
Airin yang merasa bosan berada di dalam rumah tanpa melakukan apapun seharian ini memutuskan untuk menghubungi Sisil dan Fita untuk bertemu dicafe yang biasa menjadi tempat mereka nongkrong bersama.
Namun kali ini Fita tidak bisa ikut bersama dengan mereka karena ada acara keluarga yang harus ia hadiri mlam ini bersama dengan kedua orang tuanya.
Dan saat ini Airin sudah berada dicafe tersebut tengah menunggu Sisil namun yang ditunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Pada hal mereka berjanji bertemu setelah selesai magrib namun bahkan kini jam makan malm pu n telah lewat tapi Sisil belum juga tiba.
"Kenapa dia lama sekali? " Airin melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Mungkin Sisil tidak jadi datang. " Pikir Airin dan hendak berdiri dari duduknya memilih untuk pulang saja, dan didetik selanjutnya matanya menangkap sosok yang selama ini membuat ia penasaran. Airin pun kembali duduk dan tidak jadi untuk pergi memilih untuk tetap berada di tempat itu lebih lama lagi.
Mata Airin terus tertuju kepada pria yang sudah membuatnya penasaran itu dari mulai pria itu masuk kedalam cafe sampai ia duduk bersama dengan teman-temannya.
Evan yang merasa diperhatikan melirik sekilas wanita yang tak jauh dari meja mereka dan mengabaikannya begitu saja.
"Hei! " Sisil yang baru tiba mengagetkan Airin yang tidak menyadari kehadiarannya karena terlalu fokus memperhatikan gerak gerik Evan.
"Kau mengagetkan ku saja! " ucap Airin memegangi dadanya.
"Lagian bengong aja dari tadi! " Sisil duduk didepan Airin dan langsung meneguk minuman yang sudah dipesankan oleh Airin untuknya.
"Kau kenapa lama sekali? " kesal Airin. "Maaf tadi ada urusan sedikit sebelum kesini. " Jelas Sisil mengatakan alasan keterlambatannya.
"Tapi kan setidaknya kau bisa memberitahu ku!" keluh Airin. "Ia ia maaf! " bujuk Sisil memasang wajah imut sambil mengedip-edipkan bola matanya.
Airin tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Sisil yang menurutnya menggemaskan.
Cukup lama mereka menghabiskan waktu disana lebih tepatnya Airin menunggu pria yang sedang ia taksir itu untuk lebih dulu bergerak meninggalkan cafe tersebut.
Dan begitu Evan dan juga temannya pergi keluar dari dalam cafe segera Airin menarik tangan Sisil untuk ikut keluar dari cafe dan memutuskan untuk mengikuti Evan dari belakang.
"Kau sedang apa? " Sisil bingung dengan kelakuan Airin yang menurutnya aneh sedari tadi.
__ADS_1
"Kau diam lah, lihat mobil itu! " tunjuk Airin kepada mobil yang hendak keluar dari parkiran cafe.
"Ada apa dengan mobil itu? " selidik Sisil yang memang belum tau tujuan Airin yang sebenarnya.
"Kita ikuti mobil itu, aku penasaran dengan pria yang mengemudikan nya. " Terang Airin sambil fokus mengemudikan mobilnya mengikuti mobil milik Evan.
"Memangnya siapa mereka? " tanya Sisil lagi.
"Is kau ini, aku juga tidak tau! maka karna itu aku penasaran dengannya dan ingin berkenalan dengan pria yang sudah membuat ku penasaran dari kemarin-kemarin. " Jelas Airin.
"Astaga Airin! " Sisil meletakkan telapak tangannya di kening Airin. "Tidak panas! " ucap Sisil.
"Apaan sih? " Airin menepis tangan Sisil dari keningnya.
"Sejak kapan kau yang mengejar pria ha? bukan kah biasanya kau yang dikejar-kejar oleh para pria yang mengidolakan mu! " Ejek Sisil kepada Airin.
"Entah lah yang jelas pria itu sudah membuat aku tidak berhenti mikirkan dirinya. " Sahut Airin tidak perduli dengan ejekan Sisil.
Paras Evan yang sempurna dan sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh Airin.
Sementara Evan yang tengah melajukan mobil mewahnya ternyata menyadari jika sebuah mobil dibelakang nya sedang mengikutinya dan mengetahui siapa pelakunya karna cukup jelas baginya bahwa itu adalah wanita yang terus memperhatikannya sedari tadi sejak berada dicafe dan karna itu juga ia mengajak temannya Adrian pergi dari cafe tersebut.
Karena merasa tidak nyaman maka Evan memutuskan untuk pergi namun diluar dugaannya ternyata wanita itu malah nekat mengikutinya.
"Tempat apa ini? " tanya Airin begitu memarkirkan mobilnya menatap sekeliling yang belum pernah ia kunjungan sebelumnya. "Kau tidak tau ini tempat apa? " tanya balik Sisil.
Airin yang memang belum pernah ketempat seperti itu tidak mengetahuinya. "Ini sebuah club! " jelas Sisil menarik tangan Airin menuju pintu masuk club itu.
"Tunggu! " Airin tampak ragu untuk ikut masuk. "Sebaiknya kita pulang saja. " Airin hendak berbalik namun Sisil mencegahnya.
__ADS_1
"Kau ini bagaimana? tadi kau yang bilang ingin mengikuti mereka. " Protes Sisil.
Airin berpikir sejenak antara melanjutkan niat awalnya yang ingin mengikuti pria yang sudah membuatnya penasaran itu atau malah pulang saja tanpa mendapatkan apa-apa tentang pria itu.
Airin yang baru pertama kali berada ditempat seperti itu sedikit bingung dimana lampu didalam club itu cukup redup. Sisil yang berjalan didepan Airin mencari tempat duduk kosong untuk mereka berdua.
"Kita kesana! " ajak Sisil menarik tangan Airin begitu menemukan tempat duduk untuk mereka. Baru saja duduk seseorang menghampiri mereka berdua.
"Wah! apa aku tidak salah lihat? " Seru Cika kepada teman-temannya yang melihat Airin dan Sisil berada di club tersebut.
Airin dan Sisil sontak menoleh kearah sumber suara. Setelah mengetahui siapa itu Airin tampak tidak memperdulikan Cika dan teman-temannya yang memang sering mengganggu Airin.
"Ternyata kau tidak sepolos yang banyak orang pikirkan! " Ucap Cika yang memang tidak menyukai Airin karena begitu banyak pria yang mengejar wanita itu. Karena setiap pria yang ditaksir oleh Cika pasti akan mendekati Airin.
Dan karena merasa kalah saing Cika membenci Airin yang selalu menang darinya.
"Seharusnya kau tidak berada ditempat seperti, apa jangan-jangan karena orang tua mu sudah meninggal kau menjadi wanita liar? ops! maaf " Cika menutup mulut nya seolah-olah di tidak sengaja berbicara seperti itu.
"Kau? " Airin kesal dengan apa yang dituduhkan oleh Cika kepadanya.
Cika dan teman-temannya malah merasa puas karena Airin terpancing dengan ucapannya. "Sebaiknya kita pergi saja, jika tidak wanita ini akan terganggu dengan kehadiran kita. Siapa tau dia mau mencari pria hidung belang untuk dia poroti secara kan sekarang ia tidak punya apa-apa lagi! " Seru Cika mentertawakan keadaan Airin.
"Tutup mulut mu! " Airin berdiri dari duduknya namun dengan cepat Sisil menahannya. "Sudah lah Airin biarkan saja mereka. " Pinta Sisil sambil melihat disekitar mereka karena pengunjung di club itu menatap kearah mereka.
"Tenangkan diri mu! lihat semua orang memperhatikan kita. " Peringat Sisil. Airin mengurungkan niatnya untuk memberi pelajaran kepada Cika setelah menyadari apa yang dikatakan oleh Sisil kemudian niat kembali duduk.
Cika dan teman-temannya pun pergi karena merasa puas sudah menghina Airin. Namun semua yang terjadi barusan tidak luput dari pandangan seseorang yang sedari tadi memperhatikan Airin begitu masuk kedalam club tersebut.
Bersambung!
__ADS_1
Gaes jangan lupa dukungannya ya. Like vote dan comentnya agar otor lebih semangat lagi up lebih banyak lagi.