
Bruk
Keduanya terjatuh dari atas sofa kelantai dengan posisi Evan berada diatas tubuh Airin.
"Aw.. " Rintih Airin kesakitan dibagian tubuh belakangnya yang terbentur kelantai dan pada saat bersamaan tububnya juga terasa berat karena menahan berat badan Evan yang berada di atasnya.
Airin membulatkan kedua bola matanya setelah tersadar wajah Evan yang kini dekat dengan wajahnya. Sejenak pandangan mata keduanya bertemu.
Airin tersadar dan dengan cepat ia membuang wajahnya kearah samping untuk menghindari kontak diantara keduanya. Mungkin jika kejadian ini terjadi sebelum Airin tau tujuan Evan menikahi dirinya, ia pasti akan betah berlama-lama dalam keadaan seperti itu. Namun kini berbeda setelah ia mengetahui semuanya, tak mau mengharap lebih yang nantinya hanya akan membuat dirinya terluka lebih dalam lagi.
Airin memutuskan untuk membuang jauh perasaannya kepada Evan meskipun meraka sekarang sudah berstatus suami istri namun Airin sadar jika pernikahan mereka tidak berdasarkan saling cinta.
Karena pada kenyataannya hanya dirinyalah yang mencintai Evan tidak untuk sebaliknya. Dan karna itu juga ia tidak akan mengharapkan cinta dari pria itu.
Melihat reaksi Airin membuat Evan sedikit kecewa. Entah kenapa ia merasakan hal itu yang jelas ia sendiri bingung dengan perasaannya sendiri. Entah apa yang ia harapkan dalam situasi seperti ini.
Evan pun bergerak dari atas tubuh Airin, sejenak berdehem untuk mengatasi rasa canggung diantara keduanya. Airin yang sudah ikut berdiri dari lantai sedikit gugup karena bingung harus berbuat apa.
Tak lama kemudian Airin berbicara, "Kemarikan ponsel mu! " Ucapnya kembali meminta ponsel milik Evan dengan tegas.
"Ck, kau ini! " Evan tidak percaya jika Airin masih menginginkan ponsel miliknya dalam situasi seperti itu. Pada hal dirinya sendiri tidak mengingat lagi apa yang mereka perebutkan karena detak jantungnya berdetak tidak beraturan lagi setelah kejadian tadi.
"Kau menginginkan ponsel ku atau hanya karna ingin berdekatan dengan ku? " Ucap Evan menggoda Airin.
"Apa kata mu? jangan terlalu percaya diri! " peringat Airin membantah tuduhan dari Evan.
"Terserah! " Evan mengangkat kedua bahunya membuat Airin kesal dengan ucapannya.
__ADS_1
"Kau ini? " Airin tidak lagi melanjutkan kata-katanya karena merasa tidak akan menang melawan Evan. Menghela nafasnya panjang sebelum ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Evan disana.
"Kau mau kemana? " panggil Evan ketika Airin berbalik berjalan menuju pintu.
"Bukan urusan mu! " ketus Airin sambil berteriak tanpa menoleh kepada Evan.
Melihat Airin pergi karena kesal membuat Evan tersenyum, entah kenapa ia justru senang sudah berhasil membuat wanita itu kesal. Merasa mendapat sebuah hiburan baru melepaskan rasa lelah satu harian ini berkutat dengan segala kesibukannya sebagai pemimpin perusahaan Hamka.
"Ada apa dengan ku? " Gumamnya menggelengkan kepalanya. Bingung dengan dirinya sendirinya yang akhir-akhir ini merasa berbeda dengan yang sebelumnya. Jika sebelumnya ia tidak menyukai Airin bahkan untuk berbicara dan berdekatan pun Evan tidak tertarik namun sekarang berbanding terbalik. Ia justru merasa nyaman jika sudah berhasil menggoda wanita itu.
Berbeda ditempat lain, jika Evan sedang tersenyum maka tidak dengan Airin yang sedang menggerutu kesal karena tidak bisa menghapus foto dirinya yang sudah diambil oleh Evan tadi.
"Untuk apa juga dia menyimpan foto ku dengan gaya seperti itu? dasar orang aneh!" ia terus berbicara sendiri sambil berjalan tanpa arah. Sampai ia berada di halaman belakang mansion.
"Ya ampun, untuk apa aku kesini? " Menatap sekelilingnya karena sadar ia tidak ingin berada disana tapi entah kenapa ia justru berjalan menuju taman belakang.
"Ini gara-gara Evan, aku jadi kehilangan akal sehat ku! " keluhan Airin lagi. Dan kemudian ia pun memutuskan untuk tetap berada disana karena tidak tau apa yang harus ia lakukan. Tidak mungkin untuk kembali kekamar karena pasti Evan akan menggodanya lagi.
Sementara ditempat lain, Cleo berjalan masuk kedalam rumah mewah milik keluarga nya. Dimana keluarga besarnya sudah berkumpul disana termasuk juga Pandu. Dengan raut wajah kesal Cleo menghampiri Pandu bahkan tidak menyapa terlebih dahulu kerabatnya yang berada disana. Bahkan sebagian besar diantara mereka menatap heran dengan kedatangan Cleo yang terlihat berbeda.
Pasalnya tadi Pandu sudah mengatakan jika Cleo sedikit terlambat karena ia akan datang bersama dengan kekasihnya dan akan mengenalkan kekasih putrinya itu kepada kerabatnya.
Namun kenyataan berbeda dari yang diharapkan. Cleo datang sendiri tanpa adanya Evan disampingnya.
"Dimana Evan? " Pandu menarik tangan Cleo putrinya itu menjauh dari keramaian. Dan setelah merasa cukup jauh baru lah ia menatap Cleo menanti jawaban darinya.
"Dia tidak bisa datang! " Ucap Cleo singat.
__ADS_1
"Hei... Katakan apa yang sebenarnya terjadi! " suruh Pandu tidak percaya dengan begitu saja atas alasan yang diberikan oleh Cleo. Karena ia tau betul jika sesuatu sudah terjadi.
"Apa lagi sih pah? "
"Apa alasannya Evan tidak bisa datang ha? " selidik Pandu tidak ingin percaya begitu saja.
"Pah, Evan sungguh keterlaluan? dia tidak mau pergi dengan ku malah menyuruh asisten sialan itu untuk mengantarkan ku! dan lebih parah lagi asisten tidak tau diri itu meninggalkan ku dijalanan sendirian. " Jelas Cleo membuat Pandu ikut marah dengan penjelasan dari putrinya itu.
"Sial! kenapa jadi berantakan seperti ini? " Kesal Pandu.
"Seharusnya papa yang bicara langsung kepada Evan dan membujuknya untuk datang kemari! " Cleo menyalahkan Pandu atas penolakan dari Evan.
"Begitu saja kau tidak bisa! " Balas Pandu tidak ingin dipersalahkan.
Cleo yang tadinya ingin membalas ucapannya tidak jadi angkat bicara karena salah satu saudara sepupu Cleo datang menghampiri keduanya.
"Hai Cleo... Tadi aku dengar kau akan datang bersama dengan kekasih mu, dimana dia? " tanya saudara sepupunya itu sambil melihat kesana kemari seolah sedang mencari seseorang.
Cleo yang sedang kesal berusaha menahan emosinya dengan pertanyaan dari wanita yang selalu membuatnya kesal. Dengan terpaksa Cleo pun menarik sudut bibirnya tipis untuk memberi senyum kepada sepupunya itu.
"Dia tidak jadi datang karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. " Ucap Cleo memberi alasan.
"Ya ampun, jam segini tapi masih saja sibuk? aku jadi penasaran dengan kekasih mu itu. Apa dia pengusaha kaya raya? " tanya wanita yang bernama Ros itu penuh dengan selidik.
"Ya, tentunya seperti itu. Apa kau tidak tau aku? mana mungkin aku mau menjadi kekasih orang tanpa melihat statusnya. " Ucap Cleo dengan sombongnya.
"Ya kau benar! aku hampir melupakan itu. "
__ADS_1
"Kalau tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan, silahkan aku masih ada urusan dengan papa! " Ucap Cleo membuat Ros kesal dan segera pergi dari tempat itu.
"Pah? " Cleo bingung karena menyadari jika Pandu tidak lagi berada ditempatnya.