
Hening
Hening
Hening
" Maaf honey, ada apa honey datang ke sini?" Tanya dokter Rebecca
Tuan Richard menatap curiga ke arah dokter Rebecca membuat dokter Rebecca memalingkan wajahnya.
" Kenapa kamu mengulangi perkataan yang tadi? Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya tuan Richard.
" Tidak ada yang aku sembunyikan memang apa yang mesti aku sembunyikan?" Tanya dokter Rebecca sambil mengerutkan keningnya sambil menatap tuan Richard.
" Aku juga tidak tahu karena yang tahu hanya kamu sendiri yang tahu." Jawab tuan Richard.
hening
hening
hening
" Kenapa diam? Benar bukan kataku?" tanya tuan Richard sambil memandang dokter Rebecca dengan wajah sinis.
__ADS_1
" Tidak ada, mungkin hanya perasaan honey. Honey di luar agak dingin kita ke dalam saja." Ucap dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan.
Tuan Richard hanya diam sedangkan dokter Rebecca tanpa sengaja melihat ada sinar berwarna merah yang berada di dada tuan Richard membuat dokter Rebecca menutupi tubuh tuan Richard dengan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.
Jleb
Dokter Rebecca merasakan punggungnya sangat sakit dan dokter Rebecca tahu kalau dirinya terkena luka tembak tapi dokter Rebecca berusaha menahannya.
Dokter Rebecca mendorong kursi rodanya dengan cepat sambil menatap tubuh tuan Richard jika ada sinar merah. Dokter Rebecca menutup pintu balkon kemudian menyandarkan punggungnya ke arah pintu.
" Bagaimana kaki honey apakah masih sakit?" Tanya dokter Rebecca sambil berusaha tersenyum.
" Kamu meledekku?" tanya tuan Richard sambil menatap tajam ke arah dokter Rebecca.
" Maksud honey?" Tanya dokter Rebecca tidak mengerti.
" Maafkan aku lupa, mau aku ganti perban yang baru?" tanya dokter Rebecca mengalihkan pembicaraan agar tuan Richard tidak marah dan menatapnya dengan sinis.
Tanpa menjawab ucapan dokter Rebecca, tuan Richard pergi meninggalkan dokter Rebecca di kamarnya tanpa mengetahui kalau dokter Rebecca terkena luka tembak.
Sepeninggal tuan Richard, dokter Rebecca berbaring di ranjang sambil memejamkan matanya dan menahan rasa sakit.
" Hiks .... Hiks... Hiks... Tidak ada orang yang tulus mencintaiku... Ayah kandungku membenciku begitu pula dengan calon suamiku. Ibu... Aku sangat lelah aku ingin ikut ibu." ucap dokter Rebecca.
__ADS_1
Perlahan kesadarannya mulai berkurang dan tidak berapa lama dokter Rebecca tidak sadarkan diri antara hidup atau ma ti tanpa di ketahui oleh siapapun.
Setengah Jam Kemudian
Entah kenapa perasaan tuan Richard tidak enak membuat tuan Richard memerintahkan kursi rodanya ke arah kamar dokter Rebecca kemudian membuka kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan melihat dokter Rebecca sedangkan memejamkan matanya.
" Huh... orang yang aku kuatir kan malah tidur," gerutu tuan Richard sambil berjalan ke arah ranjang.
Tanpa sengaja mata elangnya melihat seprai berwarna putih ada bercak darah kemudian matanya menatap ke arah lantai di mana ada tetesan darah pada lantai membuat matanya membulat sempurna.
" Rebecca!!" Teriak tuan Richard
Hening
Hening
" Rebecca!!!" Teriak tuan Richard kembali
Ceklek
Asisten Rey yang hendak berjalan ke kamar tuan Richard tidak sengaja mendengar teriakan tuan Richard dari kamar dokter Rebecca membuat asisten Rey masuk ke dalam kamar dokter Rebecca tanpa mengetuk pintu.
" Ada apa tuan?" tanya asisten Rey
__ADS_1
" Rey, cek calon istriku." perintah tuan Richard dengan wajah pucat.
" Baik tuan," jawab asisten Rey.