MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM

MENIKAH UNTUK BALAS DENDAM
Bab 32.


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa waktu lalu Hendri pun terus menyelidiki Pandu secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari Evan. Karena belum saatnya Evan tau tentang apa yang didengarnya pada waktu itu.


Ia harus ada bukti yang cukup barulah ia akan mengatakan kepada tuannya itu, dengan demikian barulah Evan percaya bahwa orang yang ia yakinin tidak bersalah justru dalang dari kejadian tragis tersebut.


Sementara ditempat lain Airin sedang bersama dengan kedua temannya di sebuah pusat perbelanjaan. Ia berhasil keluar dari mansion secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari pelayan yang ditugaskan untuk mengawasi nya.


Airin bersama Fita dan juga Sisil menghabiskan waktu untuk berbelanja meski pun hanya Sisil dan Fita saja yang terlihat membawa beberapa barang belanjaan sementara Airin memutuskan hanya untuk menemani keduanya.


Ia mengatakan sedang tidak ingin membeli apa pun padahal sebenarnya ia berbohong tidak ingin mengatakan keadaannya sebenarnya yang tidak seperti dulu lagi. Ia tidak lagi mendapatkan uang bulanan untuk ia berpoya-poya seperti yang dilakukan oleh kedua temannya.


"Kau yakin tidak ingin membeli sesuatu? " Fita sedikit heran melihat Airin yang tidak seperti biasanya. Jika dulu Airin akan membeli barang yang banyak ketika mereka sedang berbelanja berbeda dengan sekarang, yang dilakukan oleh Airin hanya mengikuti mereka dan hanya sekedar melihat-lihat saja.


"Barang yang belum terpakai saja masih banyak dirumah. Jika belanja terus maka kapan aku akan memakai semua itu? " Kilah Airin yang memang pada dasarnya barang miliknya masih banyak yang belum terpakai dirumah yang dulunya ia tempati. Bahkan ia tidak bisa membawa semua barangnya ke mansion Evan.


"Kalau begitu terserah kau saja. " Fita menarik tangan Airin berjalan beriringan dengannya sementara Sisil berada di belakang mereka dengan barang belanjaannya dikedua tangannya.


Airin yang tidak memperhatikan sekitarnya menyenggol seseorang.


"Hei... Kau tidak punya mata? " seseorang yang bersenggolan dengannya berteriak kesal.


Airin yang merasa kata-kata itu untuk dirinya segera berhenti dan membalikkan badannya menghadap kebelakang. "Maaf, maaf saya tidak sengaja! " Airin belum menyadari siapa yang berada di hadapannya itu.


"Kau ternyata! " Cleo tersenyum sinis.


Airin membulatkan bola matanya setelah tersadar jika yang ada dihadapannya itu adalah Cleo.


"Mampus aku! " gumam Airin takut jika wanita itu akan memberitahu tentang keberadaannya kepada Evan.


"Kau sedang apa di sini? " Cleo manatap Airin dari bawah sampai atas yang tidak ada satu belanjaan pun yang ia bawa.


"Aku menemani kedua temanku, kau pasti sedang berbelanja ya? " Ucap Cleo tersenyum kaku.


"Tentu saja, seperti yang kau lihat! " Cleo mengangkat kedua tangannya guna menunjukkan barang belanjaan yang begitu banyak ditangannya.

__ADS_1


"Tapi sepertinya kau tidak membeli apa pun? " selidik Cleo membuat Airin sedikit tidak nyaman.


"Aku sedang tidak ingin berbelanja. " Terang Airin singkat.


"Benarkah? apa jangan-jangan kau tidak punya uang? apa Evan tidak memberi mu uang? " cecar Cleo mengejek Airin.


Airin yang mengerti denganaksud dari Cleo segera mengalihkan pembicaraan mereka.


"Cleo, kami pergi dulu, kedua teman ku pasti belum selesai berbelanja. " Airin menarik tangan Fita dan Sisil berjalan bersama dengannya.


"Tunggu! " Panggil Cleo menghentikan langkah Airin.


"Apa lagi? " Airin sebenarnya malas untuk berlama-lama berbicara dengan Cleo.


"Aku masih penasaran bagaimana bisa kau bisa tinggal bersama dengan dengan Evan, apa sebenarnya hubungan kalian? karna tidak mungkin seorang pelayan bisa keluar leluasa seperti yang kau lakukan sekarang ini? " Tanya Cleo langsung pada intinya.


"Aku tidak perlu memberitahu mu tentang apa pun itu bukan? " Airin malah membalik pertanyaan Cleo dengan balik bertanya.


Airin hendak membalikkan badannya untuk meninggalkan Cleo namun lagi-lagi perkataan Cleo menghentikan pergerakannya.


"Ayo! " ajak Airin kepada temannya yang sedang bingung dengan apa yang sedang mereka lihat namun tidak ada yang diantara mereka yang bertanya atau ikut terlibat dengan perdebatan antara Airin dan Cleo.


Bukan karena tidak ingin membantu Airin namun keduanya tidak tau apa-apa tentang yang keduanya bicarakan tadi. Sehingga mereka memilih diam dan menyaksikan saja dan bersiap jika Airin mendapat perlakuan yang tidak baik dari wanita yang tidak mereka kenal sama sekali.


"Siapa dia" Tanya Fita dan juga Sisil secara bersamaan.


"Nenek gayung! " sahut Airin asal membuat keduanya tertawa dengan pernyataan Airin yang masih sempat-sempatnya membuat lelucon disaat seperti itu.


"Kenapa? " tanya Airin dengan santainya.


"Aku serius, wanita itu siapa sebenarnya? " tanya Fita kembali sambil terus mengikuti langkah Airin dan juga Sisil.


"Namanya Cleo. " Jawab Airin singkat.

__ADS_1


"Terus? " ucap Sisil.


"Terus apanya? " pekik Airin.


"Coba kau jelaskan apa yang terjadi sebenarnya? " tanya Fita terdengar serius.


"Entahlah, sepertinya wanita itu menyukai Evan dan dia tidak tau jika aku dan Evan sudah menikah. " Terang Airin jujur.


"Lantas kau diam saja? " selidik Sisil tidak terima jika Airin hanya diam saja tanpa melakukan sesuatu.


"Aku bisa apa? " Airin mengangkat bahunya.


"Kau itu gimana sih? tu pelakor harus disingkirkan jangan kasih kesehatan sedikit pun! " kali ini Fita yang terlihat emosi.


"Sudahlah! biarkan saja dia berbuat sesukanya? "


"Aw... " Airin kesakitan sambil memegangi keningnya akibat sentilan dari Sisil.


"Kau itu harus tegas, jika tidak kau bisa kehilangan Evan! "


"Kalian kan sudah tau jika Evan menikahi ku hanya karena maksud tertentu bukan karena dia mencintaimu ku. Jadi untuk apa aku harus mempertahankan pernikahan kami. " Lirih Airin sehingga membuat kedua temannya itu merasa kasihan dengan apa yang sudah terjadi kepada Airin.


"Tapi setidaknya kau bisa bertahan dan membuat Evan jatuh cinta kepada mu! " Ucap Fita memberi dukungan kepadanya.


"Entahlah, aku tidak ingin memikirkan tentang pernikahan ku saat ini! " ucap Airin yang membuat keduanya saling bertatapan dan kemudian tidak lagi membahas hal itu.


"Ya sudah! kalau gitu kita lanjut lagi yuk belanjanya? " ajak Fita mencairkan suasana.


"Nah, gitu kan enak, ayo! " Airin kembali merangkul kedua tangan temannya itu.


Mereka saling tertawa sambil terus bersenang-senang menghabiskan waktu. Namun didalam hati Airin sedikit merasa tidak tenang takut jika Cleo memberitahu Evan jika bertemu dengannya ditempat umum.


Bisa dipastikan jika Evan akan marah dan memberikan hukuman kepadanya. Sementara di mansion Hamka pelayan yang menyadari jika Airin tidak berada didalam mansion memutuskan memberitahu tuannya setelah tidak menemukan Airin dimana pun.

__ADS_1


Evan yang mendengar hal itu pun segera pulang dari kantornya karena mengira jika Airin kabur dari mansion.


Evan memerintahkan para pelayan untuk terus mencari keberadaan Airin keseluruh sudut ruangan yang ada di mansion, padahal para pelayan sudah melakukan pemeriksaan sebelumnya namun dengan terpaksa mereka harus melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.


__ADS_2