
" Tidak, aku hanya minta honey jangan terlambat makan dan jaga kesehatan, hanya itu yang aku pinta." jawab dokter Rebecca
" Biasanya wanita jika ditawari langsung setuju tanpa perlu berfikir untuk ke dua kalinya tapi kenapa kamu tidak?" tanya tuan Richard sambil menaikkan salah satu alis matanya.
" Aku bukan wanita seperti di luaran sana, apakah honey menyetujui permintaanku?" tanya dokter Rebecca
" Aku menyetujui permintaanmu," jawab tuan Richard.
" Terima kasih honey, jaga diri honey baik - baik," ucap dokter Rebecca.
" Kamu berbicara seperti itu seperti akan pergi jauh," ucap tuan Richard.
" Kita tidak akan pernah tahu kapan kita hidup dan kapan kita meninggal dan mungkin saja setelah ini aku benar - benar pergi meninggalkan dunia ini," jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.
" Rebecca!!!" bentak tuan Richard yang tidak suka dengan perkataan dokter Rebecca.
" Maaf, aku ingin berangkat kerja dulu," jawab dokter Rebecca.
__ADS_1
" Sebelum pergi ke perusahaan kamu masak nasi goreng seafood dulu karena kita makan bersama," perintah tuan Richard.
" Ok," jawab dokter Rebecca singkat tanpa berani membantah.
Tanpa ada rasa jijik dokter Rebecca mencium pipi suaminya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu meninggalkan suaminya sendirian di kamarnya.
" Kenapa hatiku sangat sakit ketika Rebecca mengatakan itu? Kenapa aku semakin haru semakin mesum bila dekat dengan istriku? Aku sangat heran ketika dulu bersama wanita ular itu jantungku biasa saja aku tidak se mesum ini. Akhhhhh... Rebecca kenapa belum ada seminggu kita hidup bersama kamu berhasil mengobrak abrik hatiku yang sudah lama membeku, sungguh aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu." Ucap tuan Richard sambil mengusap wajahnya yang kasar.
Tuan Richard yang tidak ingin memikirkan dokter Rebecca terus membuat tuan Richard mengambil ponselnya untuk melihat email di mana asisten setianya selalu melaporkan pekerjaannya sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan dokter Rebecca menuruni anak tangga menuju ke arah dapur dan seorang kepala pelayan datang menemui dokter Rebecca.
" Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya kepala pelayan.
" Tuan Richard memang menyukai masakan nasi goreng seafood." Ucap kepala pelayan.
" Oh iya apa lagi yang tuan Richard suka?" Tanya dokter Rebecca
Dokter Rebecca membuka pintu kulkas dan mengambil bahan - bahan yang dibutuhkan kemudian meletakkan di meja dapur untuk di olah.
__ADS_1
" Tuan Richard bukan tipe pemilih makanan tapi yang paling suka yang tadi saya sebutkan." jawab kepala pelayan sambil tersenyum.
Dokter Rebecca hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sambil berusaha menghilangkan rasa pusing di kepalanya.
" Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya kepala pelayan.
" Tidak terima kasih." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum manis.
" Baik nyonya dan maafkan saya, saya tinggalkan nyonya di dapur." Ucap kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya tanda hormat dan pergi meninggalkan dokter Rebecca sendirian.
" Tidak apa - apa santai saja." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum manis kembali.
Dokter Rebecca membuat sarapan pagi dan hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit masakannya sudah jadi kemudian dokter Rebecca membawanya ke kamar dengan menggunakan nampan beserta dua gelas air mineral.
ceklek
Dokter Rebecca melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi dengan membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang masih agak basah hal itu membuat dokter Rebecca meletakkan nampannya di meja dekat sofa.
__ADS_1
" Honey, mau aku bantu mengeringkan rambut?" Tanya dokter Rebecca sambil mendorong kursi roda ke arah meja rias.