Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Maaf


__ADS_3

" Maaf nyonya, biar kami yang membeli makanan yang lainnya," ucap asisten Rey


" Tapi aku ingin kita makannya sama tidak ada yang beda," ucap dokter Rebecca.


" Baiklah nyonya, saya akan memesankan pesanan nyonya." Jawab asisten Rey.


" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat sambil melanjutkan pekerjaannya.


Asisten Rey berjalan meninggalkan ruangan kerja milik tuan Richard sedangkan Karen melanjutkan pekerjaannya hingga setengah jam kemudian asisten Rey mengetuk ruangan milik tuan Richard setelah diperintahkan masuk asisten Rey membuka pintu ruangan tersebut kemudian berjalan ke arah dokter Rebecca.


" Kak Rey, ajak Ririn ke sini kita makan bersama." Ajak dokter Rebecca.


" Tapi nyonya..." Ucapan asisten Rey terpotong oleh dokter Rebecca


" Aku tidak suka penolakan." jawab dokter Rebecca.


" Baiklah nyonya." Jawab asisten Rey pasrah


" Hmm... satu lagi aku tidak tahu nomer ponsel suamiku bisakah aku memintanya?" Tanya dokter Rebecca penuh harap.


" Boleh nyonya." Jawab asisten Rey


Asisten Rey menyebutkan nomer ponsel tuan Richard sedangkan dokter Rebecca mengetik nomer ponsel milik tuan Richard di ponselnya.


" Terima kasih kak." jawab dokter Rebecca sambil menekan tombol untuk menghubungi suaminya dan panggilan pertama langsung di angkat oleh suaminya.


" Sama - sama nyonya," jawab asisten Rey sambil keluar dari ruangan tersebut.


( " Suamiku yang sangat tampan sudah makan belum?" Tanya dokter Rebecca dengan nada lembut ).


( " Belum, memang kenapa?" Tanya tuan Richard sambil tersenyum bahagia karena diperhatikan oleh istrinya ).


( " Waktunya makan siang, makan yang banyak ya daddy." Pinta dokter Rebecca dengan nada manja ) .


( " Rasanya kurang enak kalau mommy tidak ada di sebelah daddy." jawab tuan Richard sambil menyentuh wajah dokter Rebecca dari laptopnya.


tut tut tut tut tut


Dokter Rebecca langsung menutup ponselnya secara sepihak membuat tuan Richard agak kesal.


" Aish nyebelin banget." Ucap tuan Richard dengan nada kesal.


Tidak berapa lama ponselnya berdering sekali tanda ada pesan masuk karena penasaran tuan Richard membuka pesan tersebut dan ternyata dokter Rebecca mengirim foto dirinya sedang tersenyum manis dan di bawahnya tertulis : Anggap saja istrimu berada di sampingmu agar rasa makanannya terasa enakπŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹. I Love My Husband. Muach 😘😘😘😘


Tuan Richard yang wajahnya suram kini berubah berseri - seri dan tertawa melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.


" Aku sangat bahagia kenal denganmu, terima kasih kehadiranmu sangat berarti untukku." Ucap tuan Richard.


Tidak berapa lama ponselnya berdering kembali dan tuan Richard melihat dokter Rebecca menghubungi dirinya membuat tuan Richard langsung menggeser tombol berwarna hijau dan ditempelkan di telinganya.

__ADS_1


" Hallo mommy." Panggil tuan Richard


" Hallo daddy, daddy sudah lihat fotoku kan?" Tanya dokter Rebecca


" Sudah." Jawab tuan Richard dengan nada singkat


" Anggap saja mommy menemani daddy makan siang." Ucap dokter Rebecca


" Ok, mommy makan yang banyak ya." Ucap tuan Richard.


" Daddy juga makan yang banyak buat tenaga nanti malam." Ucap dokter Rebecca menggoda suaminya.


" Kamu nakal ya." Ucap tuan Richard sambil tersenyum bahagia dengan kelakuan istrinya.


" Tidak apa - apa nakal sama suami tidak masalah bukan?" tanya dokter Rebecca sambil tersenyum


" Tidak masalah, cukup sama daddy nakalnya dan daddy akan bikin mommy tidak bisa bangun." ancam tuan Richard


" Silahkan dad karena mommyΒ  tidak akan pernah takut dengan ancaman daddy" bisik dokter Rebecca dengan wajah merona merah


" Sudah ah... adik kecilku jadi tegang." Ucap tuan Richard yang merasakan tombak saktinya mulai menegang.


" Pffftttt... hahahaha.." Tawa dokter Rebecca pecah


" Rebecca!!!" ucap tuan Richard dengan nada kesal


tut tut tut tut tut tut


Ponsel dimatikan secara sepihak oleh tuan Richard membuat dokter Rebecca tertawa kembali sedangkan tuan Richard yang melihat dokter Rebecca menertawakan dirinya ikut tertawa.


Kini setengah hatinya sudah diserahkan ke dokter Rebecca dan tinggal setengah lagi untuk meyakinkan dirinya untuk lebih mencintai istrinya.


ceklek


Asisten Rey membuka pintu kemudian masuk bersama dengan Ririn, mereka duduk berdampingan berhadapan dengan Karen. Karen memakan makanan dengan lahap bersama asisten Rey dan Lina. Tidak ada satupun yang bicara hingga tidak berapa lama semua makanan yang berada di meja habis tanpa sisa.


" Aduh nyonya, jangan sering mengajakku makan seperti ini." Ucap asisten Rey sambil bersandar di kursi sofa.


" Benar kata tuan Rey, perutku sangat kenyang nyonya dan maaf nyonya saya numpang duduk dulu ya." Ucap Ririn sambil ikut bersandar dan mengusap perutnya yang agak buncit karena kebanyakan makan.


" Memang kenapa kak Rey?" Tanya dokter Rebecca


" Seperti kata Ririn perutku sangat kenyang bikin badanku jadi gendut dan maaf nyonya saya juga ikut numpang duduk dulu ya." Ucap asisten Rey.


" Silahkan kak Rey dan Ririn beristirahat di sofa dan mengenai perut gendut kak Rey bisa berolahraga agar badannya langsing lagi." Ucap dokter Rebecca sambil menahan tawa.


Asisten Rey dan Ririn hanya diam untuk menurunkan makanan yang tadi di makannya sambil memejamkan matanya setelah setengah jam istirahat mereka kembali ke tempat semula asisten Rey melanjutkan pekerjaannya sedangkan Ririn berjaga - jaga di luar pintu CEO.


Tidak terasa waktu menunjukkan pukul tiga siang dan pekerjaan dokter Rebecca dan asisten Rey sudah selesai berkat bantuan dokter Rebecca.

__ADS_1


tok


tok


tok


" Masuk." Panggil dokter Rebecca


ceklek


Asisten Rey membuka pintu ruangan CEO kemudian berjalan mendekati dokter Rebecca.


" Nyonya apakah pekerjaannya sudah selesai?" tanya asisten Rey.


" Sudah kak." jawab dokter Rebecca


" Kalau begitu kita pulang saja nona, kebetulan pekerjaanku juga sudah selesai. Terima kasih nyonya sudah membantu tugasku." Ucap Asisten Rey dengan nada tulus


" Sama - sama kak." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum


" Baik, kita pulang sekarang saja." sambung dokter Rebecca sambil berdiri dan berjalan mendekati asisten Rey.


" Nyonya, adakah yang ingin di beli?" tanya Asisten Rey


" Tidak kak, aku ingin pulang saja." Jawab dokter Rebecca


" Baik nyonya." Jawab asisten Rey patuh.


Asisten Rey dan dokter Rebecca keluar dari ruangan CEO menuju ke parkiran mobil, sampai di parkiran mobil asisten Rey membuka kursi belakang pengemudi dan dokter Rebecca masuk ke dalam mobil dengan diikuti bodyguardnya yang duduk di samping pengemudi sedangkan asisten Rey duduk di kursi pengemudi.


Asisten Rey pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan tidak membutuhkan waktu kurang dari setengah jam merekapun sudah sampai di mansion milik tuan Richard.


Dokter Rebecca langsung membuka pintu mobil tanpa menunggu asisten Rey membuka pintu mobil belakang pengemudi kemudian dokter Rebecca berlari ke lantai dua menuju ke kamarnya di mana suaminya sedang berada di dalam kamar.


ceklek


Tuan Richard yang sedang menatap kaca balkon yang menembus pemandangan alam membuatnya sangat marah karena masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu kamarnya di tambah telah mengganggu dirinya yang sedang melamun memikirkan percakapan mesumnya dengan istrinya.


" Bukankah sudah aku bilang kalau membuka pintu ketuk dulu!!! Apakah kamu mau di pecat hah!!!" Bentak tuan Richard tanpa membalikkan badannya.


Dokter Rebecca hanya diam membeku mendengar bentakan suaminya dan tidak berapa lama air matanya mulai keluar karena hatinya sangat sakit suami yang sangat dicintainya membentak dirinya.


tes


tes


tes


" Maaf." Ucap dokter Rebecca dengan nada lirih sambil membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah pintu kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2