Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh

Menikahi CEO Cacat Dan Lumpuh
Bahasa Mandarin


__ADS_3

Tuan Richard kembali ke kamarnya dengan dibantu oleh kepala pelayan sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di perusahaan milik tuan Richard. Dokter Rebecca dan asisten Rey sudah sampai di kantor milik tuan Richard.


Banyak pegawai kantor menatap dokter Rebecca terlebih para wanita menatapnya dengan perasaan iri hati karena pasalnya baru kali ini asisten Rey sekaligus tangan kanan tuan Richard membawa seorang gadis ke kantor.


Asisten Rey menekan tombol lift di mana ruang CEO berada tanpa memperdulikan mereka hanya dokter Rebecca tersenyum walau balasannya di tatap tajam oleh para pegawai tuan Richard.


Ting


Dokter Rebecca dan asisten Rey masuk ke dalam pintu lift khusus petinggi membuat para wanita semakin bertambah iri hati terhadap dokter Rebecca.


Ting


Pintu lift terbuka mereka pun keluar dari pintu lift dan berjalan ke ruang CEO.


" Nyonya silahkan masuk dan duduk di kursi milik tuan Richard." Ucap asisten Rey mempersilahkan dokter Rebecca masuk.


" Maaf aku tidak pantas duduk di kursi kebesaran suamiku." Tolak dokter Rebecca.


" Nyonya kan istrinya jadi sudah sepantasnya duduk di kursi kebesaran tuan Richard." Ucap asisten Rey.


( " Nyonya Rebecca memang berbeda dengan wanita lainnya biasanya tanpa di minta langsung duduk di kursi kebesaran milik tuan Richard seperti wanita ular itu," sambung asisten Rey dalam hati ).


" Hmmm... baiklah, mana dokumennya?" Tanya dokter Rebecca pasrah


" Sebentar nyonya saya akan ambilkan dokumennya." jawab asisten Rey


" Ok." Jawab dokter Rebecca singkat


Asisten Rey keluar dari ruangan CEO sedangkan dokter Rebecca berjalan mengelilingi ruangan suaminya dan tanpa sengaja melihat foto suaminya bersama wanita lain membuat dokter Rebecca mengambil pigura tersebut dan menatapnya dengan tatapan sendu.


" Kenapa aku sangat sedih seperti ini ya? suamiku sangat tampan dan wanita ini juga sangat cantik, sadar kamu Rebecca jangan banyak berharap lebih karena kamu hanya menikah sementara setelah kamu melahirkan anak maka kamu akan di buang seperti sampah. Seperti apa yang dikatakan oleh ayah kandungku kalau aku ini hanyalah sampah yang tidak berguna." Ucap dokter Rebecca dengan mata berkaca - kaca.


" Aku hanya berharap semoga orang yang aku cintai selalu bahagia walau hatiku akan sangat sakit dan terluka." sambung dokter Rebecca.


Dokter Rebecca tanpa sadar air matanya keluar dan langsung buru - buru dihapusnya dengan kasar kemudian dokter Rebecca meletakkan kembali pigura tersebut dan berjalan keliling karena lelah dokter Rebecca duduk di kursi kebesaran milik suaminya sambil menunggu kedatangan asisten Rey.


( " Tubuhku sangat lelah dan tidak bertenaga karena suamiku meminta hubungan suami istri lagi dan lagi, aku tidak bisa menolaknya karena aku sangat mencintainya hingga suamiku memintaku untuk pergi maka aku akan pergi dari kehidupannya," ucap dokter Rebecca dalam hati sambil kepalanya bersandar di meja dan memejamkan matanya ).


tok


tok

__ADS_1


tok


" Masuk." jawab dokter Rebecca sambil duduk dengan tegak


ceklek


Asisten Rey membuka pintu dan diikuti oleh seorang wanita sambil menatap tajam ke arah dokter Rebecca karena duduk di kursi kebesaran tuan Richard.


" Tuan Rey siapa wanita itu? Kenapa duduk di kursi CEO?" Tanya wanita itu dengan mata masih menatap tajam ke arah dokter Rebecca.


" Jaga ucapan nona, dia adalah nyonya Richard pemilik perusahaan ini." Ucap asisten Rey menjelaskan dengan nada setengah oktaf.


" Apa?? Tuan Rey jangan bercanda pasti wanita itu hanya ingin hartanya saja, buktinya duduk di kursi kebesaran milik suaminya tanpa mau mengurus suaminya." Ucap wanita itu sambil menatap dokter Rebecca dengan tatapan sinis.


" Apakah wajahku sedang terlihat lucu? Sekali lagi bicara sembarangan jangan harap nona bisa bekerja di perusahaan milik tuan Richard maupun di perusahaan lainnya." Ancam asisten Rey.


" Baik, maafkan saya tuan Rey." Jawab wanita itu sambil menahan amarahnya kemudian meletakkan semua dokumen ke meja milik tuan Richard.


" Pergilah." Usir asisten Rey.


" Baik tuan." Jawab wanita itu.


Wanita itu melirik sinis ke arah dokter Rebecca dan pergi meninggalkan mereka berdua dengan perasaan iri hati terhadap keberuntungan dokter Rebecca.


" Tidak apa - apa santai saja, apakah ini yang harus aku kerjakan?" Tanya dokter Rebecca sambil menunjuk tumpukkan dokumen.


" Iya nyonya, kalau bisa hari ini harus diselesaikan karena besok dokumennya akan digunakan dan maaf saya tidak bisa bantu karena saya juga banyak dokumen yang mesti saya kerjakan. Kalau ada apa-apa nona tinggal menekan tombol angka dua pada saluran telepon dan saya akan datang." Ucap asisten Rey menjelaskan ke dokter Rebecca.


" Baik saya akan mengingatnya." Ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.


Asisten Rey hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan dokter Rebecca sendirian. Dokter Rebecca dengan serius mengerjakan dokumen tersebut dan tanpa diketahui oleh dokter Rebecca sepasang mata melihat dari awal dokter Rebecca masuk ke kantor hingga apa yang dilakukan sekarang siapa lagi kalau bukan tuan Richard suami dokter Rebecca.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Entah kenapa semenjak kepergian dokter Rebecca tuan Richard sangat merindukan dokter Rebecca dan ingin melihat apa yang dilakukan oleh dokter Rebecca karena itulah tuan Richard membuka laptopnya untuk melihat segala aktifitas dokter Rebecca dari awal datang  lewat rekaman cctv yang terhubung langsung dengan laptopnya.


Dari awal masuk perusahaan miliknya tuan Richard melihat tatapan sinis dan iri hati dari pegawai kantornya membuat tuan Richard marah dan langsung menghubungi asisten Rey untuk memberikan peringatan ke pegawainya untuk tidak menyakiti dokter Rebecca.


Ketika dokter Rebecca menatap foto bersama mantan calon istrinya  dan mendengar ucapan dokter Rebecca membuat dirinya merasa bersalah membuat tuan Richard menghubungi kembali asisten Rey untuk membuang foto tersebut.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx

__ADS_1


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan kini sudah jam sebelas siang dokter Rebecca sudah selesai mengerjakan semuanya.


Dokter Rebecca pun mengangkat telepon kantor kemudian menekan tombol angka dua dan berbicara dengan asisten Rey setelah selesai berbicara dokter Rebecca menutup teleponnya dan sambil menunggu asisten Rey datang dokter Rebecca mengecek kembali dokumennya yang sudah di kerjakan nya.


tok


tok


tok


" Masuk." jawab dokter Rebecca


ceklek


Asisten Rey membuka pintu ruang CEO dan berjalan ke arah dokter Rebecca sambil membawa beberapa dokumen.


" Ada apa nyonya?" Tanya asisten Rey.


" Tidak ada apa - apa kak Rey hanya ingin memberitahukan kalau dokumennya sudah selesai." Jawab dokter Rebecca sambil menyerahkan beberapa dokumen tersebut ke arah asisten Rey.


" Benarkah? secepat itu?" Tanya asisten Rey tidak percaya sambil meletakan beberapa dokumen yang tadi di bawanya ke meja milik tuan Richard kemudian menerima dokumen tersebut.


Dokter Rebecca hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Coba saya cek dulu." Ucap asisten Rey


" Silahkan kak." Jawab dokter Rebecca


Asisten Rey duduk di kursi berhadapan dengan dokter Rebecca yang hanya di batasi oleh meja, asisten Rey membuka salah satu dokumen tersebut untuk di periksa dan ternyata memang benar dan tidak ada kesalahan pengetikan dan kata - katanya sesuai yang diinginkan begitu pula dengan dokumen yang ke dua, ke tiga dan seterusnya tidak ada satupun yang salah semuanya benar membuat asisten Rey sangat terkejut.


" Nyonya semuanya sudah benar, hmmm... maaf nyonya maukah di tambah lagi pekerjaannya?" Tanya asisten Rey sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Boleh kak." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.


" Terima kasih nyonya nanti saya kembali lagi membawa beberapa dokumen dan maaf semua dokumen ini akan saya ambil semuanya." Ucap asisten Rey.


" Ok." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.


" Eh tunggu itu dokumen yang tadi di bawa kak Rey, dokumen apa?" tanya dokter Rebecca ketika melihat asisten Rey membawa kembali dokumen yang tadi di bawanya.


" Oh ini dokumen dari klien yang agak sulit dikerjakan," ucap asisten Rey

__ADS_1


" Kenapa sulit?" tanya dokter Rebecca


" Menggunakan bahasa Mandarin, biasanya yang mengerjakan ini sekretaris tapi sayang sekretarisnya sudah keluar," jawab asisten Rey


__ADS_2