
" Baik." Jawab dokter Rebecca singkat.
Dokter Rebecca berjalan mengikuti langkah suaminya dari arah belakang dan sepanjang menaiki anak tangga mereka saling diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga tuan Richard membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam dokter Rebecca tetap mengikutinya dari arah belakang tanpa bicara sedikitpun.
ceklek
Tuan Richard membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk menyikat gigi dan membasuh wajahnya setelah selesai tuan Richard keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di ranjang tanpa memperdulikan keberadaan dokter Rebecca sedangkan dokter Rebecca setelah suaminya keluar dari kamar mandi dokter Rebecca berjalan ke arah mandi untuk menyikat gigi kemudian membasuh wajahnya.
ceklek
Dokter Rebecca keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sudah tertidur dengan pulas, dokter Rebecca hanya menatapnya dengan berkaca - kaca membuat dokter Rebecca berjalan ke arah balkon kemudian membuka pintu balkon dan menutupnya agar angin malam dari luar tidak masuk ke dalam kamar mereka.
Dokter Rebecca duduk di sofa yang berada di balkon dan menatap langit-langit dan melihat bintang-bintang bertaburan dan bulan purnama membuat dokter Rebecca betah melihatnya.
" Seandainya aku jadi salah satu bintang alangkah senangnya hatiku bisa menerangi bumi." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum tapi wajahnya tersirat akan kesedihan.
" Aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga besok pagi operasi wajah suamiku berhasil dan jika seandainya suamiku tidak membutuhkan aku lagi karena sudah menemukan pengganti ku di saat itulah aku pergi dari kehidupan suamiku." Sambung dokter Rebecca
Kesedihan dokter Rebecca yang melihat sikap dingin suaminya yang tiba - tiba membuat dokter Rebecca sangat terluka dan berpikiran negatif hingga air matanya yang ditahannya akhirnya keluar.
tes
tes
__ADS_1
tes
Air mata dokter Rebecca tidak berhenti menetes agar rasa sesak di hatinya merasa lega dan karena lelah dokter Rebecca merebahkan tubuhnya dan tertidur di sofa balkon tanpa memperdulikan rasa dingin yang menyiksa tubuhnya karena hatinya sangat terluka.
Sedangkan tuan Richard yang sudah tertidur pulas tiba - tiba tangan kanannya mengarah ke sebelah ranjang di mana dokter Rebecca biasanya berbaring di sampingnya tapi tuan Richard tidak merasakan tubuh dokter Rebecca membuat tuan Richard mencari dokter Rebecca dengan cara meraba - raba ranjangnya tapi tetap tidak ada membuat tuan Richard terpaksa membuka matanya.
" Kemana istriku?" Tanya tuan Richard.
" Mommy." Panggil tuan Richard
hening
hening
" Kebetulan aku juga haus, aku akan turun ke bawah." Ucap tuan Richard.
Tuan Richard menuruni anak tangga ke lantai satu sambil membawa gelas kosong, sampai di lantai satu tuan Richard mengambil air minum di kulkas karena dirinya ingin meminum air dingin.
" Rebecca juga tidak ada, kemana istriku pergi?" Tanya tuan Richard dengan suara pelan.
Tuan Richard menaiki anak tangga kembali menuju ke arah kamarnya dan tidak melihat dokter Rebecca berada di kamarnya membuat tuan Richard hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian tuan Richard berjalan ke arah kamar mandi namun tidak ada membuat tuan Tuan Richard memanggil kembali.
" Rebecca." Panggil tuan Richard.
__ADS_1
hening
hening
" Kemana istriku? sudahlah lebih baik aku tidur saja." Ucap tuan Richard sambil berbaring di ranjang tanpa memperdulikan keberadaan dokter Rebecca karena tuan Richard sangat yakin kalau Rebecca tidak mungkin pergi dari mansion nya terlebih ini sudah larut malam.
Tuan Richard memejamkan matanya tapi dirinya tidak bisa tidur tanpa memeluk istrinya membuat tuan Richard membuka matanya kembali dan duduk di ranjangnya.
" Kemana dia pergi? Coba aku lihat di balkon? tapi apa mungkin di balkon? tapi coba sajalah." Ucap tuan Richard penasaran.
Tuan Richard berjalan ke arah balkon dan membuka pintu balkon tersebut.
" Perasaan sudah aku kunci tapi kenapa sekarang tidak terkunci?" Tanya tuan Richard dengan nada bingung.
Tuan Richard masuk ke dalam balkon dan melihat dokter Rebecca sedang tertidur sambil memeluk tubuhnya sendiri dan melihat mata istrinya sembab.
" Kenapa istriku menangis lagi? Sudahlah aku gendong saja nanti sakit." Ucap tuan Richard.
Tuan Richard menggendong tubuh dokter Rebecca yang sudah dingin karena cuaca malam yang lumayan dingin menuju ke ranjang mereka dan dengan hati - hati tuan Richard menurunkan tubuh dokter Rebecca ke ranjang dengan selimut tebal kemudian tuan Richard membalikkan badannya dan berjalan ke arah balkon untuk menutup pintu balkon dan menguncinya.
Tuan Richard berjalan ke arah ranjang dan masuk ke dalam selimut bertepatan dokter Rebecca memeluk tubuh tuan Richard dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya dan tuan Richard membalas pelukan dokter Rebecca sambil memejamkan matanya.
" Aku mohon, jangan marah dan mendiamkan aku hiks... hiks... hiks," gumam dokter Rebecca sambil terisak.
__ADS_1