
"Ada ada? " tanya Evan kepada salah satu pelayan yang mengetuk pintu kamarnya.
"Nona Cleo masih menunggu dibawah tuan, dia bersikeras untuk menunggu tuan turun padahal kami sudah melarangnya. " Jelas pelayan itu dengan menundukkan kepalanya tidak berani menatap Evan yang bisa dipastikan sedang marah setelah mendengar apa yang sudah ia sampaikan barusan.
"Wanita itu? selalu saja mengganggu ku! "
"Biarkan saja dia! kembali lah dengan pekerjaan mu. " Suruh Evan dan menutup pintu setelah pelayan itu undur diri.
Airin yang mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan itu segera bergegas mengenakan pakaiannya. "Sepertinya aku harus turun menemui wanita itu. " Gumam Airin.
"Mau kemana? " selidik Evan melihat Airin yang hendak keluar dari pintu kamar.
"Keluar! " sahut Airin asal tanpa melihat kearah Evan.
"Siapa yang mengijinkan mu untuk keluar? "
"Memangnya kenapa? "
"Kau dilarang keluar dari dalam kamar ini dan aku tidak ingin dibantah! " tegas Evan karena ia tau betul jika Airin keluar dari kamar dan bertemu dengan Cleo maka wanita itu akan terus mencari tau kebenaran tentang Airin yang berada disana.
"Baiklah! " Airin memilih untuk menurut saja karna tidak ingin berdebat dengan Evan.
Setelah Airin menurut pada apa yang diucapkan Evan barulah ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan kesempatan itu tidak di sia-sia kan begitu saja oleh Airin.
Ia keluar dari kamar secara diam-diam. Airin memang sengaja menunggu Evan untuk membersihkan diri dengan begitu ia bisa keluar dari kamar dan masalah Evan akan marah itu adalah urusan belakang.
Airin turun ke lantai bawah menemui Cleo yang masih kekeh untuk menunggu Evan menemui dirinya.
"Kau masih disini ternyata? " Ucap Airin ikut duduk dihadapan Cleo.
"Ya seperti yang kau lihat. "
__ADS_1
"Dimana Evan? kenapa kau yang turun? " cecar Cleo penuh dengan selidik sambil mengarahkan pandangan matanya kesemua arah berharap jika Evan datang menemui nya.
"Kau terlihat sangat posesif terhadap Evan padahal jelas-jelas dia sudah menolak mu tapi kau tetap saja masih berada disini. " Sindir Airin yang membuat Cleo kesal.
"Tentu saja, jika tidak aku akan kehilangkan kesempatan. Karna diluar sana banyak wanita yang menginginkan Evan. Dan kau sendiri sedang apa kau disini? " Ucap Cleo menekan setiap ucapannya.
"Maaf aku lupa mengatakan jika aku juga tinggal di mansion ini. " Sahut Airin berkata sejujurnya.
"Kau tinggal disini? " Cleo merasa aneh dengan penuturan Airin pasalnya Cleo tidak tau apa hubungan wanita yang ada didepannya itu dengan Evan sehingga ia bisa tinggal bersama dengan Evan.
Airin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Cleo.
"Siapa kau sebenarnya dan apa hubungan mu dengan keluarga Hamka? " tanya Cleo penuh selidik.
Belum sempat Airin menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Cleo kepadanya, Evan yang datang segera angkat bicara.
"Kenapa kau masih ada disini? " Evan menatap Cleo masih dengan posisi berdiri tak jauh dari tempat kedua wanita itu duduk.
Cleo segera berdiri dari duduknya dan menghampiri Evan.
"Kau kan bisa pulang naik taksi! " sahut Airin menjawab ucapan dari Cleo yang menurutnya hanya sebuah alasan untuk bisa bersama dengan Evan yang tak lain adalah suaminya sendiri. Dan tentunya Airin tidak ingin jika Evan berduaan dengan wanita itu karena ia tau betul jika Cleo sedang berusaha untuk mendapatkan hati Evan.
Cleo menatap tidak suka kepada Airin dan kemudian ia kembali memohon kepada Evan mengabaikan ucapan Airin barusan.
"Bagaimana? kau bisakan mengantarkan aku pulang? " Cleo memasang wajah tersenyum sambil menunggu jawaban yang keluar dari mulut Evan.
"Akan aku suruh supir untuk mengantarkan mu! " ucap Evan yang membuat senyuman diwajah Cleo seketika menghilang.
Sia-sia sudah Cleo menunggu Evan sedari tadi padahal ia berharap dengan alasan tersebut Evan akan mau mengantarkan dirinya pulang.
Tadi ketika Evan menyuruhnya pulang, Cleo yang sudah berada dipintu keluar mansion memutar otaknya agar tidak sia-sia sudah datang. Memutuskan untuk membuat ide lain. Yaitu beralasan ai tadi diantar oleh supir kemudian meminta Evan untuk mengantarnya pulang.
__ADS_1
Namun lagi-lagi ia mendapat penolakan dari pria itu. Dengan terpaksa Cleo pun pulang diantarkan oleh supir yang dimaksud oleh Evan karna tidak mungkin lagi ia mencari alasan agar Evan bersedia untuk mengantarkan dirinya.
Sementara Airin kini bisa tersenyum lega karena ternyata Cleo tidak bisa menjalankan rencananya lagi.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu? " tanya Evan setelah kepergian Cleo keluar dari mansion.
"Tidak ada, aku hanya sedang ingin tersenyum saja! " Ucap Airin tidak ingin Evan mengetahui apa yang sedang ia pikirkan.
Cleo yang kini sedang berada didalam mobil menuju pulang tengah menggerutu kesal dan melampiaskan amarahnya kepada supir yang sedang mengemudikan mobil tersebut.
Padahal supir tersebut tidak tau apa-apa yang terjadi dan ia hanya menjalankan perintah dari tuannya saja.
"Siapa wanita yang berada dimansion tadi? " tanya Cleo kepada supir tersebut dengan nada sedikit kasar.
"Maksud nona? " supir itu balik bertanya.
"Kau jangan kembali bertanya kepada ku? jawab saja apa yang aku tanyakan tadi! " ketus Cleo tidak sabar mendapat informasi tentang siapa sebenarnya wanita itu.
"Nona Airin maksud anda? " supir itu melirik sekilas dari kaca spion mobil.
"Ia, siapa lagi? apa kau melihat ada orang lain lagi selain dia disana tadi? " lagi-lagi Cleo berkata dengan arogan memperlihatkan sifat aslinya yang sebenarnya.
"Maaf nona saya tidak berhak membicarakan nona Airin. Jika anda ingin tau sebaiknya anda bertanya langsung kepada beliau atau bisa juga bertanya kepada tuan Evan. " Sahut supir itu yang tidak ingin mencampuri urusan tuannya itu karena ia tau betul pernikahan tuannya itu dilakukan bukan berdasarkan sebuah cinta seperti pasangan pada umumnya.
Bahkan semua penghuni yang ada di mansion juga mengetahui tujuan tuannya itu yang sebenarnya menikahi Airin namun semua pelayan dan termasuk dirinya memilih untuk tidak ikut campur seolah tidak mengetahui fakta yang sesungguhnya.
"Ck, kau ternyata manusia munafik! tidak mungkin kau tidak mengetahuinya kan? " sinis Cleo.
"Maaf nona. " Putus supir yang bernama pak Ujang itu.
"Sudahlah, lupakan! "
__ADS_1
"Kenapa pirasat ku mengatakan jika mereka ada sesuatu yang tidak aku ketahui karna tidak mungkin wanita itu berada di mansion keluarga Hamka tanpa sebuah alasan. Tapi siapa dia? bahkan aku tidak pernah melihat dia sebelumnya." Gumam Cleo merasa sesuatu ada yang tidak beres dan ia harus bergerak cepat jika tidak ingin kehilangan Evan.
Jika tidak maka rencana dari orang tuanya akan gagal untuk mendapatkan harta dari peninggalan Paris orang tua Evan.