnya supir itu menolak namun Airin meyakinkan nya tidak akan berlama-lama dan tiba tepat waktu sebelum Evan tiba lebih dulu di mansion.
__ADS_1
Setelah berhasil meyakinkan supir itu barulah Airin pergi bersama dengan Alvaro menuju sebuah restoran.
Airin sedikit merasa canggung berduaan bersama dengan Alvaro namun karena tidak enak hati terpaksa ia menerima ajakan Alvaro kepadanya.
Sesekali mereka berdua berbincang sambil menikmati makan siang keduanya. Tanpa mereka sadari seseorang menatap tidak suka dengan interaksi keduanya.
Karena sudah tidak tahan lagi akhirnya wanita yang sedari tadi memperhatikan keduanya itu mendatangi mereka.
"Wah, wah sepertinya kalian sangat menikmati waktu kalian? " Cika ikut duduk di kursi yang masih kosong disamping Alvaro.
"Kau? " Airin menatap tidak suka kepada Cika yang selalu saja mencari masalah dengannya.
"Kenapa? kau kaget aku berada disini? " cecar Cika namun kini ia beralih menatap Alvaro.
"Ada apa Cika?" kali ini Alvaro bertanya dengan nada tidak suka atas kehadiran Cika diantara mereka.
"Ayolah Al kau tidak perlu bersikap tidak suka seperti itu. Bagaimana pun juga hubungan kita belum berakhir! " tegas Cika menekan setiap kata yang dia ucapkan.
Airin menatap Cika dan Alvaro secara bergantian. "Maaf Cika kau jangan salah faham. Kami berdua tidak ada hubungan apa-apa. Aku dan Alvaro hanya kebetulan bertemu tadi. " Jelas Airin merasa takut jika Cika salah faham terhadapnya.
"Kau jangan terus menerus mengganggu ku! hubungan kita sudah lama berakhir kau mengerti!" peringat Alvaro dengan tegas.
"Apa ini karna wanita murahan ini? " kesal Cika menatap Airin penuh dengan amarah.
"Tutup mulut mu Cika! kau tidak seharusnya berbicara seperti itu kepada Airin." Ucap Alvaro meninggikan suaranya.
"Kenapa ha? kau tidak suka aku berkata demikian? tapi pada kenyataannya wanita ini adalah wanita murahan yang selalu saja menggoda banyak pria. " Pekik Cika penuh dengan emosi.
Airin tidak ingin terus mendengarkan hinaan dari Cika, ia memutuskan untuk pergi dari restoran itu.
"Al, makasih untuk hari ini! aku pulang lebih dulu dan kau selesaikan masalah kalian berdua. Aku tidak ingin terlibat diantara pertengkaran kalian berdua. " Ucap Airin kemudian pergi dengan begitu saja.
"Tunggu Airin! " Alvaro berdiri dari duduknya hendak mengejar Airin. "Kau mau kemana? " Cika menahan tangan Alvaro agar tidak mengejar Airin dan meninggalkan dirinya.
"Kau keterlaluan Cika! " ucap Alvaro kembali duduk di kursinya. "Apa kau bilang? " Cika tidak terima dengan ucapan Alvaro barusan kepadanya.
__ADS_1
"Kau berubah setelah mengenal wanita itu dan kau bilang aku keterlaluan? " pekik Cika.
"Ini tidak ada hubungannya dengan Airin. Aku memutuskan hubungan kita karena tidak ada kecocokan diantara kita berdua! " tegas Alvaro dan pergi meninggalkan Cika begitu saja tanpa memperdulikan Cika yang berteriak memanggil namanya.
~
~
"Apa sikap mu tadi tidak berlebihan kepada Cleo? " tanya Evan kepada Hendri yang sedang duduk dikursi depan tengah mengemudikan mobilnya.
"Tentu saja tidak tuan! " sahut Hendri singkat.
"Mungkin Cleo tidak bermaksud seperti yang kau pikirkan." Terang Evan.
"Apa tuan tidak menyadari sesuatu dengan sikap nona Cleo yang menurut ku mempunyai niat tersembunyi. " Hendri mengutarakan kecurigaannya.
"Mana mungkin wanita itu seperti itu." Evan masih tetap yakin jika Cleo tidak seperti yang dituduhkan oleh Hendri.
"Selain itu tuan juga harus memikirkan perasaan nona Airin bagaimana jika beliau melihat anda terlihat dekat dengan wanita lain? pasti nona Airin akan salah faham terhadap anda." Terang Hendri yang memikirkan jauh tentang hubungan suami istri itu. Padahal yang bersangkutan sebagai suami saja tidak memikirkan hal semacam itu.
"Ck, kau ini? mana mungkin Airin tau dan melihat apa saja yang aku lakukan karna wanita itu sekarang sedang berada di mansion. " tutur Evan tertawa seakan mengejek cara berpikir asisten nya tersebut.
"Tapi tetap saja tuan tidak boleh seperti itu! " peringat Hendri kepada tuannya yang keras kepala itu.
"Terserah kau saja mau berkata apa pun sesuka mu! " kesal Evan memilih tidak meladeni asisten nya yang selalu saja membicarakan hubungannya dengan Airin.
Sementara Hendri hanya bisa menghela nafasnya dengan perkataan Evan yang selalu saja terkesan tidak perduli.
"Tuan bukannya itu nona Airin? " selidik Hendri yang melihat Airin sedang berdiri dipinggir jalan kebetulan mobil mereka berhenti karena lampu merah yang tidak jauh dari tempat Airin berada.
Evan pun mengikuti arah pandangan mata Hendri dan menangkap sosok Airin yang sedang berdiri disana.
"Kenapa dia ada disana? " tanya Evan kepada Hendri.
Aku juga tidak tau tuan kenapa nona Airin berada disini karna seharusnya ia sudah berada di mansion bersama dengan supir yang membawa nona tadi.
__ADS_1
Tak lama kemudian Alvaro berlari dalam restoran menyusul Airin dan itu semua tidak luput dari penglihatan Evan yang menyaksikan wanita itu sedang berbicara dengan laki-laki lain.