Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Pakaikan


__ADS_3

" Pakaikan." Jawab tuan Richard.


Dokter Rebecca dengan patuh dan memakaikan pakaian ke tubuh tuan Richard. Kini tuan Richard sudah memakai pakaian santai.


" Oh iya honey, aku pulang ke rumah ayahku dulu ya?" Pinta dokter Rebecca.


" Untuk apa pulang?" Tanya tuan Richard karena dirinya takut jika dokter Rebecca disakiti oleh keluarganya.


Mau ambil barang - barangku yang tertinggal di rumah ayahku." jawab dokter Rebecca.


" Bukankah semua pakaian dan barang - barang yang kamu butuhkan sudah aku belikan?" Tanya tuan Richard.


" Memang benar tapi ada beberapa barang seperti foto - foto masa kecilku." jawab dokter Rebecca menjelaskan.


" Pergilah tapi di antar oleh asisten ku karena aku tidak ingin kamu kabur." Jawab tuan Richard berbohong tanpa menyadari kalau itu melukai hatinya.


" Baiklah aku akan bersiap - siap untuk pergi." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum walau dirinya sangat terluka dengan perkataannya.


cup


" Terima kasih honey." Ucap dokter Rebecca sambil mengecup pipi tuan Richard tanpa ada rasa jijik sedikitpun.


Dokter Rebecca langsung membalikkan badannya dan berjalan keluar menuju ke kamarnya sedangkan tuan Richard tersenyum melihat tingkah calon istrinya yang sangat menggemaskan.


( ' Aku berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk suamiku tuan Richard dan aku sangat berharap suamiku tidak menceraikan aku.' Ucap dokter Rebecca dalam hati ).


Dokter Rebecca tiba - tiba teringat masa lalu yang sangat menyakitkan hatinya di mana dirinya sering di pukul dan di hina oleh ayah kandungnya dan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Setelah selesai menghilangkan rasa sesaknya dokter Rebecca masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Kini dokter Rebecca sudah memakai dres dan memakai bedak dan lipstik yang sudah disiapkan oleh asisten Rey di meja riasnya.


Dokter Rebecca berjalan keluar dari kamarnya menuruni anak tangga menuju ke arah dapur untuk memasak khusus tuan Richard sebagai ungkapan terima kasih karena baik terhadap dirinya.


" Maaf nona, nona sedang memasak?" tanya asisten Rey.


" Iya aku ingin memasak untuk ho... eh maksudku untuk tuan Richard. Apakah kak Ret juga mau makan masakan buatanku?" Tawar dokter Rebecca sambil membuka kulkas dan mengeluarkan bahan - bahan yang akan di masak.


" Boleh." Jawab asisten Rey singkat.


" Kak Rey suka apa?" Tanya dokter Rebecca.


" Apa saja suka, maaf nona tuan Richard apakah ada di kamarnya?" tanya asisten Rey.


" Ada kak." Jawab dokter Rebecca.


" Baik kak." Jawab dokter Rebecca.


" Asisten Rey membalikkan badannya kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju ke tempat kamar tuan Richard sedangkan dokter Rebecca sedang sibuk memasak.


tok


tok.


tok


" Masuk." Jawab tuan Richard.

__ADS_1


" Selamat sore tuan." sapa asisten Rey.


" Hmm... Bagaimana pekerjaan kantor?" Tanya tuan Richard.


" Baik - baik saja tuan, hanya saja sekretaris tuan berencana akan menikah dan langsung keluar kerja karena calon suaminya memintanya untuk merawat orang tua yang lumpuh akibat kecelakaan seminggu yang lalu." jawab asisten Rey.


" Kapan dia keluar?" Tanya tuan Richard


" Dua minggu lagi tuan." Jawab asisten Rey.


" Carilah pengganti secepatnya." perintah tuan Richard.


" Masalahnya Tuan banyak dokumen yang menumpuk dan sekretaris tersebut baru mengerjakan seperempatnya belum lagi ditambah besok dan besoknya lagi, lagi pula membuat lowongan kerja membutuhkan waktu untuk tes dan wawancara." Ucap asisten Rey.


" Sudahlah jangan dipikirkan aku sudah ada jalan keluarnya." Jawab tuan Richard.


" Baik tuan." Jawab asisten Rey patuh.


" Kamu lihat dokter Rebecca?" tanya tuan Richard.


" Ada di dapur tuan?" jawab asisten Rey


" Dapur?... Ngapain di dapur?" Tanya tuan Richard.


" Masak tuan,'' jawab asisten Rey ( " Masa nyuci baju." sambungnya dalam hati ).


" Aku tahu apa yang kamu katakan di dalam hatimu." Ucap tuan Richard sambil menatap tajam ke arah asisten Rey.

__ADS_1


" Maaf tuan." Jawab asisten Rey.


__ADS_2