
" Sudah malam nanti pagi - pagi sekali kita baru pergi dari sini karena akupun tidak mau berlama - lama tinggal di sini," ucap wanita ke dua
" Lho kenapa?" tanya wanita itu dengan wajah bingung.
" Sebelumnya perkenalkan dulu namaku Elisabeth," ucap Elisabeth memperkenalkan diri.
" Namaku Erika," jawab Erika sambil membalas uluran tangannya.
" Jujur sudah seminggu aku di sini dan aku ingin bertemu dengan anakku," ucap Erika
" Memangnya kenapa dengan anakmu?" tanya Elisabeth dengan nada bingung.
Erika menceritakan dari awal hingga akhir dan tidak ada yang ditutup - tutupi begitu pula dengan Elisabeth hingga satu jam kemudian mereka istirahat karena hari sudah malam terlebih pagi - pagi sekali mereka barulah akan pergi dari tempat itu.
xxxxxxxxxxxxx
Dua Minggu Kemudian
Waktu berjalan dengan cepatnya hubungan pernikahan dokter Rebecca dengan tuan Richard semakin bertambah harmonis.
" Mommy hari ini daddy mau ke rumah sakit untuk konsultasi mengenai operasi wajahku karena dokternya baru bisa sekarang," ucap tuan Richard.
" Syukurlah mommy ikut senang," ucap dokter Rebecca sambil tersenyum.
" Daddy juga senang, apakah mommy mau menemani daddy ke rumah sakit?" Tanya tuan Richard.
" Tentu saja mommy mau menemani daddy, mommy bersiap dulu." Ucap dokter Rebecca.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit, dokter tersebut mengecek kondisi wajah tuan Richard, setelah setengah jam di periksa tuan Richard turun dari ranjang dengan di bantu oleh perawat dan istrinya dokter Rebecca kemudian mereka duduk bersebelahan.
" Hasil pemeriksaan pada wajah tuan sudah oke dan tinggal menunggu keputusan tuan kapan tuan siap untuk di operasi wajahnya." Ucap dokter tersebut.
" Bagaimana kalau besok?" Tanya tuan Richard penuh semangat.
" Baiklah, kalau begitu kami menunggu kedatangan tuan Richard jam sembilan pagi." Jawab dokter tersebut sambil tersenyum.
" Terima kasih dokter," Jawab dokter Rebecca karena tuan Richard hanya diam saja.
" Sama - sama nona." Jawab dokter tersebut.
__ADS_1
" Kalau begitu kami pamit pulang." Jawab dokter Rebecca.
" Silahkan nona dan terima kasih tuan dan nona atas kedatangannya." Ucap dokter tersebut sambil tersenyum manis.
Dokter Rebecca membalas dengan senyuman manis kemudian mendorong kursi roda untuk keluar dari ruangan tersebut sedangkan seorang perawat membuka pintu ruangan dokter dengan lebar agar dokter Rebecca bisa langsung keluar dari ruangan tersebut. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik tuan Richard.
" Rey, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, kita mengobrol di ruang kerjaku." Ucap tuan Richard.
" Baik tuan." Jawab asisten Rey
" Mommy, daddy ingin bicara dengan asisten Rey kalau mommy lelah istirahatlah di kamar." Ucap tuan Richard.
" Baik." Jawab dokter Rebecca singkat
Asisten Rey mendorong kursi roda tuan Richard menuju ke ruang kerja milik tuan Richard dan meninggalkan dokter Rebecca sendirian di ruang keluarga.
" Aku ingin merendam kakiku di kolam renang." Ucap dokter Rebecca yang belum merasakan lelah.
Dokter Rebecca berjalan ke kolam renang kemudian duduk di pinggir kolam renang sambil ke dua kakinya diturunkan ke kolam renang sambil memainkan ke dua kakinya di air kolam renang.
" Besok suamiku akan di operasi wajahnya dan kemungkinan kurang dari seminggu akan terlihat hasilnya, kalau wajahnya kembali tampan dan bisa berjalan kembali aku harus menyiapkan hatiku untuk terluka karena pasti banyak wanita yang suka padanya dan tidak perlu menunggu aku hamil atau melahirkan aku pasti sudah ditendang oleh suamiku." Ucap dokter Rebecca dengan nada lirih sambil memandangi langit.
" Sadarlah Rebecca kamu hanyalah budak yang di beli oleh suamimu dan jangan terlalu berharap untuk mendapatkan cintanya. Suamimu baik padamu karena suamimu hanya menginginkan seorang keturunan darimu karena suamimu cacat tapi karena sebentar lagi bisa berjalan dan wajahnya kembali tampan maka bersiaplah untuk di tendang." Sambung dokter Rebecca.
byur
" Akhhhhh... to..." ucapan dokter Rebecca terpotong karena tubuhnya masuk ke dalam air kolam dan tidak berapa lama tubuhnya kembali muncul dari dalam air kolam renang.
Dokter Rebecca yang tidak bisa berenang berusaha menggapai ke tepian tapi tidak bisa malah tubuhnya seperti tertarik kembali dalam air yang paling dalam kemudian muncul kembali ke permukaan.
" Tolong... aku tidak bisa berenang to..." Ucapan dokter Rebecca kembali terputus karena tubuhnya di tarik kembali secara berulang-ulang membuat tubuhnya semakin melemah dan tenggelam di dalam kolam renang yang paling dalam.
( " Ibu, aku sangat merindukanmu tunggu aku ibu, kak Richard semoga kak Richard menemukan wanita yang lebih baik dariku," ucap dokter Rebecca dalam hati ).
Sebelum memejamkan matanya dokter Rebecca melihat wajah suaminya berenang ke arah dirinya dan menarik dirinya ke atas kemudian tuan Richard membaringkan tubuh istrinya ke lantai barulah tuan Richard naik ke atas sambil membelai wajah istrinya dengan lembut.
" Mommy." panggil tuan Richard dengan wajah cemas.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxxx
__ADS_1
Tuan Richard ingin mengejutkan istrinya tapi sayang istrinya malah benar - benar terkejut dan masuk ke dalam kolam renang hal itu membuat tuan Richard yang melihat istrinya jatuh ke kolam renang membuat dirinya berusaha untuk bangun dari kursi rodanya dan melangkahkan kakinya secara perlahan menuju ke kolam renang.
Tuan Richard beberapa kali sempat terjatuh tapi tuan Richard tidak memperdulikan rasa sakit pada kakinya maupun pada tubuhnya karena nyawa istrinya dalam bahaya.
byur
Tuan Richard masuk ke dalam kolam renang, matanya melihat tubuh dokter Rebecca perlahan tenggelam ke dalam kolam dasar sambil menatap mata tuan Richard dan tidak berapa lama dokter Rebecca memejamkan matanya membuat tuan Richard langsung berenang ke arah dokter Rebecca kemudian menarik tangan dokter Rebecca, tuan Richard mengangkat tubuh istrinya di pinggiran kolam renang kemudian barulah tuan Richard naik ke atas kolam renang.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
" Mommy, daddy mohon bangunlah." Ucap tuan Richard dengan wajah masih kuatir.
Tuan Richard menekan dada istrinya agar air di dalam tubuh dokter Rebecca keluar tapi dokter Rebecca masih setia memejamkan matanya membuat tuan Richard memberikan nafas buatan, tuan Richard melakukan itu secara berulang-ulang.
" Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk,"
Dokter Rebecca terbatuk-batuk sambil mengeluarkan air kolam yang tadi sempat terminum.
" Daddy, dingin." Ucap dokter Rebecca merintih dengan tubuh menggigil.
Tuan Richard menggendong istrinya dan membawanya ke dalam, kepala pelayan yang melihat tuan Richard menggendong istrinya dalam kondisi basah kuyup langsung cepat berlari untuk mengambil handuk dan tidak menunggu waktu lama kepala pelayan datang sambil membawa empat handuk ukuran jumbo.
Handuk pertama dibentangkan ke punggung tuan Richard dan handuk satunya di bentangkan di tubuh dokter Rebecca yang menggigil sedangkan duanya lagi di pegang oleh kepala pelayan.
Tuan Richard dan kepala pelayan berjalan ke arah kamar tuan Richard setelah di depan pintu kepala pelayan membuka pintu kamar tuan Richard dan dokter Rebecca dengan lebar agar dapat dengan mudah tuan Richard langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Maaf tuan, ini handuknya." Ucap kepala pelayan menyerahkan dua handuk ukuran jumbo yang tadi dibawanya.
" Taruh satu handuk di ranjang agar ranjangnya tidak basah." Perintah tuan Richard.
" Baik tuan." Jawab kepala pelayan patuh
Kepala pelayan itupun membuka handuk tersebut kemudian menaruhnya di ranjang. Tuan muda David langsung merebahkan tubuh istrinya di ranjang dan air yang menetes di tubuh istrinya jatuh di handuk yang berada di bawah tubuh istrinya.
" Tinggalkan kami." Perintah tuan Richard
" Baik tuan." Jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan itupun meninggalkan mereka berdua di kamarnya, sepeninggal kepala pelayan tuan Richard membuka seluruh pakaian istrinya hingga polos tanpa sehelai benangpun sambil menahan hasratnya kemudian tuan Richard mengambil handuk jumbo satunya yang tadi di bawa oleh kepala pelayan untuk mengeringkan tubuh polos istrinya.
__ADS_1
Setelah selesai tuan Richard menyelimuti tubuh polos istrinya dengan menggunakan selimut tebal kemudian giliran tuan Richard melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian mengeringkan tubuh polosnya dengan menggunakan handuk bekas dokter Rebecca.
" Daddy dingin, aku mohon peluk aku." Mohon dokter Rebecca sambil membalikkan badannya karena suaminya polos tanpa sehelai benangpun membuat wajah dokter Rebecca memerah menahan malu.